Breaking News:

Penetapkan Tersangka Kekerasan pada Panwasludes Pelompek, Polres Kerinci Tunggu Gelar Perkara

Penyidik Polres Kerinci terus lakukan penyelidikan kasus kekerasan dan intimidasi terhadap Panwasludes Pelompek, Kecamatan Gunung Kerinci.

Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Penyidik Polres Kerinci  terus lakukan penyelidikan kasus kekerasan dan intimidasi terhadap Panwasludes Pelompek, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci.

Informasinya saat ini tinggal menunggu gelar untuk penetapan status tesangka terhadap oknum Kades Pelompek, yang diduga melakukan kekerasan terhadap Pengawas Pemilu di tingkat desa.

Kasat Reskrim Polres Kerinci, IPTU Toni Hidayat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, bahwa untuk sejumlah saksi telah dimintai keterangan terkait kasus dugaan kekerasan terhadap Panwasludes Pelompek.

"Ya, saksi sudah kita panggil semua," ujar Kasat Reskrim Polres Kerinci.

Untuk saat ini, hanya tinggal melaksanakan gelar perkara untuk menetapkan status tersangka. "Kita tinggal gelar perkara dan menetapkan tersangka," tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Baca: BLK Provinsi Jambi Siapkan 70 Paket Pelatihan untuk 1.000 Peserta Gratis, Cek Infonya di Website BLK

Baca: FPI Kota Jambi Laporkan Masih Ada Aktivitas Prostitusi di Pucuk, Fasha: Buktikan, Jangan Hanya Lapor

Baca: Koreksi Syaihu Cs Ditolak Bawaslu RI, Keputusan KPU Sarolangun Semakin Kuat

Baca: Kasus Narkoba Acai Bos Karaoke Hawai, Anggota Ditresnarkoba Polda Jambi Akui Temukan Sabu dan Bong

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten Kerinci, Hasferi Akmal, mengatakan bahwa hingga saat ini belum dapat pengaduan resmi terkait kasus dugaan kekerasan dan intimidasi oknum Kades Pelompek kepada Panwasludesa Pelompek.

"Untuk kasus Kades Pelompek, belum mendapat pemberitahuan dari Polres dan masyarakat atau Bawaslu, jadi untuk menyikapi itu, kami belum bisa menindak lanjutinya untuk menjadi dasarnya, kita hanya dapat informasi di media sosial, secara tertulis belum," jelasnya, Kamis (28/3).

Ditanya sanksi jika terbukti bersalah nantinya ? Kata Hasferi, untuk pemberhentian dan pengangkatan dari kepala desa apabila mendapat inkrah dari pengadilan maka akan tindak lanjuti dengan peraturan yang berlaku baik Perda maupun Perbup.

"Bisa, jadi ada pasal-pasal dalam Perbup itu apabila sudah tidak dipercaya lagi masyarakat atau melanggar kekuatan hukum yang sudah ada putusan inkrah bisa diberhentikan," pungkasnya.

Untuk diketahui Panitia Pengawas Desa (Panwasdes) Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci mengalami tindakan intimidasi dan kekarasan saat melaksanakan pegawasan, pada Jumat (22/02) lalu.

Diduga pelaku yang melakukan kekerasan adalah salah seorang oknum kades di kecamatan Gunung Tujuh, karena diduga oknum kades membagikan omplop kepada warga.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat sore (22/2), saat anggota DPR RI Zulfikar Ahmad, yang juga calon DPR RI Perwakilan Jambi, melaksankan kunjungan kerja ke Desa Pelompek.

Baca: 10 Tahun Berkonflik, PT BBS Minta Waktu Tiga Bulan untuk Selesaikan Konflik Lahan di Muarojambi

Baca: Pura-pura Pinjam Buat Telpon, Reza Malah Jual HP Temannya untuk Beli Narkoba, Kini Dipenjara 2 Tahun

Baca: Dua Murid SMK di Sarolangun Tak Ikut UNBK Hari Terakhir, Salah Satunya Dikabarkan Lagi Menikah

Baca: SUTT 150 Kv Muara Bulian-Sarolangun Beroperasi, PLN Klaim di Sarolangun Akan Jarang Mati Lampu

"Awalnya kita sebagai Panwaslu kecamatan bersama dengan Panwasludes mengawasi kegiatan anggota DPR RI Zulfikar Ahmad tentang TKI, karena Zulfikar juga Calon DPR RI juga, makanya kita awasi," jelas Hendi Torial Ketua Panwaslu Kecamatan Gunung Tujuh.

Namun, saat bersama juga hadir caleg DPRD Kabupaten Kerinci dari partai Demokrat, pada saat kegiatan terlihat ada yang membagikan amplop kepada warga yang hadir.

"Sempat saya foto dan saya pun ditarik kades Pelompek atas nama Jurizal, maka terjadi keributan di situ, tapi Panwasludes kami ditampar oleh oknum kades itu," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved