Dugaan Pelecehan Seksual UIN STS Jambi, Rektor Mengaku Telah Serahkan Hasil Investigasi ke Kemenag

Rektorat UIN STS Jambi katakan pihaknya telah mengantarkan berkas hasil investigasi terhadap kasus dugaan pelecehan seksual di UIN.

Dugaan Pelecehan Seksual UIN STS Jambi, Rektor Mengaku Telah Serahkan Hasil Investigasi ke Kemenag
tribunjambi/syamsul bahri
Aksi unjuk rasa mahasiswa UIN STS Jambi, terkait dugaan pelecehan sekesual yang dilakukan oknum Kabiro di Rektorat terhadap pegawai honorer 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) STS Jambi ungkapkan bahwa pihaknya telah mengantarkan berkas hasil investigasi terhadap kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Kepala Biro Keuangan UIN STS Jambi.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor II UIN STS Jambi, Hidayat kepada Tribunjambi.com saat ditemui di ruangannya, Kamis (11/4). Ia mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim untuk mengusut kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.

"Kita sudah bentuk tim yang dipimpin oleh Rektorat. Jadi di tim itu ada lima orang, untuk yang bersangkutan itu sudah kita panggil. Karena sesuai aturan itu atasan langsung yang memimpin atau paling tidak derajatnya sama dengan biro," terangnya.

Ia menerangkan bahwa berdasarkan pemanggilan keduanya, korban yang berinisial MS mengaku bahwa dirinya di pegang-pegang oleh JO, Kepala Biro Keuangan UIN STS Jambi. Namun, dikatakan Hidayat, bahwa JO tetap mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan apapun.

"Kita pangil keduanya, kalo korban ini bilang dipegang-pegang sama JO, itu dibagian tangganya, tapi kalo JO tidak mengakui hal itu. Nah, kejadian ini tidak ada satupun orang yang melihat kejadian itu, kejadian itu juga bukan dalam ruangan, tapi masih di lorong dekat ruangan," terangnya.

Baca: Seminggu Pasar Keramat Tinggi Jambi Terbakar, Pedagang Bingung Mau Jualan Tak Punya Lapak

Baca: Ustadz Ammi Nur Baits di Jambi Besok, Ini Jadwalnya Selama di Jambi

Baca: Nikmati Mangut Ikan, Sambil Duduk Lesehan di Waroeng Mbah Yoet

Baca: VIDEO: Perbandingan Massa Kampanye Jokowi dan Prabowo Saat di Solo, Angle Kamera Berpengaruh

Sementara itu, dikatakan olehnya bahwa hasil investigasi sudah diantar ke Kementerian Agama untuk kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap hasil tersebut. Hingga saat ini, pihaknya hanya tinggal menunggu hasil pemeriksaan dari Kementerian.

"Karena untuk memberhentikan Kepala Biro itu harus dari Kementerian, jadi itu kita ikuti prosesnya. Untuk Kepala Biro dan pegawai itu masih tetap bekerja sampai saat ini. Hasilnya itu langsung diantar, bukan dikirim, jadi langsung diantar oleh tim ke Jakarta," sebutnya.

Ia juga menyampaikan bahwa ketika awal adanya laporan terkait permasalahan dugaan pelecehan seksual tersebut diterima oleh pihak rektorat. Hidayat, sudah menyampaikan kepada JO melalui pihak lain untuk mengajukan surat pemunduran diri.

"Secara lisan saya sudah menyampaikan untuk JO mengundurkan diri, tapi sampai saat ini tidak ada pengajuannya. Apapun bentuk pelecehannya, kita mengecam keras perbuatan itu. Apalagi ini di lembaga kampus," ucapnya.

Mahasiswa unjuk rasa, terkait Oknum Pegawai Rektorat UIN STS Jambi, yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
Mahasiswa unjuk rasa, terkait Oknum Pegawai Rektorat UIN STS Jambi, yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual (tribunjambi/syamsul bahri)

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa Rektor UIN STS Jambi sudah berupaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Ia juga berharap siapapun yang salah nantinya untuk dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan aturan hukum.

"Rektor sudah berupaya untuk mengatasi hal ini. Rektor dan semua pejabat UIN berharap penyelesaian masalah ini cepat selesai. Jika masalah ini memang berkaitan dengan hukum, maka kita minta dihukum setimpal. Ini juga bisa diproses cepat, karena ini menyangkut nama baik kampus," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved