Mahfud MD Komentari Amien Rais Tentang Genderuwo, Sebut Keliru

Menurut Mahfud MD, Amien Rais memberikan pernyataan yang berlebihan dan keliru. Salah satunya tentang penghitungan suara

Mahfud MD Komentari Amien Rais Tentang Genderuwo, Sebut Keliru
Twitter
Mantan Ketua MK Mahfud MD 

Mahfud MD Komentari Amien Rais Tentang Genderuwo, Sebut Keliru

TRIBUNJAMBI.COM-Mahfud MD angkat bicara soal ajakan people power ala Amien Rais.

Hal ini disampaikan oleh Mahfud MD saat berbincang bersama wartawan senior Abdul Kohar dalam channel Youtube medcom id, Kamis (11/4/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud mengomentari soal ajakan people power Amien Rais.

 

Menurut Mahfud MD, Amien Rais memberikan pernyataan yang berlebihan dan keliru.

Salah satunya tentang penghitungan suara di Hotel Borobudur.

Padahal semenjak 2014, KPU melakukan penghitungan suara di kantor KPU.

Dan untuk Pemilu 2019 ini, KPU rencananya juga akan melakukan penghitungan suara di kantor KPU.

"Berlebihan menurut saya, mungkin kurang correct, sebelum ini dia bicara soal 'jangan melakukan penghitungan suara di Borobudur, karena di situ banyak Genderuwo'," kata Mahfud MD.

Daftar 66 Nama Calon Menteri Prabowo-Sandiaga Beredar, Rocky Gerung dan Dahlan Iskan Masuk

VIDEO: UAS Bertemu Prabowo, Ustaz Abdul Somad Ajukan 2 Syarat Jika Prabowo Terpilih

Warga Baca Surat Yasin di Pinggir Sungai, Pencarian Korban Jatuh dari Jembatan Gantung Teluk Pandah

"Dia lupa bahwa penghitungan di Borodubur itu terjadi terakhir kali tahun 2009."

"2014 sudah di kantor KPU, nggak di hotel lagi."

"Sekarang pun rencananya juga di kantor KPU."

"Gimana kok dia masih berpikir Borobudur, itu kan 10 tahun yang lalu."

Kemudian Mahfud MD juga mengomentari pernyataan adik capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo yang akan melayangkan gugatan ke lembaga-lembaga internasional jika terbukti ada kecurangan dalam Pemilu 2019.

Menurut Mahfud, sengketa pemilu tidak bisa diselesaikan di pengadilan internasional dan polisi internasional.

Karena lembaga-lembaga tersebut tidak mengurusi soal sengketa pemilu suatu negara.

"Substansinya juga keliru, kalau kalah tidak akan melaporkan ke Mahkamah Konstitusi (MK), tapi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), itu kan Hashim yang bilang begitu, lapor interpol, itu gimana sih, orang kalau ngerti hukum pasti enggak bilang begitu," kata Mahfud MD.

"Pengadilan internasional itu ada dua, satu International Criminal Court (ICC) itu mengadili kejahatan kemanusiaan, enggak mengadili pemilu."

"Kedua, International Court of Justice (ICJ) itu sengketa antar negara bukan antar peserta pemilu dalam satu negara."

"Jadi enggak ada, PBB juga enggak mengurusi pemilu-pemilu itu."

"Menurut saya pengetahuannya itu merusak pikiran masyarakat."

"Hal-hal seperti ini kok mau dibawa ke dunia internasional."

"Kita sendiri kan sudah punya instrumen yang cukup."

"Satu, KPU itu lembaga mandiri, pemerintah enggak bisa menyentuh KPU."

Yang kedua, seumpama KPU kurang cekatan, itu sudah ada Bawaslu yang mengawasi pelaksanaan itu."

"Kalau KPU dan Bawaslunya yang lalai, ada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP). Kan sudah cukup instrumennya."

Daftar 66 Nama Calon Menteri Prabowo-Sandiaga Beredar, Rocky Gerung dan Dahlan Iskan Masuk

VIDEO: UAS Bertemu Prabowo, Ustaz Abdul Somad Ajukan 2 Syarat Jika Prabowo Terpilih

Warga Baca Surat Yasin di Pinggir Sungai, Pencarian Korban Jatuh dari Jembatan Gantung Teluk Pandah

"Kalau penghitungan suara itu diragukan karena ada kecurangan ada Mahkamah Konstitusi (MK)."

"Sudah lengkap lho, zaman Orde Baru (Orba) tak ada dulu," unkapnya.

Simak video perbincangan Abdul Kohar dengan Mahfud MD di bawah ini.

Pernyataan Amien Rais tentang Genderuwo di Borobudur

Diberitakan sebelumnya, Amien Rais memang pernah meminta rekapitulasi suara Pemilu 2019 tidak dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

"Selain DPT harus segera dibenahi, besok perhitungan hasil pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur," kata Amien Rais seusai diskusi masalah Daftar Pemilih Tetap, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3/2019) sebagaimana dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com.

Alasannya, menurut anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu, di Hotel Borobudur banyak jin dan genderuwonya.

Selain itu, kata Mantan Ketua MPR itu, di hotel yang terletak di Jakarta Pusat tersebut, banyak peretas alias hacker.

"Mereka banyak jin, banyak genedruwo di sana. Sekali-kali jangan di Hotel Borobudur, banyak sekali hacker," tuturnya.

Amien Rais menyarankan agar rekapitulasi suara Pemilu dilakukan di kantor KPU, atau di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

"Jadi kita yang sadar, jangan pernah di Borobudur itu. Apa Borobudur itu, lebih baik di DPR, itu yang paling untuk hari ini," paparnya.

Di tempat yang sama, komisioner KPU Viryan Aziz membantah rekapitulasi suara Pemilu secara manual bakal digelar di Hotel Borobudur.

Selama ini pihaknya melakukan rekapitulasi suara secara nasional di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

"Saya tidak tahu yang dimaksud Pak Amien apa. Tapi selama ini, rekapitulasi suara dilakukan di kantor KPU," cetus Viryan Aziz.

Hashim akan melapor ke PBB hingga interpol

Adik capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo sebelumnya juga mengatakan bahwa pihaknya akan melayangkan gugatan ke lembaga-lembaga internasional jika terbukti ada kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

Hashim mengatakan ada indikasi kecurangan dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan KPU RI, karena hingga kini belum juga beres.

Pria yang menjabat Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno itu mengatakan pihaknya sudah menyisir DPT dan menemukan 17,5 pemilih invalid dalam DPT yang sudah dilaporkan ke KPU RI sejak 15 Desember 2018.

“Kalau ada kecurangan yang tidak ditangani kami akan lapor semua pihak, bisa Bareskrim Mabes Polri atau Interpol tergantung bagian hukum, kami juga akan laporkan ke International Court of Juctice atau Mahkamah Internasional PBB, ke human rights, pokoknya ke semua pihak yang sah,” ujar Hashim di Hotel Ayama Midplaza, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).

Hashim menegaskan bahwa melaporkan dugaan kecurangan di Pemilu kepada lembaga internasional sah dilakukan.

Hal itu menurutnya pernah terjadi di Thailand.

“LSM Internasional pernah mempermasalahkan keabsahan Pemilu di Thailand yang digelar oleh petahana, dan tentu di beberapa negara lain,” imbuhnya.

Hashim mengatakan wajar bila pihaknya menggugat bila ditemukan indikasi kecurangan dalam persiapan hingga pelaksanaan Pemilu 2019 karena pihaknya sudah berusaha melaporkan ke penyelenggara Pemilu sejak 15 Desember 2018.

Ia juga mengatakan wajar bila tokoh seperti Amien Rais mengancam akan menggerakkan ‘people power’ untuk memprotes hasil Pemilu.

“Saya kira sah kalau ada ‘people power’ di mana menunjukkan ketidakpuasan rakyat, kalau ada kecurangan tentu tidak akan kami tolerir karena kami sudah berusaha sejak 15 Desember 2019,” pungkasnya. (*)

TONTON VIDEO: Warga Ramai Kunjungi Taman Anggrek Sri Soedewi Meski Belum Diresmikan

IKUTI INSTAGRAM KAMI: TER-UPDATE TENTANG JAMBI

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Mahfud MD Tanggapi Ajakan People Power Amien Rais hingga Rencana Gugatan Hashim ke PBB dan Interpol

Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved