Peringati Kamis Putih, Romo Louis Ajak Jemaat Gereja Katolik Datang Pada Tuhan dan Mohon Ampun

Umat Gereja Katolik Santo Paulus Kuala Tungkal mengikuti misa perayaan Tri Hari Suci, Kamis Putih.

Peringati Kamis Putih, Romo Louis Ajak Jemaat Gereja Katolik Datang Pada Tuhan dan Mohon Ampun
Tribunjambi/Darwin
Pembasuhan Kaki oleh Romo kepada 12 umat di Kamis Putih. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Umat Gereja Katolik Santo Paulus Kuala Tungkal mengikuti misa perayaan Tri Hari Suci, Kamis Putih.

Perayaan misa kudus ini dipimpin oleh Romo Louiz De Montfort, tepatnya di Gereja Katolik di Jalan Nasional Ujung, Kuala Tungkal. Dan dimulai pada pukul 19.00 WIB.

Pada pengantar misa, Romo menyampaikan misa Kamis Putih ini sebagai kenangan perjamuan malam 
terakhir Tuhan Yesus bersama para rasul-Nya. Kita semua diundang Tuhan untuk ambil bagian dalam perjamuan ini.

"Ini bukanlah suatu undangan yang menyedihkan, melainkan suatu perjamuan yang menggembirakan, karena dalam perjamuan ini kita ingin mengungkapkan rasa syukur atas pernyataan kasih Allah kepada kita," katanya.

Sementara dalam kotbahnya, Romo Louis mengajak para umat untuk mempertahankan kekayaan dalam menggereja yang tampak dengan berpakaian putih. Dan duduk bersama dalam keluarga mengikuti pesta pejamuan.

"Berpakaian putih tidak lah cukup, atau kebahagiaan bersama keluarga dalam satu bangku bila tidak diwujudkan nyatakan kepada Tuhan dan kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Baca: Perayaan Kamis Putih di Gereja St Maria Ratu Rosario, Berikut Jadwal Perayaan Tri Hari Suci

Baca: Melihat Persiapan Kamis Putih di Gereja Santa Maria Rosario Kota Jambi

Baca: Polres Muarojambi Lakukan Olah TKP Penemuan Tengkorak Manusia di Persawahan Desa Muara Kumpeh

Baca: Little Bar Coffee & Tea, Tempat Ngopi Seru untuk Cicipi Nikmatnya Kopi Lokal Jambi

Baca: MasterPiece Jambi Promo, Karaoke Tiga Jam Bayar Sejam, Mulai Rp 10 Ribu

Dalam perayaan misa ini juga dilakukan pembasuhan kaki 12 orang umat. Dimana pembasuhan sama dengan yang dilakukan Yesus Kristus kepada murid murid-Nya.

Dikatakannya membasuh kaki sebagi teguran bagi kita untuk merubah diri lebih baik. Membuka hati dan diri untuk aktif dalam menggereja.

"Mari kita datang kepada Tuhan, meminta ampun kepada Tuhan atas segala yang telah kita perbuat. Inilah saat nya," ajaknya.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved