KISAH Prajurit Kopassus Selamatkan Seorang Anak Ditengah Baku Tembak GAM, Meski Misi Harus Gagal

TRIBUNJAMBI.COM - Meski memiliki kemampuan sebagai pasukan khusus, prajurit Kopassus tetap manusia biasa

KISAH Prajurit Kopassus Selamatkan Seorang Anak Ditengah Baku Tembak GAM, Meski Misi Harus Gagal
Instagram
Prajurit Kopassus 

TRIBUNJAMBI.COM - Meski memiliki kemampuan sebagai pasukan khusus, prajurit Kopassus tetap manusia biasa yang memiliki hati nurani.

Bahkan, misi Kopassus pernah ada yang berujung kegagalan lantaran seorang anggota mengedepankan hati nuraninya sehingga menghambat jalannya misi.

Dilansir dari buku 'Kopassus untuk Indonesia' karya Iwan Santosa dan EA Natanegara terbitan R&W, hal ini pernah terjadi saat satu kompi Kopassus tengah bertempur melawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Meski misi Kopassus saat itu berujung pada kegagalan, tapi kejadian saat itu menunjukkan kalau Kopassus masih mengedepankan hati nuraninya untuk menyelamatkan orang lain.

Tanggal 9 Mei 2001 tim yang dipimpin Lettu Afriadi terlibat kontak dengan sejumlah besar anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Afriadi optimistis timnya bisa menang dan merebut banyak senjata.

Namun, tiba-tiba di tengah sawah tempat pertempuran itu, seorang ibu berlari sambil menggendong anak perempuannya.

Prajurit Kopassus menghentikan tembakan. Mereka berteriak-teriak agar ibu itu menyingkir karena pihak GAM terus menerus menembak.

Namun nahas, sebelum tim Kopassus menyelamatkannya, sebutir peluru yang diduga dari pihak GAM mengenai ibu tersebut.

Melihat hal itu, seorang anak buah Lettu Afriadi yang bernama Pratu Stanley langsung merayap maju.

Halaman
1234
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved