Kasus Diskriminasi di Jogja, Slamet Ditolak Tinggal di Desa karena Beda Agama, Akhirnya Seperti Ini

Slamet Jumiarto memberikan fotokopi KTP, KK, hingga surat nikah. Setelah diperiksa, dirinya ditolak untuk tinggal, demikian pula saat melapor ....

Kasus Diskriminasi di Jogja, Slamet Ditolak Tinggal di Desa karena Beda Agama, Akhirnya Seperti Ini
(KOMPAS.com/MARKUS YUWONO)
Slamet Jumiarto (tengah), Kepala Dukuh Karet, Iswanto (kaus kuning), dan Kapolres Bantul, AKBP Sahat M Hasibuan (seragam polisi), berjabat tangan, sepakat pencabutan Peraturan Dusun Yang Diskriminatif di Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul, Selasa (2/4/2019) siang. 

Di sana, Slamet Jumiarto memberikan fotokopi KTP, KK, hingga surat nikah. Setelah diperiksa, dirinya ditolak untuk tinggal, demikian pula saat melapor ke kepala kampung. Ternyata, penolakan ini berdasar pada aturan di dusun setempat bernomor 03/Pokgiat/Krt/Plt/X/2015.

TRIBUJAMBI.COM, YOGYAKARTA - Kasus diskriminasi kembali mencuat dari Yogyakarta.

Beberapa waktu lalu, sempat heboh kasus pemotongan salib di nisan seorang umat Katolik di Desa Purbayan, Kotagede, Yogyakarta.

Kali diskriminasi menimpa seorang warga Katolik yang akan menyewa rumah di Padukuhan Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Berada tak jauh dari situs Pleret, dusun yang dihuni kurang lebih 540 kepala keluarga, memunculkan polemik karena kedatangan Slamet Jumiarto (42).

Slamet Jumiarto merupakan warga pindahan dari Desa Mancasan, Pendowoharjo, Bantul, yang mengontrak rumah sederhana di Dusun Karet, Jumat (29/3/2019).

Awalnya, ayah dua orang anak tersebut diterima baik pemilik rumah.

Baca Juga

 Istri Rela Jual Ginjal karena Berobat Penyakit Ini Tak Ditanggung BPJS, Jajakan Organ Sejak 2017

 Kelelahan, Inul Daratista Tertidur dengan Posisi Ini di Bandara, Pernah Terjungkal Juga di Panggung

 Sindiran Keras ke Luna Maya, Syahrini Bongkar Taktik Agar Cepat Dipilih dan Dinikahi Reino Barack

 Daftar Mantan Danjen Kopassus yang Masuk Kubu Capres-Cawapres 2019, Ahli Strategi Semua

Bahkan, dirinya menyebut pemilik rumah tidak mempermasalahkan agama yang dianutnya.

Setelah merapikan rumah kontrakan yang terletak di gang kecil di Pedukuhan Karet, RT 008 pada Minggu (31/3/2019), sebagai warga baru, pria yang berprofesi sebagi pelukis ini melapor ke ketua RT.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved