Ogah Celupkan Tangan ke Tinta, Pemilih Cekcok Dengan Petugas KPPS, Ambil Pisau dan Lukai Petugas

Pemilih ogah mencelupkan tangan ke dalam tinta hingga terjadi cekcok dengan petugas TPS sampai percobaan penganiayaan.

Ogah Celupkan Tangan ke Tinta, Pemilih Cekcok Dengan Petugas KPPS, Ambil Pisau dan Lukai Petugas
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) melakukan penghitungan surat suara Pilkada DKI Jakarta di TPS 27 Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2/2017). Warga yang mempunyai hak pilih melakukan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, yang diikuti tiga calon yaitu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang petugas KPPS di Blitar cekcok dengan seorang pemilih.

Pasalnya pemilih tersebut ogah celupkan tangan ke dalam tinta hingga terjadi cekcok dengan petugas KPPS

Akhirnya pemilih tersebut pulang dan kembali dengan membawa pisau dan menyayat petugas KPPS

Proses pemungutan suara di TPS 16 Kelurahan Sukorejo Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar sempat diwarnai keributan, Rabu (17/4/2019). Seorang pemilih berusaha melukai petugas KPPS menggunakan senjata tajam di TPS itu.

"Iya, sempat ada laporan terjadi keributan di TPS 16. Kami dan polisi langsung ke lokasi," kata Kasi Pemerintahan Keamanan dan Trantibum Kelurahan Sukorejo, Irwan Purwanto.

Keributan itu bermula saat salah satu pemilih, YA (38), selesai menyalurkan hak suaranya di TPS 16. Selesai mencoblos, YA tidak mau menyelupkan jarinya ke tinta. Saat itu, petugas KPPS yang menjaga tinta, yaitu, Luki Setia Budi.

Luki sempat memaksa YA untuk menyelupkan jarinya ke tinta. Sempat terjadi cek-cok mulut antara YA dan Luki. YA pun akhirnya mau menyelupkan jarinya ke tinta. Setelah itu, YA pulang ke rumah. Tak lama kemudian, YA kembali ke TPS dengan membawa pisau.

Sesampai di TPS, YA langsung menghampiri Luki yang menjaga tinta. Tanpa banyak bicara, YA berusaha menyayat bagian leher Luki. Mengetahui hal itu, warga yang berada di TPS langsung melerainya. Luki hanya mengalami luka sayat di bagian dagu. "Korban mengalami luka di bagian dagu, tadi korban sudah divisum," ujar Irwan.

Irwan mengatakan, setelah keributan itu pelaku langsung pergi. Sampai sekarang polisi masih mencari keberadaan pelaku. "Pelaku masih dicari sama polisi, setelah keributan itu dia langsung pergi," ujarnya.

Baca: Unik! TPS 18 Kelurahan Legok Kota Jambi Seperti Tenda Pernikahan, Petugas PPS Pakai Baju Adat Melayu

Baca: Pemilu 2019 Gubernur Jambi Fachrori Umar Nyoblos di TPS 14 Kelurahan Telanaipura

Baca: Tak Kenal Nama Caleg dan Programnya, Ini yang Dilakukan Millenial di Kota Jambi Saat di Bilik Suara

Baca: Pakai Motor Datangi TPS untuk Mencoblos di TPS, Krisdayanti Tak Pakai Helm Saat Diantar Raul Lemos

Baca: Lihat Perbedaan Gaya Mencoblos Cawapres Maruf Amin dan Cawapres Sandiaga Uno di TPS

Menurutnya, antara YA dan Luki sebenarnya teman sejak kecil. Informasinya, YA dan Luki memang sudah ada masalah sebelumnya. "Mungkin keduanya sudah ada masalah sebelumnya. Lalu ketemu di TPS itu, akhirnya terjadi keributan," katanya.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved