Sejarah Indonesia

Cahaya Melesat Dari Keraton Mangkunegaran Sebelum Bu Tien Wafat, Aura Kekuasaan Soeharto Lalu Redup

Presiden Soeharto disebut kehilangan aura kepemimpinannya pasca Ibu Tien Soeharto wafat.

Cahaya Melesat Dari Keraton Mangkunegaran Sebelum Bu Tien Wafat, Aura Kekuasaan Soeharto Lalu Redup
Instagram @cendana.archives
Soeharto dan Bu Tien 

Cahaya Melesat Dari Kraton Mangkunegaran Solo Sebelum Bu Tien Wafat, Setelah Itu Aura Kekuasaan Soeharto Meredup

TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Soeharto disebut kehilangan aura kepemimpinannya pasca Ibu Tien Soeharto wafat.

Wafatnya Bu Tien membuat Soeharto benar-benar merasa kehilangan.

Kesedihan mendalam dirasakan oleh Soeharto pasca meninggalnya sang istri.

Meninggalnya Sang Istri pada 28 April 1996, konon, meredupkan aura kekuasaan Pak Harto alias Soeharto.

Bahkan, saat tampil di muka umum, ia tampak renta, tanpa cahaya.

Sesekali, matanya terkadang menerawang.

Ketiadaan pendamping, tempatnya berbagi, meronggakan kekosongan dalam hidupnya.

Kalangan spiritualis memprediksi, wahyu keprabon telah pergi darinya.

Sebab, sehari sebelum Ibu Tien wafat, konon, masyarakat Surakarta melihat seberkas cahaya hijau berbentuk ular naga melesat terbang dari Keraton Mangkunegaran.

Baca: 32 Tahun Jadi Presiden Berapa Harta Kekayaan Soeharto? Ajudan Buka-bukaan Soal Gaya Hidup Pak Harto

Baca: Pernikahan Mewah Cucu Soeharto di Amerika, Halimah Datang Bambang dan Mayang Sari Tak Kelihatan

Baca: Prabowo Subianto Beri Ucapan Romantis, Selamat Ulang Tahun Titiek Soeharto di Instagram

Halaman
123
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved