Kisah Soekarno

Presiden Soekarno Miliki Mertua Seorang Samurai Jepang Klan Satake, Kisah Itu Dibeberkan Sang Istri

Presiden Soekarno Miliki Mertua Seorang Samurai Jepang Klan Satake, Kisah Itu Dibeberkan Sang Istri

Presiden Soekarno Miliki Mertua Seorang Samurai Jepang Klan Satake, Kisah Itu Dibeberkan Sang Istri
Naoko Nemoto atau Ratna Dewi Soekarno. (istimewa) 

Soekarno memiliki banyak istri semasa dia hidup. Satu diantaranya Ratna Sari Dewi yang merupakan orang Jepang asli. Tahukah kamu, Soekarno pun miliki mertua seorang samurai Jepang

TRIBUNJAMBI.COM, TOKYO - Sejarah mencatat perjuangan Presiden Soekarno sesaat memimpin kemerdekaan Indonesia. Dirinya pun menjadi sosok yang pula digandrungi dan disukai wanita karena karismanya.

Ratna Sari Dewi Soekarno atau Naoto Nemoto (78) satu diantaranya yang menjadi istri Soekarno, Presiden RI yang pertama.

Ayah Ratna Sari Dewi Soekarno yang bernama Heishichiro Nemoto, meninggal dunia pada 1955, dalam usia 59.

Pria kelahiran 1896 itu, ternyata mantan samurai (aristokrat Jepang dari golongan kesatria/prajurit) di bawah klan Satake, yang ikut berjuang dalam perang besar Sekigahara.

"Ayah Dewi itu masih ada kaitan dengan keluarga Samurai Satake. Kemudian menjadi petani dan ayahnya, Heishichiro menjadi tukang kayu," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (18/9/2018).

Baca Juga:

Kejutan-kejutan yang Bakal Terjadi di Final Piala Presiden 2019, Apa Saja? Begini Penjelasannya

Sinopsis Film Furious 7 Tayang Malam ini di GTV, Aksi Terakhir Paul Walker Sebelum Tewas Kecelakaan

Hasil Sementara Persebaya Surabaya vs Madura United Semifinal Piala Predisen 2019 , Skor 0-0

Pencairan Dana Desa 2019 Dipermudah, 39 Desa di Sarolangun Ajukan Pencairan Dana Desa Tahap Satu

Di saat Perang Dunia II, ayah Dewi juga sempat membantu tim pemadam kebakaran Jepang.

Ketika itu, Amerika Serikat (AS) menjatuhkan bom di banyak tempat di Tokyo, sehingga mengalami kebakaran besar.

Baca Juga:

Sebulan Menikah, Syahrini Harus Menyesuaikan Diri Kebiasaan Reino Barack Ini Tiap Pagi

Pembunuh Imam Masjid di Kasang Kumpeh, Sempat Peluk Korban, Sebelum Mencoba Membacok Istri Korban

Motif Pria Asal Muarojambi Tusuk Imam Masjid, Ternyata Gara-gara Ini

Heishichiro juga minum metil alkohol yang seharusnya dipakai untuk membuat bom saat Perang Dunia II.

Hal itu diakui adik Heishichiro, Hirotaka Nemoto (70).

"Benar, dia memang saat itu karena stres banyak minum. Bukan sembarang alkohol, tetapi metil alkohol yang biasanya dipakai untuk merakit bom. Akibatnya matanya jadi tidak bisa melihat," paparnya.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved