Kasus Diskriminasi di Jogja, Slamet Ditolak Tinggal di Desa karena Beda Agama, Akhirnya Seperti Ini

Slamet Jumiarto memberikan fotokopi KTP, KK, hingga surat nikah. Setelah diperiksa, dirinya ditolak untuk tinggal, demikian pula saat melapor ....

(KOMPAS.com/MARKUS YUWONO)
Slamet Jumiarto (tengah), Kepala Dukuh Karet, Iswanto (kaus kuning), dan Kapolres Bantul, AKBP Sahat M Hasibuan (seragam polisi), berjabat tangan, sepakat pencabutan Peraturan Dusun Yang Diskriminatif di Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul, Selasa (2/4/2019) siang. 

Di sana, ia memberikan fotokopi KTP, KK, hingga surat nikah.

Namun, saat diperiksa, diketahui dirinya beragama Katolik, dan ditolak untuk tinggal.

Demikian pula saat melapor ke kepala kampung.

Ternyata, penolakan ini berdasar pada aturan di dusun setempat bernomor 03/Pokgiat/Krt/Plt/X/2015.

Dalam aturan itu, pendatang non-Muslim tak diizinkan tinggal.

"Paginya saya ketemu ketua kampung, itu pun juga ditolak, kemudian saya ingin ketemu pak dukuh, cuma waktu kemarin belum tahu rumahnya, belum tahu namanya," ucap Slamet, saat ditemui di kontrakannya Selasa (2/4/2019).

Dirinya kemudian merekam curhatan hatinya, dan dikirimkan ke beberapa pihak, termasuk Sekretaris Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Kemudian diarahkan ke Sekda DIY, dan diteruskan ke Sekda Bantul.

Kepala Dukuh Karet, Iswanto (kaus kuning), Slamet Jumiarto (tengah), dan Kapolres Bantul AKBP Sahat M Hasibuan (seragam polisi) berjabat tangan pencabutan Peraturan Dusun Yang Diskriminatif di Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul, Selasa (2/4/2019) siang.
Kepala Dukuh Karet, Iswanto (kaus kuning), Slamet Jumiarto (tengah), dan Kapolres Bantul AKBP Sahat M Hasibuan (seragam polisi) berjabat tangan pencabutan Peraturan Dusun Yang Diskriminatif di Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul, Selasa (2/4/2019) siang. ((KOMPAS.com/MARKUS YUWONO))

Bahkan, curhatan kurang lebih 4 menit itu tersebar di sejumlah masyarakat melalui pesan singkat.

Pada Senin (1/4/2019), dirinya dipanggil untuk mediasi oleh Pemkab Bantul, di Kantor Sekda Kabupaten Bantul.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved