Menahun Irigasi di Desa Pondok Pulau Sangkar Rusak, Sawah Empat Desa di Kerinci Jambi Kekeringan

Sudah bertahun-tahun irigasi di Desa Pondok Pulau Sangkar, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci mengalami kerusakan.

Menahun Irigasi di Desa Pondok Pulau Sangkar Rusak, Sawah Empat Desa di Kerinci Jambi Kekeringan
ist
Irigasi di Desa Pondok Pulau Sangkar, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci mengalami kerusakan. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Sudah bertahun-tahun irigasi di Desa Pondok Pulau Sangkar, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci mengalami kerusakan. Namun sampai saat ini belum juga ada perbaikan dari Pemerintah Daerah.

Menurut keterangan warga setempat, irigasi tersebut mengalami kerusakan sepanjang 300 meter. Irigasi itu merupakan salah satu akses masyarakat untuk mengairi sawah mereka.

Dahlan salah seorang warga setempat meminta kepada Bupati Kerinci dan anggota DPRD Kerinci dapil Kecamatan Bukit Kerman untuk mendengarkan keluhan dan memperhatikan masyarakat di sana.

"Kita minta Pemerintah Daerah untuk segera memperbaiki irigasi yang rusak di Desa Pondok Pulau Sangkar tersebut, karena irigasi itu sudah berusia 50 tahun," kata Dahlan.

Baca: M Fauzi: Bupati Tanjab Barat Tak Perlu Kecewa

Baca: Jumlah Bantuan Rumah Nelayan di Tanjung Jabung Timur Berkurang, Ini Penyebabnya

Baca: Hari Jadi Lapas ke 55, Warga Binaan Lapas Kuala Tungkal, Goro Bersihkan Masjid

Baca: Dugaan Korupsi Pembangunan Sekolah SMK Lukman Al Hakim, Saksi Ahli BPKP: Ada Selisih Rp100 Jutaan

Baca: Uang Pecahan Rp50 Ribu & Rp100 Ribu di Celengan Warga, Hilang Misterius, Ada yang Bilang Ulah Tuyul

Menurutnya, irigasi tersebut juga dimanfaatkan warga untuk mengairi kurang lebih 150 hektare sawah milik masyarakat 4 desa.

"Setiap musim tanam padi, kami harus gotong royong untuk merehap irigasi secara swadaya, supaya sawah warga bisa teraliri dengan baik," sebutnya.

Adi Anggota BPD Desa Pondok Pulau Sangkar mengatakan hal yang sama, bahwa irigasi yang rusak tersebut dibangun puluhan tahun yang lalu, namun belum ada perbaikan dari pemerintah. Akibatnya, sebagian warga mengalih fungsi lahan sawah mereka menjadi kebun dengan menanam jagung dan pepaya.

"Karena warga takut sawah mereka tidak bisa dialiri air, makanya banyak yang mengalih fungsi sawah menjadi kebun," ungkapnya.

Dia menyebutkan, ada empat desa yang memanfaatkan irigasi tersebut untuk mengaliri sawah mereka. Yakni Desa Pondok Pulau Sangkar, Pulau Sangkar, Desa Baru Pulau Sangkar dan Desa Sebrang Merangin.

"Jadi warga berharap agar irigasi tersebut sepanjang 300 meter direhap total dan dibuatkan jalan di bibir irigasi supaya masyarakat bisa merawat irigasi tersebut," pungkasnya.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved