Akhirnya Muncul di Indonesia Lawyer Club (ILC), Rocky Gerung Langsung di Kritik Rhenald Kasali

Terjadi debat panas antara Rocky Gerung dengan Rhenald Kasali dalam mendefinisikan makna Hoax, selain itu juga mencari asal usul hoax.

Akhirnya Muncul di Indonesia Lawyer Club (ILC), Rocky Gerung Langsung di Kritik Rhenald Kasali
capture YouTube Indonesia Lawyers Club
Guru Besar UI, Rhenald Kasali tampak berselisih pendapat dengan Pengamat Politik Rocky Gerung terkait makna hoaks. 

Lanjutnya, Rhenald Kasali menjelaskan secara etimologi hoax dalam Bahasa Indonesianya berarti bohong.

Tapi, dalam kamus sains, hoax artinya kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat.

"Jada jangan (diartikan) itu alami, lucu-lucuan, itu ada tujuannya ko," terang Rhenald Kasali.

Rocky Gerung pun membantah penjelasan dari Rocky Gerung.

"Saya mau kasih keterangan dulu, sebab itu bisa salah arah yang diterangkan sodara Rhenald Kasali. Asal-usul kata hoax itu pertama kali muncul dalam ilmu pengetahuan ketika seorang profesor fisika namanya Alan sokal menulis sebuah artikel di majalah social text dengan nama samaran, lalu dipuji redakturnya tanpa tau itu adalah bohong," ucapnya.

Baca: Sholawat Badar dan Artinya, Syair Pujian bagi Nabi dan Ahli Badar Ciptaan Ulama Indonesia

Baca: Soal Pakai Jas Adalah Budaya Eropa BPN Nizar Zahro Sebut Jokowi Kritik Dirinya Sendiri

Baca: Pasangan Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Akan Kampanye di GBK Pada 7 April

Ia melanjutkan, sebenarnyq fungsi hoax yang diterapkan Alan Sokal itu adalah untuk menguji apakah redaktur majalah tersebut mengkroscek kembali tulisannya.

"Nah (tujuan) yang sama kita ujikan pada kekuasaan. dan kekuasaan mereaksi negatif, artinya kekuasaan juga gak berpikir," ungkap Rocky Gerung.

jadi hfunsi hoaks alam sokal itu adlaha untuk menguji apakah redkatru apakaha redaktur majalah yg bergengsi itu punya otak atau enggak

Mendengar jawaban Rocky Gerung, Rhenald Kasali mengatakan kalau Rocky Gerung seharusnya memaca banyak buku terkait asal-usul hoax.

"Saya kira referensi tak cukup membaca satu, anda harus banyak membaca buku, harus banyak baca referensi. Dengan referensi tunggal itu lah jadinya seperti ini," ungkapnya.

Baca: Partai Golkar Harapkan Capres Jokowi Bahas Kenaikan Anggaran Pertahanan Pada Debat Pilpres 2019

Baca: Cawapres Sandiaga Uno Janji Bakal Turunkan Harga Tiket Pesawat, Masalahnya Pada Bahan Bakar Avtur

Baca: Meski Era Sudah Digital, Kenapa Pemilu Masih Mencoblos Alias Manual?, Begini Penjelasan Mahfud MD

Halaman
123
Editor: andika arnoldy
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved