FAKTA Kejam di Balik Wisata Menunggang Gajah di Thailand, Seperti Ini Kisahnya

TRIBUNJAMBI.COM - Kalau Anda pernah pergi ke tempat wisata di mana ada hewan gajah kemudian Anda

Editor: ridwan
(KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak milik Elephant Response Unit di kamp Tegal Yoso, Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Sabtu (29/8/2017). konflik gajah liar dengan warga di sekitar kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kalau Anda pernah pergi ke tempat wisata di mana ada hewan gajah kemudian Anda menaikinya mungkin Anda perlu memerhatikan bagaimana hewan itu dirawat.

Pada kenyataannya, tak sedikit hewan-hewan ini diperlakukan dengan kejam demi mebuat pengunjung terpuaskan.

Salah satunya adalah, realitas di balik industri wisata gajah di Thailand yang mungkin tak pernah Anda ketahui sebelumnya.

Mengutip World of Buzz pada Minggu (14/4/2019), Thailand memang dikenal sebagai negeri gajah putih, maka tak heran industri wisata gajah banyak bermunculan.

Baca: Pengunduran Diri Anggota DPR atau DPRD dalam Pemilu 2019, Kepastian Hukum Atau Fakta ?

Namun, sayangnya daya tarik yang memikat ini memiliki realitas yang begigu kejam dan tidak manusiawi di baliknya.

Menurut laporan langsung yang dipaparkan oleh WOB, mereka mengetahui bahwa ada pelatihan kejam yang harus dilalui oleh gajah demi menjadi hewan tunggangan di wahana tersebut.

Seorang pengguna Twitter bernama Fauzi, juga membagikan bagaimana gajah-gajah ini disiksa sehingga mereka bisa mengikuti intruksi pemiliknya.

Baca: TEMUKAN Pistol di Bawah Bantal, Kirai Pistol Mainan: Bocah 4 Tahun Tembak Kepalanya

Pada awalnya, anak-anak gajah dari gajah liar diculik dari ibu mereka kemdian dirantai.

Setelah itu, mereka akan mengalami beberapa pelecehan mental yang akan membuatnya tunduk pada pemiliknya.

Pelatihan hewan juga dalam bentuk menghancurkan gajah yang dikenal dengan sebutan Phajaan di Thailand artinya 'menghancurkan semangat gajah'.

Baca: SK CPNS 31 Tenaga Kesehatan Muarojambi Akan Diserahkan Juni, Sekda Minta untuk Sabar Tunggu Bupati

Kemudian, gajah dewasa ditempatkan dalam kandang di mana mereka akan diikat dengan tali rantai yang kuat agar mereka tidak bergerak.

Gajah dewasa yang diikat dengan tali.

Kemudian mereka juga dipukuli setiap hari menggunakan berbagai senjata, yang dirancang untuk menyebabkan rasa sakit dan penderitaan.

Baca: Makan Bareng dengan Aisyahrani & Syahrini, Reino Barack Tak Bisa Bayar Tagihan, Kisah Beredar di IG

Pada akhirnya, gajah akan menyerah dan kehilangan semangat untuk tidak melawan, pelatih juga menggunakan bullhook untuk memukul kepala gajah.

Hal itu dilakukan untuk mengingatkan gajah agar tetap tunduk, bahkan dalam postingan di Twitter, Faizal dia membagikan foto-foto bagaimana gajah-gajah ini disiksa.

Karena itu, penting bagi kita untuk selalu menyebarkan kesadaran tentang kekerasan hewan.

Baca: Kronologi Pembantaian Menantu oleh Mertua dan 3 Temannya di Gunung, Gunakan Tombak hingga Parang

Meski tak banyak yang bisa kita lakukan dari industri kejam semacam itu, namun penting untuk mengatakan dan mulai berhenti melakukan kekejaman pada hewan.

Pada hakikatnya, hewan juga memiliki hak untuk hidup seperti manusia.

Baca: Jadwal Tayang Lengkap Game of Thrones Season 8 di Indonesia, Tayang Hari Ini di HBO Tanggal 15 April

WISATA GAJAH WAY KAMBAS LAMPUNG:

Bicara tentang keindahan dan pesona wisata di Indonesia, tampaknya tak akan sempurna jika belum menyapa keelokan Taman Nasional Way Kambas, di Lampung.

Way Kambas merupakan suaka alam dataran rendah dengan luas kurang lebih 126.000 hektar.

Destinasi wisata TNWK ini terdiri dari dua yakni Pusat Konservasi Gajah dan Camp Jagawana Resort Way Kanan. Kali ini kita akan menengok pusat konservasi gajah nomor satu di dunia.

Baca: KPU Muarojambi Kerahkan 60 Truk Distribusikan Logistik Pemilu Besok, Tiga Kecamatan Ini Prioritas

Setiap tahunnya, ratusan ribu wisatawan asing memadati Taman Nasional Way Kambas. Hal ini dikarenakan daya tarik TNWK mampu mempesona siapapun yang datang ke tempat ini.

Kaitannya dengan pusat konservasi gajah, area ini kerap digunakan oleh para pengunjung untuk bisa lebih mengenal kehidupan gajah.

Baca: KENALAN di Facebook, Siswi SMP Dicabuli di Perkebunan Sawit: Pelaku Ngaku Baru Sekali

Di sini pengunjung dapat menyaksikan puluhan gajah-gajah yang sedang melakukan berbagai atraksi.

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan diantaranya adalah safari gajah, dan tentunya berburu spot-spot indah yang telah disuguhkan di tempat ini.

Tak hanya gajah, di taman nasional Way Kambas, wisatawan juga akan disuguhi berbagai pemandangan elok dari satwa liar yang masih terjaga habitatnya.

Untuk anda yang berkunjung ke lampung perjalanan ke Way Kambas dari Bandar Lampung membutuhkan waktu Kurang lebih 3 jam.

Baca: Iwan Fals Menjawab Pemimpin yang Buatnya Jatuh Cinta Setiap saat, Netizen Menunggu 01 atau 02

Untuk akses sekarang kita sangat mudah karena sudah ada alat transportasi Damri mulai dari bandara menuju ke Way Kambas atau dari Bandar Lampung ke Way Kambas yaitu tarifnya cukup Rp25.000 sekali jalan.

Salah satu Spot yang menarik di Way Kambas adalah danaunya setiap sore mulai jam 02.00 Hingga jam 04.00 kita bisa memandikan gajah.

Baca: 17 Ribu Surat Suara Sampai ke Merangin, KPU Merangin Langsung Sortir yang Rusak

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Pesona Wisata Taman Nasional Way Kambas: Serunya Bisa Ikut Memandikan Gajah,

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved