Nelayan di Tanjab Barat Mengaku Diusir Petugas DKP Tanjab Barat dari Perumahan Bantuan Pemerintah

Keluarga Syahran, nelayan di Tanjab Barat yang tinggal di perumahan nelayan bantuan pemerintah mengaku diusir Dinas Kelautan dan Perikanan Tanjabbar.

Nelayan di Tanjab Barat Mengaku Diusir Petugas DKP Tanjab Barat dari Perumahan Bantuan Pemerintah
Tribunjambi/Darwin
Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Tanjab Barat. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL- Keluarga Syahran, nelayan di Tanjab Barat yang tinggal di perumahan nelayan bantuan pemerintah mengaku diusir Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tanjabbar selaku pengelola.

Sembari berlinang air mata, istri Syahran mengaku pada awalnya ada keributan antara sesama anak warga di Perumahan Nelayan tersebut (salah satunya anak Syahran) sampai terjadi tindakan kriminal yang berujung ke meja hijau.

"Iya memang anak saya sudah bersalah dan sudah divonis oleh hakim dan mendapat ganjaran 4 tahun penjara, inikan masalah hukum sudah diterima dan dijalani anak saya kok kenapa kami juge ikut menerima hukumanya, kasian kami pak, laki saya sudah lari ntah kemana tau-tau kami pun disuruh kosongkan dan mengembalikan kunci rumah. Untung lah ada tetangga di Parit Empat ini yang mau nerima kami untuk tinggal sementara," ucap Ani sambil menangis.

Baca: Geger, Warga Koto Lebu Tenggelam di Sungai Batang Merao saat Cari Ikan, Pencarian Masih Dilakukan

Baca: BNNP Jambi Grebek Danau Sipin, Kota Jambi, Beberapa Orang Digelandang

Baca: Bentuk Pribadi Muslim dan Muslimah, Forum Studi Islam Universitas Jambi Rutin Adakan Kajian Islam

Baca: Lima Hari Jelang Penutupan, Pelaporan SPT PPh Capai 95,7 Persen

Terkait hal ini, Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Tanjab Barat, Prasojo membenarkan bahwa salah satu penghuni perumahan nelayan disuruh untuk mengembalikan kunci atau segera mengosongkan rumah dengan alasan tertentu.

"Salah satu alasanya karena anak yang bersangkutan tidak melaksanakan ketentuan dan tata tertib tinggal di perumahan itu," jelasnya.

Disebutkan Prasojo, kejadian ini sudah lama dan hal ini juga sudah disepakti berdasarkan laporan warga berserta Ketua RT di lingkungan perumahan tersebut, bahwa yang bersangkutan membuat keonaran atau melakukan tindak pidana dengan warga setempat.

"Setelah dilakukan pemanggilan serta mencari tau asal muasal kejadianya maka pihak Dinas sepakat dengan warga untuk menyuruh keluarga Syahran untuk mengembalikan kunci serta mengosongkan rumah tersebut," terangnya.

Sayangnya, Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Tanjabbar, H Erwin memilih bungkam saat hendak diwawancarai Tribunjambi.com dan awak media lainnya tentang aturan untuk mendapatkan perumahan serta admintrasi atau tata tertib untuk tinggal di perumhan bantuan pemerintah tersebut.

"Saya lagi sibuk ini," ujarnya singkat.

Baca: 20 Ribu Surat Suara Rusak, KPU Tanjab Timur Juga Kekurangan Ratusan Logistik Pemilu

Baca: Entaskan Penduduk dari Kemiskinan, Pemkab Muarojambi dan Baznas Prioritaskan Program Bedah Rumah

Baca: M Fauzi: Bupati Tanjab Barat Tak Perlu Kecewa

Baca: Tak Terima Dicoret dari DCT, 7 Caleg DPRD Sarolangun Ajukan Koreksi ke Bawaslu RI

Saat ditanya wartawan kapan ada waktu untuk diwawancarai. "Ya nanti aja, dak tau juga kapan," jawabnya sembari pergi.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved