Kecupan di Bibir dan Leher Istri Pertama Anggota DPRD, Buat Istri Kedua Berang Sampai Berseteru

Pernikahan Muhamad Hadari, anggota DPRD Pamekasan asal Desa Blumbungan Kecamatan Larangan dengan istri keduanya menuai polemik

Kecupan di Bibir dan Leher Istri Pertama Anggota DPRD, Buat Istri Kedua Berang Sampai Berseteru
Suryamalang/Muchlisin
SAAT AKUR - Muhamad Hadari, anggota DPRD Pamekasan asal Desa Blumbungan Kecamatan Larangan, bersama istri siri, Hettik Selfia, warga Kalianget, Sumenep, Pulau Madura. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pernikahan Muhamad Hadari, Anggota DPRD asal Pamekasan asal Desa Blumbungan Kecamatan Larangan dengan istri kedua menuai polemik

Kali ini Muhamad Hadari menyudutkan balik istri keduanya, Hettik Selfia, warga Kalianget, Sumenep, Pulau Madura.

Menurut Hadari melalui penasehat hukumnya, Sulaisi Abdurrazak, Kamis (11/4//2019), pernikahan itu sebenarnya seizin istri pertamanya. Syaratnya, jika malam hari, Hadari harus balik ke rumah istri pertama.

Bahkan, katanya, Hadari sering mengajak Selfia ke rumah istri pertamanya dan keduanya akur, tidak ada masalah.

Namun, dalam keterangannya kepada wartawan, Hettik mengaku kerap dianiaya Hadari lantaran cemburu dan ketika minta cerai, Hadari menolaknya.

“Yang sering menerima perlakuan kasar bukan dia (Hettik Selfia) tapi klien saya ini. Karena dia (Hettik) yang cemburu kepada istri pertama klien saya,” kata Sulaisi kepada wartawan, termasuk SURYAMALANG.COM.

Dikatakan, kecemburuan Selfia lantaran melihat bekas kecupan bibir di leher kliennya, yang dilakukan istri pertamanya.

SAAT AKUR - Muhamad Hadari, anggota DPRD Pamekasan asal Desa Blumbungan Kecamatan Larangan, bersama istri siri, Hettik Selfia, warga Kalianget, Sumenep, Pulau Madura.
SAAT AKUR - Muhamad Hadari, anggota DPRD Pamekasan asal Desa Blumbungan Kecamatan Larangan, bersama istri siri, Hettik Selfia, warga Kalianget, Sumenep, Pulau Madura. (Suryamalang/Muchlisin)

Kala itu, Selfia marah dan berulangkali memukul tubuh Hadari. Tidak hanya berhenti di situ saja, Selfia menusukkan kunci motor ke tubuh Hadari hingga terluka dan dijahit di Puskesmas Pademawu.

Selain itu, Selfia pernah menyundutkan rokok ke dada kliennya dan hingga kini bekas sundutan rokok itu masih membekas.

“Karena istri keduanya sering memukul dan terus memukul, dengan spontan klien saya memegang lengan istri keduanya agar menghentikan tindakannya itu. Nah, jika lengan istri keduanya itu mengalami luka lecet, wajar dong. Itu bukan kesengajaan, namun semata-mata untuk menghentikan ulahnya. Dan kejadian itu awal Februari 2019 lalu, baru dilaporkan ke Polres Selasa (9/4/2019) lalu,” terang Sulaisi.

Halaman
12
Editor: heri prihartono
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved