Pilpres 2019 Bikin Penghina Ustaz Abdul Somad Kena Dampaknya, Nasibnya Belum Jelas

Penyebabnya, sudah empat kali sidang Jony Boyok ditunda atau batal untuk kasus penghinaan pada Ustadz Abdul Somad itu.

Pilpres 2019 Bikin Penghina Ustaz Abdul Somad Kena Dampaknya, Nasibnya Belum Jelas
capture youtube tafaqquh
UAS di Silau Laut, ceramah 3 hari takziah Hj Rohana 

Pilpres 2019 Bikin Penghina Ustaz Abdul Somad Kena Dampaknya, Nasibnya Terkatung-katung

TRIBUNJAMBI.COM-Ini nasib penghina Ustadz Abdul Somad kini. Hakim persidangan terpaksa lakukan ini di sidang Jony Boyok.

Saat ini, nasib Jony Boyok yang didakwa melakukan penghinaan pada Ustadz Abdul Somad belum menemui kejelasan dalam hal hukuman yang diterima.

Penyebabnya, sudah empat kali sidang Jony Boyok ditunda atau batal untuk kasus penghinaan pada Ustadz Abdul Somad itu.

 

Ya, sidang lanjutan kasus penghinaan terhadap Ustadz Abdul Somad ditunda lagi hingga usai Pemilu 2019.

Sidang lanjutan kasus penghinaan dan pencemaran nama baik Ustaz Abdul Somad masih batal dilaksanakan.

Agenda sidang, adalah untuk mendengarkan kesaksian saksi korban, dalam hal ini Ustadz Abdul Somad.

Baca: Keluarga Budi Hartanto Tuturkan Keanehan Sebelum Korban Dibunuh, Dibuang Dalam Koper

Baca: 3 Motif Pembunuhan Mayat Dalam Koper Tanpa Kepala, Polisi Ungkap Ada Motif Asmara

Baca: Bantahan TNI AU ke Suryo Prabowo, Disebut Pesawat Tempurnya Adang Pesawat Prabowo Subianto

Baca: Sikap Reino Barack Berubah 180 Derajat Setelah Nikahi Syahrini, Sampai Disoraki Penonton

Bahkan Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, memutuskan sidang lanjutan dengan terdakwa Joni Boy alias Jony Boyok ini ditunda sampai batas waktu tak ditentukan.

Untuk diketahui, sidang ini sudah empat kali ditunda.

Tiga kali, UAS belum bisa hadir karena sedang berada di luar negeri.

Sedangkan satu kali, saat UAS hadir, giliran Jony Boyok yang tak hadir lantaran sakit.

"Sidang kita tunda sampai waktu yang tak ditentukan,"ujar Hakim Ketua persidangan, Astriwati, Kamis (28/3/2019).

Penundaan ini kata dia, sudah disampaikannya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Syafril Dahlan.

Salah satu alasan ditunda sampai batas waktu tak ditentukan karena tidak sinkronnya jadwal kehadiran UAS sebagai saksi korban dan Jony Boyok sebagai terdakwa.

Sementara itu, JPU dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Syafril, menyatakan, belum bisa memastikan kapan UAS bisa hadir di persidangan.

Meski begitu, ia tetap optimis sidang akan segera digelar dalam waktu dekat.

Menurut Syafril, kemungkinan persidangan akan kembali digelar setelah Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 nanti.

"Diperkirakan hingga selesai Pemilu," ucap Syafril.

Sidang penghinaan terhadap UAS ini sendiri, baru digelar satu kali pada 7 Februari 2019 lalu, dengan agenda pembacaan dakwaan.

Setelah itu, secara berturut-turut sidang ditunda.

Ustadz Abdul Somad
Ustadz Abdul Somad (instagram Ustadz Abdul Somad)

Alasan Bikin Tulisan Hina UAS

Sebelumnya, pada sidang perdananya, Joni Boy alias Jony Boyok terdakwa penghinaan dan pencemaran nama baik Ustadz Abdul Somad (UAS) menjalaninya di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (7/2/2019).

Joni Boy didakwa memposting kata-kata kasar kepada UAS di akun Facebook-nya, Jony Boyok.

Sidang perdana dengan terdakwa Joni Boyok, dipimpin Hakim Ketua Astriwati, didampingi hakim anggota Basman dan Mangapul.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Syafril dalam dakwaannya menyebutkan, perbuatan Joni Boy dilakukannya pada Minggu, 2 September 2018 lalu sekitar pukul 12.00 WIB, di rumahnya di Jalan Kelapa Sawit Gang Dolok I Nomor 8 Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

Terdakwa Jony Boy memposting tulisan atau berita di akun media sosial, Facebook, milik terdakwa yang ditujukan kepada Ustaz H Abdul Somad.

Postingan itu berisikan , “Assalam mualaikum.... oooohhh somad biadab..... keturunan dajjal kjhatnmuu diatas setan.... kl setan masih sayang sm anaknya kl kao Dajjal untuk dikorban kan demi kepentinganpribadi.... neko neko kao qu rebok mumut dajjal muu itu yaaa tomad muda... ttd JB".

"Tujuan terdakwa memposting tulisan itu agar bisa dilihat oleh orang banyak," ucap Syafril.

Tulisan itu lanjut Syafril, dilihat saksi Delfizar, Nurzen dan Muhammad Khalid ketika membuka facebook pada 4 September 2018 saat saksi Delfizar, saksi Nurzen dan saksi Muhammad Khalid.

Postingan itu juga dilihat korban Ustadz Abdul Somad pada 5 September 2018, ketika berada di Sulawesi Selatan dalam rangka undangan tabligh akbar.

Selain tulisan, Joni Boy juga menyertakan tulisan di foto Ustadz Abdul Somad dengan menggunakan huruf kapital. “AKHIRNYA KERUKUNAN ANTAR AGAMA berhasil saya HANCURKAN”, tulisnya.

"Dalam kalimat yang diposting oleh terdakwa, maksudnya menganggap Ustad Abdul Somad sebagai orang yang tidak beradab, tidak memiliki adab atau kesopanan artinya menuduh dan menganggap UAS sebagai orang yang tidak memiliki kesopanan dan membawa pengaruh jelek," sambung Syafril lagi.

Ustadz Abdul Somad di GBLA Bandung
Ustadz Abdul Somad di GBLA Bandung (instagram Ustadz Abdul Somad)

Baca: Heboh 400 Ribu Amplop Rp 8 Miliar, KPK Baru Buka Rp 300 Juta, Akan Disebar ke Jawa Tengah II

Baca: Tragis, 10 Fakta Tewasnya Guru Honorer Budi Hartanto, 7 Saksi Diperiksa, Ibu Syok Kepalanya Hilang

Baca: Fakta Mayat Terpotong Pria Ganteng Asal Garut Dalam Koper, Budi Hartanto Sempat Bergurau di WA

Baca: Habib Rizieq Bantah Pernah Menyebut Keislaman Prabowo Tak Jelas, Yusril Ihza Lampirkan Bukti

Baca: Pria Ini Mengoleksi Boneka Menyeramkan, Yakini Ada Hantunya, Sekeluarga Alami Hal Mistis

Baca: Serangan Rasis Conor McGregor ke Istri Khabib Nurmagedov di Twitter, Lihat Balasannya

Baca: Keluarga Budi Hartanto Tuturkan Keanehan Sebelum Korban Dibunuh, Dibuang Dalam Koper

Baca: 3 Motif Pembunuhan Mayat Dalam Koper Tanpa Kepala, Polisi Ungkap Ada Motif Asmara

Baca: Bantahan TNI AU ke Suryo Prabowo, Disebut Pesawat Tempurnya Adang Pesawat Prabowo Subianto

Baca: Sikap Reino Barack Berubah 180 Derajat Setelah Nikahi Syahrini, Sampai Disoraki Penonton

Atas tulisan itu, Ustaz Abdul Somad merasa tidak senang, nama baiknya dicemarkan dan membunuh karakter UAS. Joni Boy pun dilaporkan ke Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

"Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," tegas Syafril.

(*)

TONTON VIDEO: Rawan Tumbang, Waspada Pohon Tinggi di Tengah Kota Jambi



IKUTI INSTAGRAM KAMI: TER-UPDATE TENTANG JAMBI

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Nasib Penghina Ustadz Abdul Somad Kini, Hakim Terpaksa Lakukan Hal Ini di Sidang Jony Boyok

Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved