Pemilu 2019

Minggu Tenang, Bawaslu Kota Jambi Awasi Peserta Pemilu yang Masih Nekat Kampanye

Minggu Tenang, Bawaslu Kota Jambi Awasi Peserta Pemilu yang Masih Nekat Kampanye

Minggu Tenang, Bawaslu Kota Jambi Awasi Peserta Pemilu yang Masih Nekat Kampanye
tribunjambi/andika arnoldy
Kota Jambi masih rawan praktek politik uang, hal ini disampaikan ketua Bawaslu Kota Jambi Ari Juniarman saat pembukaan sosialisasi pengawasan pemilu legislatif dan presiden, di Hotel Wiltop, Selasa (6/11/2018). 

Minggu Tenang, Bawaslu Kota Jambi Awasi Peserta Pemilu yang Masih Nekat Kampanye

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bawaslu melakukan pengawasan terhadap peserta pemilu yang masih melakukan kampanye

Dimasa tenang kampanye. Pihak Bawaslu masih melakukan pengawasan kepada peserta pemilu yang melakukan kampanye.

"Hari ini Bawaslu juga melakukan pengawasan terhadap peserta yang masih melakukan kampanye,"ungkap Ari Juniarman SH MH, Ketua Bawaslu Kota Jambi, Minggu (14/4/2019).

Baca: Usai Pernyataan Sikap AHY, Ini Reaksi SBY Soal Ramainya Statement Prabowo di Debat Capres Kemarin

Baca: MAU Berangkat Perang, Tiba-tiba Soeharto Panggil Prabowo:Di Luar Dugaan Ini yang Diberi

Baca: Sosok yang Dulu Pernah Menampar Soeharto, Nasibnya Menjadi Tragis Kala Pak Harto Jadi Presiden

Pengawasan yang mereka lakukan dengan melakukan pemantauan di lingkungan masyarakat. Selain itu, mereka juga bisa mendapatkan informasi dari masyarakat bila di daerahnya masih ada caleg yang berkampanye. 

Ari mengungkapkan bahwa selama masa tenang. Maka seluruh aktifitas peserta pemilu harus benar benar ditiadakan. Pihak Bawaslu juga melakukan penertiban alat peraga kampanye yang telah dipasang peserta pemilu dimasa kampanye.

"Bagi siapa saja yang melanggar akan dikenakan pasal 492," tegas Ari Juniarman.

Ari menegaskan, sanksi pidana yang menjadi ancaman tersebut secara tegas diatur dalam pasal 492 UU No 7 Tahun 2017 tentang pemilu.

Pada pasal tersebut menyatakan, setiap orang uang dengan sengaja melakukan kampanye diluar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

Baca: Terbentur Dana, PPLP Jambi Bina 85 Atlet dari 11 Cabang Olah Raga

Baca: Ricuh di Sydney, Ratusan WNI Tak Bisa Nyoblos, Kinerja KPU Jadi Sorotan

Baca: 7 Slogan Pasukan Khusus yang Disegani di Dunia, Kopassus 1 Diantaranya dengan Kata yang Menggetarkan

"Unsurnya setiap orang. Bukan hanya peserta pemilu," bilang Ari.

Minggu Tenang, Bawaslu Kota Jambi Awasi Peserta Pemilu yang Masih Nekat Kampanye (Hendri Dunan Naris/Tribun Jambi)

Penulis: dunan
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved