Sejarah Indonesia

Soekarno 'Tembak' Gadis Cantik dari Kalimantan, Romantisme Cinta Terakhir Bung Karno dengan Anak SMA

Soekarno 'Tembak' Gadis Cantik dari Kalimantan, Romantisme Cinta Terakhir Bung Karno dengan Anak SMA

Soekarno 'Tembak' Gadis Cantik dari Kalimantan, Romantisme Cinta Terakhir Bung Karno dengan Anak SMA
Soekarno 

Tamat sekolah dasar (waktu itu disebut Sekolah Rakyat), Heldy melanjutkan ke SMP Gunung Pedidi di Jln. Rondong, Demang, Tenggarong.

Menjelang naik ke kelas 3, terjadi proses nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda. Ayah Heldy yang bekerja di perusahaan Belanda Oost Borneo Maatschapij (OBM) pun berhenti.

Setelah lulus SMP, Heldy yang sudah tumbuh menjadi remaja putri 16 tahun dan berperawakan mungil itu pun pergi mengikuti jejak kakak-kakaknya ke Jakarta untuk menuntut ilmu.

Baca Juga:

Seorang Pemuda Tega Pukul Kepala Ibu Kandung Hingga Meninggal Dunia, Ngaku Pukul Ular

Prabowo Janjikan Turunkan Tarif Listrik, Luhut Binsar Langsung Berkomentar

Punya Shower Seharga Rp 36 Juta! Ruben Onsu Kaget Gerebek Rumah Rp 10 Miliiar Milik Nikita Mirzani

Cita-citanya menjadi desainer interior. Dari Samarinda naik kapal menyusuri sungai menuju Balikpapan, lalu dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan, naik kapal laut Naira yang besar.

Heldy ditemani Milot dan Izhar, iparnya, serta bayi satu bulan anak terkecil Milot, Achmad Rizali Noor.

Berlayar sepanjang malam menuju Surabaya, dan dari sana disambung naik kereta api sehari semalam ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, Heldy dipercayai menjadi barisan Bhinneka Tunggal Ika.

Barisan yang diprakarsai oleh Presiden Soekarno itu terdiri atas remaja putra-putri dari pelbagai provinsi.

Suatu hari di tahun 1964, Heldy berdiri berjajar di tangga Istana Merdeka bersama anggota barisan Bhinneka Tunggal Ika.

Heldy kekasih terakhir Presiden Soekarno
Heldy kekasih terakhir Presiden Soekarno (Intisari)

Tibalah saatnya Bung Karno muncul dan berjalan menapaki anak tangga. Seperti biasa, ia berjalan sambil mengamati kiri dan kanan.

Memandang satu demi satu anggota barisan, tersenyum, dan tepat di depan Heldy, Bung Karno mendekat dan menepuk bahu kirinya.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved