Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Fee Hasil Panen WKS, di Desa Rantau Kapas Tuo

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Fee Hasil Panen Desa Rantau Kapas Tuo

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Fee Hasil Panen WKS, di Desa Rantau Kapas Tuo
Tribunjambi/Jaka HB
Sidang kasus Fee Hasil Panen Desa Rantau Kapas Tuo, di Pengadilan Tipikor Jambi. Jaksa Minta Majelis Hakim tolak eksepsi terdakwa 

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Fee Hasil Panen Desa Rantau Kapas Tuo

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batanghari, menolak eksepsi tiga terdakwa kasus fee hasil panen PT Wira Karya Sakti (WKS) milik Desa Rantau Kapas Tuo, Senin (25/3/2019).

M Ikhsan, jaksa Kejaksaan Negeri Batanghari mengatakan eksepsi yang dibaca penasehat hukum tidak perlu.

"Sehingga JPU menilai itu tidak perlu, karena sudah masuk pokok perkara," kata M Ikhsan.

Baca: VIDEO: Pohon Raksasa Penjaga Candi Mahligai di Komplek Candi Muarojambi

Baca: MENGERIKAN Pembantaian 115 Orang di Mali oleh Sekelompok Suku Pemburu: Para Korban Ditembak

Baca: Sopir Avanza yang Terbakar Selamat, 4 Pegawai BNI Meninggal, Keberadaan Pengendara Truk Masih Dicari

Ikhsan meminta majelis hakim menolak keberatan terdakwa serta menerima dakwaan JPU. Karena menurut dia, dakwaan JPU sudah memenuhi syarat formil.

Sebelumnya diketahui terdakwa diduga menggelapkan fee senilai Rp 280.371.000.

Tiga orang terdakwa adalah Yulsyafridanus, senior manejer di Departemen Hutan Tanaman Rakyat PT WKS, serta Hardiana dan Junaidi selaku senior staf.

Sebelumnya, ketiga terdakwa ini mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa yang menyatakan mereka telah melakukan penggelapan fee.

Baca: OC Kaligis Ajukan PK Kedua, Alasannya Karena Artidjo Alkostar Pensiun, hingga Tanggapan ICW

Baca: VIDEO: Cacing Gede Misterius Muncul di Kompleks Percandian Muaro Jambi, Jangan Disentuh Bila Bertemu

Baca: Kencan Dulu Baru Bunuh, Terkuak Alasan Seorang Dosen Doktor di UNM Bunuh Siti Zulaeha

Dalam dakwaan jaksa, mereka disebut tidak menyetorkan uang ratusan juta ke dalam PADes.

Uang tersebut merupakan hasil panen akasia di lahan milik Desa Rantau Kapas Tuo, Tembesi, Batanghari yang dikerjasamakan dengan PT WKS dengan pola kemitraan.

Hal ini dinilai bertentangan dengan Pasal 91 Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014, tentang peraturan pelaksana undang undang nomor 06 tahun 2014, tentang desa. Yang menyatakan bahwa seluruh pendapatan desa, diterima dan disalurkan melalui rekening kas desa, dan penggunaannya ditetapkan dalam APBDes.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa dianggap melakukan perbuatan yang memperkaya diri sendir, orang lain atau koorporasi senilai Rp280.371.000,- berdasarkan hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jambi.

Perbuatan ketiga terdakwa diancam dengam pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 huruf a, b, ayat 2 dan 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Fee Hasil Panen Desa Rantau Kapas Tuo (Jaka HB/Tribun Jambi)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved