Pertambangan

Ada 152 Izin Pertambangan di Jambi, 130 Diantaranya Sudah Tahap Operasi Produksi

Ada 152 Izin Pertambangan Di Jambi, 130 Diantaranya Sudah Tahap Operasi Produksi

Ada 152 Izin Pertambangan di Jambi, 130 Diantaranya Sudah Tahap Operasi Produksi
net
Ilustrasi 

Saat Ini Ada 152 Izin Pertambangan Di Jambi, 130 Diantaranya Sudah Tahap Operasi Produksi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi mencatat sebanyak 152 Izin Usaha Pertambangan (IUP) mineral, logam dan batubara ada di Jambi dan terbanyak berada di kabupaten Sarolangun.

Kabid Pertambangan, Mineral dan Batubara Dinas ESDM Provinsi Jambi, Novaizal Varia Utama, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com beberapa hari lalu mengatakan, dari 152 IUP tersebut, sebanyak 130 pertambangan melakukan tahap operasi produksi, dan 22 tahap eksplorasi atau penjelajahan potensi kandungan mineral logam.

"Dari 130 itu, yang melaksanakan kegiatan pertambangan hanya 81 saja," ujarnya.

Baca: Cari Sinyal Handphone, Kades di Bungo Ditikam Orang Tak Dikenal, Motor dan HP Dirampok

Baca: Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung Akan Ada Pembangunan Jalan Baru atau Peningkatan Jalan Sudah Ada

Baca: Wanita 68 Tahun di Betara, Tanjab Barat, Jambi, Masih Lihai Menyusun Benang tuk Jadi Kain Songket

Selanjutnya dijelaskan Novaizal, sebagian besar pertambangan paling banyak berada di Sarolangun yakni 36. Kemudian di Bungo 30, Muaro Jambi 16, Batanghari 24, Tebo 30, Merangin 11, dan Tanjung Jabung Barat 5.

"Dari itu semua tetap yang paling banyak melakukan kegiatan pertambangan adalah dari IUP Sarolangun," sampainya.

Menurutnya, dibanding tahun-tahun sebelumnya, jumlah IUP pertambangan ini telah berkurang. Karena saat ini IUP batubara dan logam hanya diberikan dengan mekanisme lelang.

Baca: 11.545 Siswa SMP di Kota Jambi, Ikuti UNBK, Dinas Pendidikan Antisipasi Listrik Padam

Baca: Pemilu Serentak, Tantangan Berat Tugas Pengawasan Bawaslu, dari Sakit, Pingsan, Hingga Dikeroyok

Baca: Begini Jalur BRT yang Akan disiapkan Sebelum Lebaran Ini, Tarif akan Menyesuaikan

"Dibandingkan pada 2014 lalu, yang mencapai 398 pertambangan, jumlahnya berkurang terus karena izinnya menggunakan lelang. Nah selagi Menteri tidak menetapkan lelang maka tidak ada izin baru," tuturnya.

Kendati demikian, Novaizal menyebut pertambangan juga melakukan perpanjangan izin IUP yang telah ada.

"Apabila izinnya mau berakhir, pihak pertambangan dapat melakukan perpanjangan di dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jambi melalui rekomendasi dinas ESDM dalam jangka waktu maksimal 10 tahun,"terang Novaizal.

Halaman
12
Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved