Kasus Diskriminasi di Jogja, Slamet Ditolak Tinggal di Desa karena Beda Agama, Akhirnya Seperti Ini

Slamet Jumiarto memberikan fotokopi KTP, KK, hingga surat nikah. Setelah diperiksa, dirinya ditolak untuk tinggal, demikian pula saat melapor ....

Kasus Diskriminasi di Jogja, Slamet Ditolak Tinggal di Desa karena Beda Agama, Akhirnya Seperti Ini
(KOMPAS.com/MARKUS YUWONO)
Slamet Jumiarto (tengah), Kepala Dukuh Karet, Iswanto (kaus kuning), dan Kapolres Bantul, AKBP Sahat M Hasibuan (seragam polisi), berjabat tangan, sepakat pencabutan Peraturan Dusun Yang Diskriminatif di Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul, Selasa (2/4/2019) siang. 

Saat itu, hadir pula kepala dukuh, lurah dan RT setempat.

Belum adanya titik temu, pertemuan itu dilanjutkan malam hari.

Beberapa sesepuh warga menurutnya telah memperbolehkan dirinya tinggal di situ.

 Kelelahan, Inul Daratista Tertidur dengan Posisi Ini di Bandara, Pernah Terjungkal Juga di Panggung

 Ustaz Abdul Somad Ungkap Dialog Nabi Muhammad SAW dengan Malaikat Jibril di Malam Isra Miraj

 VIDEO VIRAL - Syahrini Dicuekin Via Vallen dan Marion Jola di Atas Panggung, Begini Endingnya

Kemudian, ketua RT lantas memberikan opsi agar dirinya bisa tinggal di Karet selama 6 bulan.

"Kalau hanya 6 bulan kan buat apa.

Sama saja penolakan secara halus kepada saya.

Kalau memang boleh ya boleh, kalau enggak ya enggak, gitu saja," ucap dia.

Setelah berdiskusi, akhirnya dirinya bersedia untuk pindah, namun dengan catatan mengembalikan seluruh biaya yang sudah dikeluarkan.

Selain itu, peraturan diskriminasi tersebut harus dibatalkan.

Selama mempersiapkan diri menempati rumah, dia sudah mengeluarkan uang Rp 4 juta untuk mengontrak satu tahun, Rp 800.000 untuk renovasi rumah, plus Rp 400.000 untuk transpor renovasi.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved