Kisah Militer RI

Saling Bertatap Muka, Sintong si Legenda Kopassus Terdiam Bertemu Suku Kanibal di Gunung Jayawijaya

Saling Bertatap Muka, Sintong si Legenda Kopassus Terdiam Bertemu Suku Kanibal di Gunung Jayawijaya

Saling Bertatap Muka, Sintong si Legenda Kopassus Terdiam Bertemu Suku Kanibal di Gunung Jayawijaya
IniBaru.id
Ilustrasi Suku 

Saling Bertatap Muka, Sintong si Legenda Kopassus Terdiam Bertemu Suku Kanibal, di Gunung Jayawijaya

TRIBUNJAMBI.COM - Loncat dari pesawat dengan bantuan parasut pernah dilakukan satuan Komando Pasukan khusus (Kopassus) saat di menjalani misi pencarian orang di Papua.

Bisa dikatakan misi satu ini merupakan misi di luar logika untuk dilakukan.

Ya, misi ini sebenarnya sederhana, mencari sosok anak orang kaya asal Amerika Serikat yang hilang dibelantara Papua.

Namun yang jadi kendala besar adalah, isu yang menyelimuti hilangnya sosok anak saudagar kaya raya Amerika Serikat itu yang disebut tersesat di gunung tempat suku kanibal bermukim.

Sekitar dua bulan kemudian setelah diupayakan pencarian, jasad Rockfeller hanya ditemukan berupa sepotong kaki yang masih mengenakan sepatu.

Berdasar jenis sepatu itulah sepotong kaki itu kemudian dikenali sebagai jasad dari mendiang Rockfeller.

Kabar kematian Rockfeller dengan cara yang sangat tragis itu pun menjadi perhatian dunia internasional termasuk rumor bahwa Rockfeller telah dimakan oleh suku terasing yang tinggal di hutan belantara Papua Nugini.

Baca Juga:

Yogi Kirimkan Foto Alat Kelamin ke Mamah Muda, Langsung Ajak Ke Kamar, Ternyata Akhirnya Begini

Kisah Ketiban Rezeki, Pria Ini Kembalikan Dompet Berisi Rp42 Juta, Tapi Malah Menerima Rp1 Miliar

Syahrini Beberkan Servis Tiap Hari ke Suaminya, Jesica Iskandar: Aku Mencium Bau Ranjang Pengantin

Baca Komik Online Gratis, 3 Rekomendasi Aplikasi Baca Manga di Android Bahasa Indonesia Terbaik 2019

Rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia tidak hanya beredar di Papua Nugini tapi juga menyebar ke kawasan pedalaman Irian Barat (Papua) yang di tahun 1960-an masih merupakan hutan lebat yang belum terjamah.

Pada 5 Mei 1969 meski rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia di pedalaman Papua masih santer, sekitar 7 anggota pasukan baret merah RPKAD/Kopassus), 5 anggota Kodam XVII Cenderawasih Papua dan tiga warga asing yang juga kru televisi NBC, AS serta satu wartawan TVRI, Hendro Subroto melaksanakan ekspedisi ke Lembah X yang berlokasi di lereng utara gunung Jayawijaya.

Tim ekspedisi yang berjumlah total 16 orang itu dipimpin oleh personel RPKAD Kapten Feisal Tanjung sebagai Komandan Tim dan Lettu Sintong Panjaitan sebagai Perwira Operasi.

Lokasi ekspedisi disebut sebagai Lembah X dan berada di lereng utara Gunung Jayawijaya yang berpemandangan elok sekaligus merupakan tempat yang belum pernah dijamah oleh manusia dari luar.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved