Pilpres 2019

Prabowo Subianto Turut Sarankan Agar Soeharto Mundur Dari Presiden, Prabowo : Saking Cintanya

Prabowo Subianto mengakui bahwa ia salah satu orang yang menyarankan Soeharto untuk mundur dari jabatan Presiden pada Mei 1998 lalu. Hal itu bukan ka

Editor: andika arnoldy
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat itu mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional. 

TRIBUNJAMBI.COM- Soeharto akhirnya melepaskan jabatannya pada Mei 1998.

Tahun 1998 lantas menjadi tahun reformasi karena menjadi tahun transisi atas perubahan kepemimpinan bangsa Indonesia. 

Selain desakan dari Mahasiswa, dan segenap keinginan rakyat Indonesia, salah satu keinginan turunnya Soeharto ternyata juga ada andil dari Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto mengakui bahwa ia salah satu orang yang menyarankan Soeharto untuk mundur dari jabatan Presiden pada Mei 1998 lalu.

Hal itu bukan karena ia tidak loyal melainkan saking cintanya pada Soeharto.

Baca: Prabowo Subianto Blak-Blakan Kebocoran Anggaran Negara Capai, Seribu Triliun, Bagaimana Survive

Baca: KETIKA Pramugari Cantik Gemetaran Saat Soekarno Nyatakan Cinta, Utarakan 1 Syarat Saat Beri Jawaban

Baca: Oknum Polisi Diduga Bobol ATM Terekam CCTV

"Waktu itu saya ikut menyarankan agar presiden Soeharto mengundurkan diri. Bukan saya engga loyal pada pak Harto justru saya loyal dan cinta sama pak Harto," ujar Prabowo dalam sambutannya acara deklarasi dukung Gerakan elaborasi rektor, akademisi dan aktivis Kampus Indonesia (Geraaak) di Balai, Kartini, Jakarta, Jumat, (5/4/2019).

Hasil Debat Capres ke-4: Kumpulan cek fakta Prabowo Subianto, bahas korupsi hingga membandingkan kapal selam Indonesia dengan Singapura.
Hasil Debat Capres ke-4: Kumpulan cek fakta Prabowo Subianto, bahas korupsi hingga membandingkan kapal selam Indonesia dengan Singapura. (Tribunnews/JEPRIMA)

Prabowo mengatakan bahwa ia saat itu mendukung gerakan reformasi. dukungan tersebut dilakukan karena ia sadar bangsa Indonesia saat itu dikelola secara salah oleh para elite.

Baca: Prabowo Subianto Blak-Blakan Kebocoran Anggaran Negara Capai, Seribu Triliun, Bagaimana Survive

Baca: KETIKA Pramugari Cantik Gemetaran Saat Soekarno Nyatakan Cinta, Utarakan 1 Syarat Saat Beri Jawaban

Baca: KESAKTIAN Pasukan Denjaka TNI AL yang Bikin Geleng-geleng Pasukan Navy Seal Amerika, Begini Aksinya

"Inti penyakit bangsa Indoneaia adalah bahwa kekayaan bangsa Indonesia tidak tinggal di Indonesia, dan ini sudah terjadi puluhan tahun dan ini harus kita akui sebagai kegagalan elite Indonesia. Ini bagian dari kegagalan saya karena saya dulu elite, elite tentara dan saya berusaha memperbaiki elite dari dalam makanya kami dukung gerakan reformasi," katanya.

Prabowo mengaku saat itu mendukung reformasi meskipun penguasa rezimnya adalah mertuanya sendiri.

Saat itu ia harus harus mengambil keputusan apakah membela keluarga atau membela bangsa Indonesia.
Selamat

"Pada saatnya saya harus ambil keputusan apakah membela keluarga atau membela suatu kesetiaan yang lebih tinggi dari sekedar kekeluargaan yaitu setia pada bangsa dan rakyat Indonesia," pungkasnya

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved