Breaking News:

Debat Keempat Pilpres 2019

Debat Keempat Pilpres 2019, Jokowi Salah Data Soal Suku Bangsa dan Jumlah Bahasa Daerah. Cek Di Sini

Kesalahan data yang disebut Jokowi saat segmen kedua dalam pembahasan tema ideologi, Sabtu (30/3/2019).

Editor: andika arnoldy
Kompas.com
Link live streaming Kompas TV Debat Keempat Pilpres 2019 Jokowi vs Prabowo 

TRIBUNJAMBI.COM- Saat debat keempat Pilpres 2019, Calon Presiden (capres) 01 Joko Widodo (Jokowi) salah menyebutkan beberapa data. 

Kesalahan data yang disebut Jokowi saat segmen kedua dalam pembahasan tema ideologi, Sabtu (30/3/2019).

Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki 714 suku.

 "Anak-anak harus diberitahu bagaimana bertolereransi karena kita ini memiliki 714 suku," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menyebutkan ada 1.100 bahasa daerah yang ada di Indonesia.

"Anak-anak juga harus diberitahu bagaimana berkawan dengan orang yang 1.100 bahasa daerah yang berbeda-beda," ujarnya.

Baca: Paut Syakarin Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih Saat Pemilu 2019

Baca: MENGAKU Janda Tebar Rayuan di Facebook, Ajak Pemuda Kencan di Kos: Modus Pemerasan Gaya Baru

Baca: Rocky Gerung Kenakan Jaket Partai Demokrat, AHY : Kalau Butuh KTA Bisa Langsung Kita Cetak

Namun, data yang diucapkan Jokowi tersebut tidak sesuai dengan jumlah sesuai data.

Dilansir oleh Indonesia.go.id yang ditulis pada 2017 berdasarkan data BPS di tahun 2010 mengatakan Indonesia memilik 300 kelompok etnik yang terdiri dari 1.340 suku bangsa.

Sementara dilansir oleh Kemendikbud.go.id, pada tahun 2018, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Badan Bahasa Kemendikbud) telah memetakan dan memverifikasi 652 bahasa daerah di Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, capres Jokowi dan Prabowo tengah menjalani debat keempat capres, Minggu (30/3/2019).

Debat diselenggarakan di Hotel Shangri La, Jakarta.

Penyelenggaraan akan dibagi menjadi 6 segmen dengan alokasi 120 menit.

Visi Misi Capres di Debat Keempat Pilpres 2019

Pada segmen 1, para calon presiden mengutarakan visi dan misi mereka terkait tema yang diusung.

Diketahui, pada debat keempat ini, tema yang diangkat adalah 'Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan serta Hubungan Internasional'.

Berikut Transkrip Lengkap Visi dan Misi Jokowi

"Bismillahirrohmanirrohim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatu,

Selamat malam salam sejahtera bagi kita semuanya, om swastiastu namo buddhaya, salam kebajikan.

Yang saya cintai, yang saya banggakan seluruh rakyat indonesia di manapun berada dari sabang sampai merauke, dari miangas sampai pulau rote.

Yang saya hormati ketua KPU dan komisioner ketua Bawaslu.

Dan yang saya hormati sahabat baik saya bapak Prabowo Subianto Bapak Sandiaga Uno.

Bapak Ibu sekalian yang saya hormati, pancasila adalah kesepakatan para pendiri bangsa, para pemimpin-pemimpin bangsa dari berbagai daerah, berbagai organisasi, berbagai ras, berbagai suku, sebagai agama saat itu.

Oleh sebab itu menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga, merawat, dan menjalankan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa ,dan bernegara.

Di bidang pemerintahan ke depan diperlukan pemerintahan Dilan (Digital melayani), oleh sebab itu diperlukan reformasi dalam pelayanan publik lewat elektronik.

Kedua diperlukan penajaman dan penyederhanaan kelembagaan.

Ketiga diperlukan peningkatan kualitas SDM aparatur kita.

Jokowi dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019) (Capture/YouTube/KompasTV)
Keempat diperlukan reformasi tata kelola yang ketiga di bidang pertahanan peningkatan kualitas SDM.

Pengembangan kualitas SDM TNI sangat diperlukan, mutlak diperlukan terutama dalam hal penguasaan teknologi persenjataan dan cyber.

Karena ke depan perangnya adalah perang teknologi, oleh sebab itu pembangunan alutsista di dalam negeri sangat diperlukan.

Kalau kita belum mampu kita bisa melakukan join produksi dengan negara negara lain.

Di bidang politik luar negeri, kita tahu situasi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian, multilateralisme yang dilemahkan, proteksionisme yang semakin meningkat.

Tetapi indonesia harus berdiri tegak bermartabat, dan tetap menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif. 
Bebas, bebas menjalankan, memperjuangkan kepentingan-kepentingan nasional, dan aktif, ikut dalam perdamaian dunia yang baik," ujar Jokowi dikutip dari bahasakita.co.id

Berikut Transkrip Lengkap Visi dan Misi Prabowo

"Bismillahirrahmanirrahiim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Salam sejahtera bagi kita sekalian, shalom, om swastiastu, nama budaya, selamat malam saudara saudara sekalian, saudara-saudaraku di seluruh Indonesia di manapun kau berada.

Saudara sekalian, di ruangan ini saya Prabowo Subianto bersama saudara Sandiaga Salahuddin Uno mendapat kepercayaan maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Hari ini kita akan bicara tentang ideologi, pemerintahan, pertahanan, keamanan, dan hubungan internasional.

Saudara-saudara, bagi kami Pancasila adalah ideologi final, Pancasila adalah hasil suatu kompromi besar suatu kecemerlangan, dari generasi pendiri bangsa kita,Ppancasila berhasil mempersatukan ratusan kelompok etnis ratusan suku, agama-agama besar, budaya-budaya berlainan, dengan bahasa yang berlainan.

Kompromi ini yang menghasilkan Republik Indonesia, karena itu kami bertekad untuk mempertahankan Pancasila sampai titik darah yang terakhir.

Saya dari sejak 18 tahun telah tanda tangan sumpah untuk membela negara kesatuan republik indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kalau ada yang mau merubah ini akan saya hadapi dengan semua kekuatan yang ada pada diri saya.

Baca: Debat Keempat Pilpres 2019, Jadi Ajang Curhat, Jokowi & Prabowo Mengeluh Soal Fitnah PKI & Khilafah

Baca: Rocky Gerung Kenakan Jaket Partai Demokrat, AHY : Kalau Butuh KTA Bisa Langsung Kita Cetak

Di bidang pemerintahan, kami berpendapat bahwa lembaga-lembaga pemerintah harus kuat, baru negara kuat, baru program-program pembangunan bisa dilaksanakan.

Tidak mungkin program yang sehebat apapun kalau lembaga-lembaga pemerintah itu lemah, kalau terlalu banyak korupsi, kalau jual beli jabatan negara, tidak mungkin melaksanakan pembangunan.

Saya, kami berpendapat, bahwa kalau kami menerima mandat kami akan membersihkan lembaga-lembaga pemerintah.

Kami akan memperkuat lembaga-lembaga pemerintah, kami akan perbaiki seluruh kehidupan, kualitas hidup seluruh aparat pemerintah, supaya kita akan menghilangkan sekuat tenaga korupsi yang ada di republik ini .

Saya berpandangan bahwa korupsi di Indonesia sudah dalam taraf yang sangat parah, kalau penyakit, saya kira ini sudah stadium empat, dan rakyat yang saya ketemu di mana-mana seluruh Indonesia tidak mau negara ini terus seperti ini.

Mereka ingin negara dengan pemerintahan yang tidak korup.

Baca: Rocky Gerung Kenakan Jaket Partai Demokrat, AHY : Kalau Butuh KTA Bisa Langsung Kita Cetak

Baca: Debat Keempat Pilpres 2019, Jadi Ajang Curhat, Jokowi & Prabowo Mengeluh Soal Fitnah PKI & Khilafah

Baca: Debat Keempat Pilpres 2019, Capres Prabowo Singgung Soal Anggaran TNI Masih Minim, Ini Kata Jokowi

Di bidang pertahanan, keamanan kita terlalu lemah, anggaran kita terlalu kecil, ini akan kita perbaiki kemudian.

Di bidang hubungan internasional kita menganut seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak, kita akan baik dengan semua negara, dengan semua kekuatan di seluruh dunia, kita akan baik, kita akan mencari hubungan yang saling menguntungkan, tapi juga kita akan mempertahankan, dan membela rakyat kita.

Yang utama bagi kita, membela rakyat adalah kehormatan yang sangat mulia demikian ini yang ingin saya sampaikan dan kami bertekad menuju Indonesia menang," ungkap Prabowo.

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Salah Data: Jokowi Sebut 714 Suku dan 1.100 Bahasa Daerah di Indonesia, Ini Faktanya, http://wow.tribunnews.com/2019/03/30/salah-data-jokowi-sebut-714-suku-dan-1100-bahasa-daerah-di-indonesia-ini-faktanya?page=all.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved