Tragis, 10 Fakta Tewasnya Guru Honorer Budi Hartanto, 7 Saksi Diperiksa, Ibu Syok Kepalanya Hilang

Si guru honorer yang bernasib tragis tersebut tersebut, Budi Hartanto (28). Dia berasal dari Kota Kediri, dan mengajar sebagai guru honorer

Tragis, 10 Fakta Tewasnya Guru Honorer Budi Hartanto, 7 Saksi Diperiksa, Ibu Syok Kepalanya Hilang
Didik Mashudi/Repro
Foto kenangan almarhum Budi Hartanto. Motif Mutilasi Guru Honorer SD Asal Kediri yang Jasadnya Dimasukan Koper dan Dibuang di Blitar 

Tragis, 10 Fakta Tewasnya Guru Honorer Budi Hartanto, 7 Saksi Diperiksa, Ibu Syok Kepalanya Hilang

TRIBUNJAMBI.COM, SURABAYA - Polisi terus mengusut tuntas kasus guru honorer dimutilasi yang membuat geger masyarakat Blitar dan Kediri, Jawa Timur selama dua hari ini, mulai Rabu (3/4/2019), hingga Kamis (4/4/2019) hari ini.

Si guru honorer yang bernasib tragis tersebut tersebut, Budi Hartanto (28). Dia berasal dari Kota Kediri, dan mengajar sebagai guru honorer di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di kota kelahirannya.

 

Sebelumnya, mayat Budi Hartanto ditemukan warga di pinggir Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4/2019).

Saat ditemukan, tubuhnya dimasukkan dalam koper dengan tanpa kepala.

Sejumlah fakta menarik terkait kasus pembunuhan Budi Hartanto, guru honorer dimutilasi menyeruak.

Guru muda yang ditemukan tewas mengenaskan itu, terakhir kali sempat melakukan komunikasi dengan pihak keluarga melalui pesan WhatsApp (WA).

Budi Hartanto masih sempat bercanda dengan saudaranya yang juga seorang guru.

Baca: Pria Ini Mengoleksi Boneka Menyeramkan, Yakini Ada Hantunya, Sekeluarga Alami Hal Mistis

Baca: SBY Wanti-wanti, Demokrat: Tak Hanya Ferdinand Hutahaean, 3 Politisi Lain Diincar Untuk Dijatuhkan

Baca: Fakta Mayat Terpotong Pria Ganteng Asal Garut Dalam Koper, Budi Hartanto Sempat Bergurau di WA

Baca: Habib Rizieq Bantah Pernah Menyebut Keislaman Prabowo Tak Jelas, Yusril Ihza Lampirkan Bukti

Disarikan dari pemberitaan di Surya.co.id dan Tribunmadura.com, melalui data di lapangan dan perkembangan kasusnya, berikut 10 fakta terbaru dan penting dari kasus guru honorer dimutilasi, yang mayatnya ditemukan tanpa kepala dalam koper dan dibuang di pinggir jembatan:

1. Korban dikenal pendiam

Sejauh ini pihak keluarga tidak pernah mendapati hal yang aneh pada Budi Hartanto (28), guru honorer yang menjadi korban pembunuhan dan tubuhnya dimutilasi.

Di mata keluarga, Budi Hartanto merupakan orang yang pendiam.

"Orangnya pendiam, sehari-hari korban menjadi guru honorer di SDN Banjarmlati (Kota Kediri) mengajar mata pelajar Kesenian," ujar Nasuha, paman korban, Rabu (3/4/2019) malam.

2. Pihak keluarga dapat kabar dari polisi

Nasuha, paman korban mengemukakan, pihak keluarga diberitahu tentang penemuan mayat dalam koper oleh petugas kepolisian.

"Tadi siang keluarga diberitahu terkait penemuan mayat korban mutilasi di dalam koper.

Sekarang orangtuanya telah berangkat untuk mengecek ke kamar mayat RSUD Mardiwaluyo, Blitar," ungkap Nasuha, Rabu (3/4/2019).

Hasilnya, ternyata benar dan identik, bahwa mayat di dalam koper yang ditemukan warga di pinggir Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, adalah Budi Hartanto.

3. Pesan Terakhir

Pihak keluarga mengungkap isi chat WhatsApp (WA) terakhir Budi Hartanto sebelum ditemukan tewas tanpa kepala dalam koper di Kabupaten Blitar.

Menurut paman korban, guru honorer itu sempat berkomunikasi dengan seorang rekannya melalui WhatsApp (WA), Selasa (2/4/2019) sekitar pukul 22.55 WIB. 

"Itu kontak terakhir korban dengan rekannya yang juga guru," ungkap Nasuha, paman korban, Rabu (3/4/2019) malam.

Kontak terakhir korban dengan rekannya, menurut Nasuha, terkait dengan obrolan gurauan.

Namun setelah kontak terakhir, HP (ponsel) milik korban sudah tidak bisa dihubungi lagi sampai sekarang.

4. Punya sejumlah bisnis

Selain menjadi guru honorer, Budi juga memiliki bisnis kecil-kecilan, berjualan di GOR Jayabaya serta jual beli handphone (ponsel).

Pemuda itu pun dikenal kreatif dan banyak memiliki usaha.

"Usahanya banyak karena anaknya kreatif," kata Nasuha, paman korban.

5. Warga berdatangan ke rumah korban

Sementara rumah korban di Jl Tamansari, Kota Kediri didatangi banyak pelayat dari keluarga dan tetangga, Rabu (3/4/2019).

Warga berdatangan setelah mengetahui kabar berita korban meninggal dunia ditemukan dalam koper.

Terkait penemuan mayat korban di wilayah Blitar, pihak keluarga tidak memiliki kerabat di Blitar.

Namun ada rekan korban yang dari Blitar.

Sementara belum diperoleh kabar kapan jenazah korban dipulangkan ke Kediri.

Apalagi sampai saat ini kepala korban masih belum ditemukan. 

"Jenazahnya dikenali dari sidik jarinya. Kami belum tahu kapan jenazahnya dipulangkan," jelasnya.

Korban Budi Hartanto merupakan anak sulung dari 3 bersaudara.

Cara Cerdik Soekarno Belikan Istri Pakaian Dalam Tapi Lupa Ukuran, Tanyakan Hal yang Bikin SPG Malu!

6. Tangisan ibu korban

Hamidah ibu korban tak kuasa menahan sedih hingga menangis histeris setelah diberitahu putranya menjadi korban mutilasi yang ditemukan dalam koper.

"Anak saya salahnya apa... saya tidak terima," ungkapnya.

Sejumlah kerabatnya tampak menenangkan dengan merangkulnya.

"Semoga pelakunya segera ditemukan," tuturnya.

Dari penjelasan pihak keluarga, korban meninggalkan rumah selepas Maghrib.

Tujuan korban saat itu dilaporkan menuju warung kopinya di kawasan GOR Jayabaya atau Gedung Nasional Indonesia (GNI).

"Korban keluar naik sepeda motor, sampai sekarang sepeda motornya masih belum ditemukan," jelas Nasuha.

7. Polisi masih mencari kepala korban

Polisi masih terus mencari kepala korban Budi Hartanto yang tewas tanpa kepala di Kabupaten Blitar.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, mengatakan bahwa saat ini polisi masih fokus mencari kepala korban yang diduga guru honorer asal Kediri tersebut. 

"Betul, saat ditemukan kondisi mayat korban tanpa kepala dimasukan dalam koper.

Sekarang kami fokus mencari kepala korban," kata AKP Heri Sugiono.

AKP Heri mengatakan polisi fokus mencari kepala korban mulai dari rumahnya di Kediri sampai di lokasi penemuan mayat korban di Udanawu, Kabupaten Blitar.

Satreskrim Polres Blitar Kota sudah berkoordinasi dengan Polres Kediri Kota untuk mencari kepala korban.

"Kami juga berkoordinasi dengan tim Jatanras Polda Jatim," ujarnya.

8. Kesaksian petugas kebersihan RSUD Mardi Waluyo

Petugas kebersihan kamar jenazah RSUD Mardi Waluyo, Saksono Buntaran mengatakan sempat diminta tolong mengangkat koper berisi mayat dari ambulans ke kamar jenazah saat tiba di RSUD Mardi Waluyo.

Sesampai di kamar jenazah, mayat dikeluarkan dari koper.

Dia sempat menyaksikan bagian tubuh mayat itu.

Menurutnya, kondisi mayat masih segar.

Dia memerkirakan mayat itu seorang laki-laki masih muda.

Tubuhnya kecil dan berkulit kuning.

"Posisi tubuhnya meringkuk, lalu ditarik untuk diluruskan. Tapi saya tidak melihat kepalanya," katanya.

Dia juga sempat melihat siku lengan kanan mayat itu terluka.

Menurutnya, luka di siku lengan kanan mayat itu mirip seperti terkena bacokan.

"Lukanya menganga seperti bekas sayatan," ujarnya.

 9. Tujuh Saksi Penting Diperiksa

Polisi sudah memeriksa tujuh saksi penting untuk mengungkap kasus guru honorer dimutilasi. Ketujuh saksi yang dimintai keterangan berasal dari keluarga dan teman-teman korban.

"Kemarin ada lima saksi yang dimintai keterangan, pagi ini ada dua saksi lagi yang diperiksa. Total ada tujuh saksi. Para saksi itu dua dari keluarga dan lima teman korban," kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, Kamis (4/4/2019).

Heri mengatakan, proses pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan di Polres Kediri Kota.

Menurutnya, penanganan kasus ini dilakukan oleh tim gabungan dari Polres Blitar Kota dan Polres Kediri Kota yang dibackup oleh Ditreskrimum Polda Jatim.

Selain memeriksa para saksi, polisi juga sedang mencari barang-barang korban yang hilang.

Salah satunya sepeda motor korban. Saat keluar dari rumah, korban membawa sepeda motor.

Sampai sekarang sepeda motor korban masih belum ditemukan.

Polisi juga sudah menyisir beberapa lokasi parkir di Blitar dan Kediri.

"Kami juga fokus mencari kepala korban. Tim masih menyisir di sekitar lokasi," ujar AKP Heri Sugiono.

10. Pengusutan Kasus Dibackup Polda Jatim

Polda Jatim langsung menindaklanjuti kasus guru honorer dimutilasi, yang mayatnya berada di dalam koper dan ditemukan di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/3/2019).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mangatakan, pihaknya membackup penuh penyelidikan kasus pembunuhan dan mutilasi tersebut yang dilakukan oleh Polres Kediri Kota dan Polres Blitar Kota.

"Masih dalam lidik oleh Polda Jatim karena ada dua TKP (Tempat Kejadian Perkara)," ungkap Barung Mengera di Mapolda Jatim, Rabu (3/4/2019).

Menurut Barung Mangera, pihaknya bersama tim DVI Forensik Polda Jatim masih melakukan identifikasi terhadap jenazah korban guru honorer korban mutilasi.

Meski identitas korban sudah diketahui tetapi sesuai prosedur pihaknya akan melakukan rangkaian identifikasi berupa tes DNA dari keluarga korban hingga proses outopsi. 

Baca: Pria Ini Mengoleksi Boneka Menyeramkan, Yakini Ada Hantunya, Sekeluarga Alami Hal Mistis

Baca: SBY Wanti-wanti, Demokrat: Tak Hanya Ferdinand Hutahaean, 3 Politisi Lain Diincar Untuk Dijatuhkan

Baca: Habib Rizieq Bantah Pernah Menyebut Keislaman Prabowo Tak Jelas, Yusril Ihza Lampirkan Bukti

Ini untuk memastikan penyebab kematian korban. Saat ini keluarga korban melakukan tes DNA untuk dicocokan terhadap jenazah korban.

"Memang identitas korban sudah diketahui namun harus divalidisasi karena belum 100 persem akurat kan. Itu bisa dilakukan melalui pemeriksaan forensik DNA, pemeriksaan darah dan lainnya," tegas Barung Mangera. (*)

TONTON VIDEO: Rawan Tumbang, Waspada Pohon Tinggi di Tengah Kota Jambi

IKUTI INSTAGRAM KAMI: TER-UPDATE TENTANG JAMBI

Artikel ini telah tayang di Tribunmadura.com dengan judul 10 Fakta Terbaru dan Penting Guru Honorer Dimutilasi, Dari Bisnis, Pesan Terakhir, Hingga Kebiasaan

Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved