Untuk Bumi Lebih Baik, Wakil Wali Kota Jambi Ajak Mahasiswa untuk Diet Kantong Plastik

Seminar Hari Bumi 2019 bertajuk "Generasi Mengurangi Plastik untuk Bumi yang Lebih Baik".

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seminar Hari Bumi 2019 bertajuk "Generasi Mengurangi Plastik untuk Bumi yang Lebih Baik". Berlangsung di ruang pascasarjana Unja Telanai lantai 4. Acara ini juga mengkampanyekan No Plastic is Fantastic.

Seminar diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi. Pemateri adalah Wakil Wali Kota Jambi, Maulana dan ketua Youth Siginjai, Fadli.

Dalam pemaparannya Wakil Wali Kota Jambi, Maulana menyampaikan mengenai pengurangan sampah plastik Kota Jambi telah membuat kebijakan yaitu dalam Perwal No. 61 Tahun 2018 tentang Pembatasan Penggunaan Kantong Belanja Plastik.

Juga dalam Instruksi Walikota Jambi Nomor 1123/BLH/2014 tanggal 3 Desember 2014 tentang Pembuatan Bank Sampah disetiap Kelurahan.

"Di tingkat Kota Jambi satu diantara solusinya adalah bank sampah. Mendorong setiap kelurahan untuk memiliki bank sampah. Kalau belum punya dana silahkan ajukan dana ke pemerintah. Bank sampah ini tujuannya untuk memisahkan sampah organik dan non organik. Pengolahannya menjadi bio gas atau sampah anorganik menjadi Bahan Baku olahan plastik dan produk kerajinan oleh masyarakat," jelasnya.

Baca: VIDEO: Unik! Cara Bacakan Penghitungan Suara di TPS Ini Kocak, Bikin Tertawa

Baca: Malam Ini Nisfu Syaban, Nabi Muhammad SAW Perbanyak Ibadah Sunah, 4 Amalan Ini Dianjurkan

Baca: VIDEO Detik-detik Bupati Nonaktif Ngamuk Gegara Tak Dapat Kertas Suara, Sampai PPS Rajabasa Nangis

Baca: Hasil Real Count KPU Terbaru, Prabowo Unggul di Sumatera Jokowi Menang di Pulau Jawa

Baca: Kabar Terkini Sandiaga Uno Setelah Lesu Saat Deklarasi dan Tak Hadir Salat Jumat Bareng Prabowo

Mengenai diet kantong plastik saat ini memang masih dilakukan bertahap. Pada bulan Juni nanti akan dilakukan evaluasi kembali atas penggunaan kantong plastik di sejumlah supermarket dan ritel di Jambi.

"Sampai sekarang ada beberapa perusahaan yang membawa sample untuk eco bag. Namun ketika dibawa ke lab hasilnya ternyata masih ada yang menggunakan plastik," ujarnya.

Ketua Youth Siginjai, Fadli mengatakan pernah mengadakan aksi bersih-bersih di tepian Sungai Batanghari. Ia mendapati dalam 30 meter bisa mendapatkan 100 kg sampah.

Ia pun memberikan tips agar masyarakat bisa diet plastik. Di antaranya mandiri tanpa sedotan plastik sekali pakai, membawa goodie bag, biasakan membawa tumble serta buat plastik kemasan dan kresek menjadi eco brick.

"Alternatifnya pakai sedotan stainless atau bambu. Dengna membawa tumbler akan mengurangi pembelian botol plastik. Ini akan menjadi lifestyle milenial," ungkapnya.

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved