Pilpres 2019

Soal Pakai Jas Adalah Budaya Eropa BPN Nizar Zahro Sebut Jokowi Kritik Dirinya Sendiri

uru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga Uno, Nizar Zahro merespon sindirian Capres nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi soal j

Soal Pakai Jas Adalah Budaya Eropa BPN Nizar Zahro Sebut Jokowi Kritik Dirinya Sendiri
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Nizar Zahro di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019) 

TRIBUNJAMBI.COM- Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga Uno, Nizar Zahro merespon sindirian Capres nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi soal jas pakaian Eropa dan Amerika.

Menurutnya, penggunaan jas merupakan pakaian formal suatu pemimpin negara. Sehingga hal itu tak perlu dipermasalahkan.

Baca: Fakta Jelang Debat Keempat Pilpres 2019, Tingkat Kepemimpinan Capres hingga Sang Moderator

Baca: Istri Zumi Zola, Sherrin Tharia Kisahkan Perjuangan Dibalik Berdirinya Bisnis Mon Cheri, Gunakan Ini

Baca: Ferdinand Hutahaean : Tema Debat Keempat Untungkan Prabowo dan Berefek Negatif bagi Jokowi

"kalau pakai jas itu baju Eropa, lantas jas pak presiden dan wakil presiden yang di taroh di sekolah-sekolah, kantor kepala desa, di kantor kecamatan itu kan, mohon maaf, apakah Pak Jokowi mengkritik Pak Jokowi sendiri apa gimana," kata Nizar Zahro di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).

Diketahui, Paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menggukan pakaian jas dalam foto di surat suara.

Politisi Gerindra ini menambahkan, jika jas merupakan pakaian menunjukan sosok pemimpin.

Ia lantas mencontohkan bagaimana Presiden RI pertama, Bung Karno, Gus Dur hingga Megawati mengenakan pakaian jas.

Untuk itu, ia menyayangkan peryataan itu keluar dari Jokowi.

Sebab, jika peruntukannya hanya untuk kepentingan elektoral, hal itu harus dipisahkan peruntukannya.

"Presiden dan wakil presiden pake jas kan bukan foto presiden pake baju putih, tapi kan pakai jas. Itu kan simbol negara," jelasnya.

Sebelumnya, Sebelumnya Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada warga Dumai, Riau, pada 17 April 2019 untuk berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan hak pilihnya.

Baca: KLARIFIKASI Panitia Acara soal Pernyataan Model Tiffani Ingin Jadi Istri Kedua Sandiaga Uno

Baca: Fakta Jelang Debat Keempat Pilpres 2019, Tingkat Kepemimpinan Capres hingga Sang Moderator

Baca: Cawapres Maruf Amin Setuju dengan Capres Soal Rabu Putih Pada Pencoblosan 17 April Mendatang.

"Tinggal 22 hari lagi, saya titip mari kita mengajak kawan-kawan kita, saudara sekampung datang ke TPS," ujar Jokowi saat kampanye terbuka di bundaran Bukit Gelanggang, Selasa (26/3/2019) sore.

Capres nomor urut 01 itu pun meminta warga Dumai untuk tidak salah memilih pasangan capres-cawapres dalam kontestasi Pilpres 2019. Dimana, dirinya bersama cawapres Ma'ruf Amin menggunakan baju putih.

"Coblos itu bajunya putih, karena kita adalah putih, putih adalah kita," ujar Jokowi.

Baca: Pasangan Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Akan Kampanye di GBK Pada 7 April

Baca: Ferdinand Hutahaean : Tema Debat Keempat Untungkan Prabowo dan Berefek Negatif bagi Jokowi

Baca: Debat Indonesia Lawyer Club (ILC) Rocky Gerung Sebut UU Terorisme Bagai Meriam untuk Tembak Nyamuk

Jokowi pun menjelaskan, alasan dirinya dan Ma'ruf menggunakan baju putih untuk foto kertas suara, karena menggambarkan kesederhanaan.

"Kenapa pakai baju putih, karena baju putih itu murah, semua rakyat Indonesia memiliki. Kalau pakai jas, mahal dan jas itu pakaian Eropa, Amerika, orang Indonesia cukup pake baju yang murah, baju putih seperti yang saya pakai," ujar Jokowi sembari mengajak pendukungnya mengacungkan jempol.

Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved