2 Terduga Pelaku Pembakaran Kotak Suara Tiga TPS Sungai Penuh Ditangkap, Salah Satunya Panwas Desa

Aparat kepolisian telah mengamankan dua pelaku yang diduga melakukan pembakaran kotak dan surat suara di tiga TPS di Sungai Penuh.

2 Terduga Pelaku Pembakaran Kotak Suara Tiga TPS Sungai Penuh Ditangkap, Salah Satunya Panwas Desa
Tribunjambi/Heru Fitra
Kotak Suara Pemilu Dibakar OTK di TPS Wilayah Kota Sungaipenuh 

Panwasdes Terduga Pembakaran Kotak Suara di tiga TPS di Kota Sungai Penuh Terancam Dipecat

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Aparat kepolisian telah mengamankan dua pelaku yang diduga melakukan pembakaran kotak dan surat suara di TPS 1, TPS, 2 dan TPS 3 desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. Diketahui salah satu dari pelaku merupakan Panwaslu desa Koto Padang Kecamatan Tanah Kampung.

Ketua Bawaslu Kota Sungai Penuh Jumiral Lestari dikonfirmasi mengaku, sudah mendapat informasi bahwa diduga pelaku pembakaran kotak dan surat suara telah ditangkap, yang salah satunya merupakan Panwaslu desa .

Namun Jumiral mengakui, belum mengetahui sejauh mana peran dari anggota Panwaslu desa tersebut di dalam kasus pembakaran kotak dan surat suara pada tiga TPS ini.

Namun sebutnya, jika memang anggota Panwaslu desa melakukan pembakaran tersebut, maka Bawaslu Kota Sungai Penuh mengambil langkah memberikan sanksi terbesar yaitu pemecatan.

Baca: Video: Detik-detik Semburan Lumpur di Blora Setinggi Belasan Meter, Ada Rel Kereta Api di Sebelahnya

Baca: 50 Hektare Sawah di Pendopo Batanghari Terendam Banjir, Musim Tanam Terpaksa Ditunda

Baca: Jelang Ramadan, Harga Ayam di Bungo Mulai Naik, Harga Ikan Masih Stabil

Baca: 5 Hari Pasca Pencoblosan, Baru 3 Kecamatan di Merangin yang Selesaikan Pleno

Baca: TERBARU Hasil Real Count KPU di Luar Negeri, Jokowi Menang Telak, Kecuali di Kawasan Arab

"Kedepannya pelaku tidak bisa lagi menjadi Panwaslu desa karena trak record pelaku sudah buruk," ungkapnya.

Disinggung mengenai, salah satu pelaku merupakan Caleg. Jumiral mengaku, belum menerima surat resmi dari Kepolisian.

"Kita masih menunggu surat resmi dari kepolisian untuk bisa mengambil langkah terkait hal itu," jelasnya.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved