Pilpres 2019

Mahfud MD : Jika Ada Yang Memilih Golput Itu Adalah Hal Yang Wajar, Pada Dasarnya Tidak Apa-Apa

Mahfud MD yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menyebut golput adalah hak setiap warga negara dan tidak menyalahi aturan yang berlaku.

(Capture vidio.com)
Tangan Mahfud MD saat komentari Jokowi, Minggu (24/3/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD mengungkapkan pemikirannya terkait orang yang tidak menggunakan hak suaranya atau golput dalam Pemilu Serentak 2019.

Mahfud MD yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menyebut golput adalah hak setiap warga negara dan tidak menyalahi aturan yang berlaku.

Bila ada seseorang yang memilih golput, Mahfud menilai hal tersebut sebagai hal yang wajar.

"Golput secara hukum pada dasarnya tidak apa-apa, kalau golput untuk diri sendiri dasarnya tidak apa-apa," ujar Mahfud, di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).

Baca: Di Balik Makna Kode 08 Sebutan Untuk Capres Prabowo Subianto, Akankah Menjadi Presiden Ke 8 ?

Baca: Dianggap Provokatif,Capres Jokowi Dilaporkan Ke Bawaslu Ajak Ke TPS Menggunakan Pakaian Warna Putih

Baca: Sebut Ada Kerusuhan Pasca Debat ILC, Rocky Gerung Sindir Rhenald Kasali Tak Paham Asal Usul Hoax

Akan tetapi, ia menggarisbawahi bila sikap golput dengan menjerumuskan atau menghalangi seseorang untuk memilih atau memberikan suaranya hal tersebut melanggar hukum.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD usai memberikan kuliah umum pada 'Dialog Kebangsaan' di UINSU. Mahfud mengatakan ia telah mengingatkan Mantan Ketum PPP Romahurmuziy terkait penjejakan di KPK.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD usai memberikan kuliah umum pada 'Dialog Kebangsaan' di UINSU. Mahfud mengatakan ia telah mengingatkan Mantan Ketum PPP Romahurmuziy terkait penjejakan di KPK. (TRIBUN MEDAN/ FATAH BAGINDA GORBY)

"Golput yang melanggar hukum itu misalnya menghalang-halangi orang memilih atau mengintimidasi orang agar tidak memilih nah itu secara hukum," kata dia.

Namun, mantan Ketua MK itu tetap mengimbau agar masyarakat tidak golput dalam gelaran Pemilu 2019 mendatang.

Baca: Di Balik Makna Kode 08 Sebutan Untuk Capres Prabowo Subianto, Akankah Menjadi Presiden Ke 8 ?

Baca: Napi di Lapas Jambi, Terbukti Kendalikan Sabu Dari dalam Lapas, Hakim Beri Vonis 8 Tahun Penjara

Baca: MENANTU Selingkuhi Ibu Mertua Sampai Hamil: Bayi Hubungan Gelap Dibuang ke Sungai

Alasannya, suara masyarakat nantinya akan menentukan siapa yang menjadi wakil rakyat dan pemimpin bangsa Indonesia dalam 5 tahun ke depan.

Meski demikian, Mahfud menegaskan golput tidak akan mengurangi legalitas hasil pemilu dan hanya mengurangi legitimasi hasil pemilu.

Baca: Dianggap Provokatif,Capres Jokowi Dilaporkan Ke Bawaslu Ajak Ke TPS Menggunakan Pakaian Warna Putih

Baca: Sebut Ada Kerusuhan Pasca Debat ILC, Rocky Gerung Sindir Rhenald Kasali Tak Paham Asal Usul Hoax

Baca: Terkuak Sumber Dana Kampanye Capres Capai Ratusan Miliar, Bandingan Dana Kampanye Prabowo dan Jokowi

"Golput itu hak, memilih itu hak, tetapi secara politik diharapkan tidak ada yang golput. Karena apa? Karena bagaimana pun negara ini harus melahirkan pemimpin dan Wakil rakyat," ujar Mahfud.

"Golput mungkin akan mengurangi legitimasi hasil pemilu. Tetapi tidak akan mengurangi legalitas hasil pemilu," imbuhnya

Editor: andika arnoldy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved