3 Motif Pembunuhan Mayat Dalam Koper Tanpa Kepala, Polisi Ungkap Ada Motif Asmara

Pembunuhan Budi Hartanto (28), alias guru honorer dimutilasi, terus berusaha diungkap oleh kepolisian

3 Motif Pembunuhan Mayat Dalam Koper Tanpa Kepala, Polisi Ungkap Ada Motif Asmara
Surya.co.id
Budi Hartanto, Mayat di Dalam Koper Adalah Guru Honorer, Simpan Banyak Uang, Ini Pesan Terakhirnya 

Mayat Dalam Koper Tanpa Kepala, Korban Budi Hartano, Ada 3 Motif, Polisi Dalami Motif Asmara

TRIBUNJAMBI.COM, SURABAYA - Kasus pembunuhan dan mutilasi guru honorer di Kota Kediri, Budi Hartanto (28), alias guru honorer dimutilasi, terus berusaha diungkap oleh kepolisian. Termasuk berusaha secepatnya menangkap pelaku kasus pembunuhan sadis tersebut.

Untuk mewujudkan hal itu, sebanyak 13 orang terdekat dengan korban telah diperiksa oleh penyidik kepolisian.

 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, belasan orang yang diperiksa tersebut adalah mereka yang berkaitan langsung dengan penemuan mayat guru honorer dimutilasi, serta orang-orang yang dekat dengan korban Budi Hartanto, yang menjadi guru kesenian di SDN Banjarmlati, Kota Kediri.

Bahkan beberapa diantaranya adalah mereka yang berkomunikasi secara langsung dengan korban, beberapa hari sebelum korban ditemukan tewas secara mengenaskan.

"Jadi, 13 orang yang diperiksa adalah mereka yang terbilang dekat dan mereka yang terbilang terakhir berkomunikasi dengan si korban," tegas Barung Mangera, Kamis (4/4/2019).


Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sejumlah spekulasi tentang motif pembunuhan dan mutilasi Budi Hartanto pun menyeruak.

Namun, Frans Barung Mangera menyebut, pihaknya belum bisa memastikan motif pelaku, sebelum si pelaku utama pembunuhan dan kasus guru honorer dimutilasi ini tertangkap.

Baca: Heboh 400 Ribu Amplop Rp 8 Miliar, KPK Baru Buka Rp 300 Juta, Akan Disebar ke Jawa Tengah II

Baca: Tragis, 10 Fakta Tewasnya Guru Honorer Budi Hartanto, 7 Saksi Diperiksa, Ibu Syok Kepalanya Hilang

Baca: Fakta Mayat Terpotong Pria Ganteng Asal Garut Dalam Koper, Budi Hartanto Sempat Bergurau di WA

Baca: Habib Rizieq Bantah Pernah Menyebut Keislaman Prabowo Tak Jelas, Yusril Ihza Lampirkan Bukti

Baca: Pria Ini Mengoleksi Boneka Menyeramkan, Yakini Ada Hantunya, Sekeluarga Alami Hal Mistis

Baca: Serangan Rasis Conor McGregor ke Istri Khabib Nurmagedov di Twitter, Lihat Balasannya

Baca: Keluarga Budi Hartanto Tuturkan Keanehan Sebelum Korban Dibunuh, Dibuang Dalam Koper

"Penjelasan motif akan kami ekspos secara utuh Ketika pelakunya sudah tertangkap," jelasnya.

Meski demikian, Frans Barung Mangera menyebut, sedikitnya ada tiga kemungkinan alias spekulasi motif yang diduga menjadi alasan pelaku tega membunuh Budi Hartanto dan memutilasi tubuhnya.

Pertama, motif asmara. Kedua, motif dendam pribadi. Ketiga, motif ekonomi.

"Ada yang berspekulasi masalah asmara, masalah dendam, masalah ekonomi," lanjutnya.


Frans Barung tidak menjelaskan secara rinci motif Asmara dan motif dendam pribadi, selama proses penyidikan masih berlangsung.

Namun, dugaan pembunuhan bermotif ekonomi, bagi Frans Barung Mangera, terbilang cukup logis, jika didasarkan pada perbuatan pelaku.

Lantaran, beberapa benda pribadi korban seperti motor, ternyata tidak diketahui keberadaannya.

"Karena beberapa barang seperti motor juga hilang," tandasnya. 

Jenazah Budi Hartanto, guru honorer yang korban mutilasi saat akan dimakamkan dan diberangkatkan dari rumah duka di Jl Tamansari, Kota Kediri, Kamis (4/4/2019) dini hari.
Jenazah Budi Hartanto, guru honorer yang korban mutilasi saat akan dimakamkan dan diberangkatkan dari rumah duka di Jl Tamansari, Kota Kediri, Kamis (4/4/2019) dini hari. (TRIBUNMADURA/DIDIK MASHUDI)

Pembunuhan Berencana dan Berkelompok

Selain itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menambahkan, ada dugaan pembunuhan seorang guru honorer dilakukan secara berkelompok dan terencana.

"Ada indikasi juga pelaku pembunuhan dilakukan secara berkelompok," bebernya.

Dugaan itu, diperkuat karena lokasi di temukannya koper berisikan mayat tanpa kepala di dalam koper di pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar.

Karena medan lokasi tempat pembuangan mayat guru honorer korban mutilasi tersebut cukup sulit. Sehinggga dinilai mustahil jika dilakukan oleh pelaku seorang diri.

"Tidak mungkin pelaku membuat mayat korbannya itu seorang diri," analisanya.

Posisi mayat yang berada di dalam koper tertekuk dan memenuhi ruang koper.

Polisi ketika mendatangi lokasi penemuan mayat di dalam koper di pinggir sungai bawah jembatan Desa Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4/2019).
Polisi ketika mendatangi lokasi penemuan mayat di dalam koper di pinggir sungai bawah jembatan Desa Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4/2019). (TRIBUNMADURA/IST)

Saat diidentifikasi, mayat itu dalam keadaan terpotong tanpa kepala.

Selain itu juga terdapat beberapa luka goresan di beberapa anggota tubuh mayat tersebut, meliputi tangan dan kaki.

Sekadar diketahui, warga sebelumnya digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di dalam koper yang tergeletak di pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4/2019).

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu bernama Rudi Hartanto (28), warga Jalan Taman Melati, Tamansari, Kota Kediri.

Korban merupakan guru honorer di SDN Banjarmlati, Kota Kediri

Selain itu, guru honorer korban mutilasi yang dikenal sosok pendiam ini juga terungkap merupakan seorang usahawan muda handal.

Sejumlah usaha digelutinya, mulai bidang event organiser, kesenian, caffe, biliar, dan lain sebagainya.

Foto keluarga guru honorer di Blitar yang tewas dimutilasi, Rabu (3/4/2019).
Foto keluarga guru honorer di Blitar yang tewas dimutilasi, Rabu (3/4/2019). (TRIBUNMADURA.COM/DIDIK MASHUDI)

Mau Siapkan Event dan Bawa Uang Banyak

Kasus mutilasi yang menimpa Budi Hartanto (28), alias guru honorer dimutilasi, yang mayatnya ditemukan dalam koper di pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar diduga bermotif kriminal.

Karena saat korban dihabisi dari penjelasan ibunya Ny Habibah, dia sedang membawa uang dalam jumlah banyak.

Selain itu, korban juga membawa laptop berikut dua buah handphone miliknya.

Nasuka, paman korban menjelaskan, korban pamit kepada ibunya keluar rumah selepas magrib hendak ke warung yang dikelolanya di kawasan GOR Jayabaya.

Namun korban juga sempat menyebutkan sedang mempersiapkan ada acara event di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kota Kediri.

"Berapa uang yang dibawa ibunya tidak tahu, namun disebutnya banyak. Saat keluar korban juga membawa serta laptopnya," jelas Nasuka, Kamis (4/4/2019).

Termasuk sepeda motor yang dikendarai korban sekarang juga tidak jelas keberadaannya.

"Tidak biasanya korban membawa laptop, namun saat keluar naik motor, mobilnya ditinggal," tambah Nasuka.

Korban juga dipercaya rekannya mengelola usaha bersama sewa rental mobil.

Selain itu, korban juga menekuni jual beli handpjone dan pulsa.

Dalam kesehariannya, korban menjadi guru kesenian dengan status honorer di SDN Banjarmlati, Kota Kediri.

Kematian korban yang terjadi secara tragis dan mengenaskan tersebut benar-benar sangat mengagetkan pihak keluarganya.

Rumah duka masih dipenuhi para pelayat tetangga dan keluarganya.

Sementara warung kopi yang dikelola korban di kawasan GOR Jayabaya kondisinya juga acak-acakan. Namun tidak ditemukan jejak darah di areal warung.

Diduga korban dihabisi di TKP lain.

Kemudian untuk menghilangkan jejak dan menyulitkan penyelidikan kepalanya dimutilasi yang dibuang di lokasi terpisah.

Untuk memudahkan proses pembuangan dan tidak mengundang kecurigaan mayatnya dimasukkan ke dalam koper.

Selanjutnya, pelaku membuang koper di sungai bawah Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Kasus ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Petugas Satreskrim gabungan dari Polresta Blitar dan Kota Kediri masih menyelidiki kasusnya.

Dimakamkan Tanpa Kepala

Sementara itu, setelah dipastikan bahwa pria yang menjadi korban pembunuhan dan mutilasi adalah Budi Hartanto (28), maka jenazah guru honorer korban mutilasi (guru honorer dimutilasi), yang mayatnya ditemukan dalam koper di pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar langsung dimakamkan keluarganya di Pemakaman Umum Kelurahan Tamanan, Kota Kediri, Kamis (4/4/2019) dini hari.

Jenazah guru honorer korban mutilasi tersebut, tiba di rumah duka pada Rabu (3/4/2019) tengah malam.

Selanjutnya kerabat dan tetangganya melakukan salat jenazah di ruang tengah rumah duka. Jenazah korban dikemas dalam peti.

Selanjutnya setelah liang kubur di pemakanan siap, jenazah korban guru honorer dimutilasi tersebut diberangkatkan ke makamkan.

Polisi ketika mendatangi lokasi penemuan mayat di dalam koper di pinggir sungai bawah jembatan Desa Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4/2019). (TRIBUNMADURA/IST)
Ratusan pelayat memenuhi rumah duka ikut mengantarkan jenasahnya di pemakaman.

Namun pemakaman Budi Hartanto tanpa disertai dengan bagian kepalanya.

Karena kepala korban yang dimutilasi oleh pelaku sampai saat ini masih belum ditemukan.

Sementara prosesi pemakaman sendiri usai sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Di makam korban yang masih berstatus perjaka juga dipenuhi taburan bunga.

Keluarga korban terlihat sangat terpukul dengan kepergian yang tragis.

Baca: Heboh 400 Ribu Amplop Rp 8 Miliar, KPK Baru Buka Rp 300 Juta, Akan Disebar ke Jawa Tengah II

Baca: Tragis, 10 Fakta Tewasnya Guru Honorer Budi Hartanto, 7 Saksi Diperiksa, Ibu Syok Kepalanya Hilang

Baca: Fakta Mayat Terpotong Pria Ganteng Asal Garut Dalam Koper, Budi Hartanto Sempat Bergurau di WA

Baca: Habib Rizieq Bantah Pernah Menyebut Keislaman Prabowo Tak Jelas, Yusril Ihza Lampirkan Bukti

Baca: Pria Ini Mengoleksi Boneka Menyeramkan, Yakini Ada Hantunya, Sekeluarga Alami Hal Mistis

Baca: Serangan Rasis Conor McGregor ke Istri Khabib Nurmagedov di Twitter, Lihat Balasannya

Baca: Keluarga Budi Hartanto Tuturkan Keanehan Sebelum Korban Dibunuh, Dibuang Dalam Koper

Ibunya Ny Hamidah terlihat shock dengan kejadian yang menimpa putra sulung dari tiga bersaudara.

Korban mutilasi Budi Hartanto, selain menjadi guru kesenian honorer di SDN Banjarmlati 3 Kediri juga membuka usaha warung kopi di kawasan GOR Jayabaya, Kota Kediri.

Selain itu, usaha lainnya adalah jual beli handphone dan pulsa.


Suasana di kediaman Almarhum Budi Hartanto, guru honorer dimutilasi asal Kediri yang ditemukan tewas termutilasi dan potongan mayatnya dimasukkan ke dalam koper. Koper itu ditemukan di Blitar.
Suasana di kediaman Almarhum Budi Hartanto, guru honorer dimutilasi asal Kediri yang ditemukan tewas termutilasi dan potongan mayatnya dimasukkan ke dalam koper. Koper itu ditemukan di Blitar. (TRIBUNMADURA/DIDIK MASHUDI)

TONTON VIDEO: Rawan Tumbang, Waspada Pohon Tinggi di Tengah Kota Jambi

IKUTI INSTAGRAM KAMI: TER-UPDATE TENTANG JAMBI

Artikel ini telah tayang di Tribunmadura.com dengan judul UPDATE TERBARU Kasus Guru Honorer Dimutilasi, Tiga Motif Guru Budi Dihabisi dan Sosok Pelakunya

Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved