BPOM Jambi

Jelang Puasa dan Idul Fitri, BPOM Jambi Imbau Masyarakat Waspadai Makanan Ilegal dan Kadaluarsa

Jelang Puasa dan Idul Fitri, BPOM Jambi Imbau Masyarakat Waspadai Makanan Ilegal dan Kadaluarsa

Jelang Puasa dan Idul Fitri, BPOM Jambi Imbau Masyarakat Waspadai Makanan Ilegal dan Kadaluarsa
Tribunjambi/Zulkifli
Jelang Puasa dan Idul Fitri, BPOM Jambi Imbau Masyarakat Waspadai Makanan Ilegal dan Kadaluarsa 

Jelang Puasa dan Idul Fitri BPOM Jambi Imbau Masyarakat Waspadai Makanan Ilegal dan Kadaluarsa

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Angka peredaran makanan ilegal dari luar negeri di Provinsi Jambi cendrung menurun. Namun demikian, jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2019 ini, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi, terus melakukan pemantaun.

Kepala BPOM Jambi, Antoni Asdi saat diwawancarai Tribunjambi.com, belum lama ini mengatakan, pihaknya dulu masih sering menemukan makan-makanan ilegal dari luar beredar di masyarakat. Namun, saat ini bisa dikatakan sudah jarang di temukan lagi.

Baca: Viral Video Potongan Tubuh Manusia Didalam Perut Buaya Sepanjang Lebih dari 4 Meter

Baca: Benarkah Air Mineral yang Ditinggal di Mobil Berbahaya Bagi Tubuh? Ini Penjelasan BPOM

Baca: Temukan 11 Pelanggaran Berbahaya, BPOM Imbau Warga Ikut Aktif Awasi Obat dan Makanan

"Saya sudah sampai ke Tanjabtim, Tanjabbar, yang merupakan jalur-jalur masuknya makanan-makanan Ilegal itu beredar. kita tidak temukan lagi. Sampai ke Kampung Laut daerah pinggir sana, tidak ada kami temukan lagi makanan ilegal beredar," ungkap Antoni.

Menurut Antoni, hal itu disebabkan pengawasan dari pemerintah kabupaten kota maupun pihak Beacukai dan kepolisian sangat ketat mengawasi jalur-jalur masuk produk-produk makanan ilegal tersebut.

Baca: Alami Pelecehan Seksual oleh Kepala Sekolah, Siswi 19 Tahun Ini Malah Dibakar Hidup-hidup di Sekolah

Baca: Disdik Sarolangun Dapat DAK Rp61 Miliar, Dana Bangunan Sekolah SD yang Paling Besar

Baca: SETIAP Hari 11 Tahun, Pria Ini Berenang Melintasi Sungai Saat ke Kantor, Tak Disangka Ini Alasannya

"Untuk pangan hampir bilang tidak ada. Karena kalau pangan itukan bongkarannya besar dan mudah ketahuan. Tapi kalau produk produk Narkotika, inikan mudah diseludupkan di dalam saku," ungkap Antoni.

Namun demikian, Badan POM terus turun ke lapangan mengawasi peredaran produk-produk makanan ilegal di masyarakat apalagi jelang puasa dan lebaran ini.

Selain makana ilegal, kepala B POM Jambi juga menghimbau masyarakat untuk mewaspadai makan-makanan yang sudah kadarluarsa.

"Saya telah menghimbau kepada Distributor untuk tidak mengedarkan makanan yang sudah dekat kadaluarsa. Kita Takutnya, masyarakat yang tidak tahu, mengolah lagi maknan yang sudah kadalurasa tersebut, itu yang kita khawatirkan karena ketidak tahuan masyarakat," sebutnya.

Disampaikan Antoni, bagi distributor maupun pedagang yang nekat menjual makanan-makanan kadaluarsa tersebut bisa dipidana, karena dianggap pelanggaran dan sangat beresiko terhadap kesehatan masyarakat.

Baca: Masih Ingat dengan Bocah SD yang Super Cantik Ini? Ternyata Begini Penampilannya Sekarang, Lebih

Baca: PRABOWO-Sandi Kejar Perolehan Suara Jokowi-Maruf, Update Real Count KPU Pilpres 2019

Baca: DAK Rp31 Miliar, Ruas Jalan Penghubung Desa Pompa Air dan Desa Bungku di Batanghari Bakal Diaspal

"Kalau kita sebetulnya jika sudah ditemukan, ada bukti, kita selalu serahkan ke ranah hukum. Kita tegas untuk itu," pungkasnya.

Jelang Puasa dan Idul Fitri, BPOM Jambi Imbau Masyarakat Waspadai Makanan Ilegal dan Kadaluarsa (Zulkifli/Tribun Jambi)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved