Disunat Orang Tua, Bayi 5 Bulan Meninggal Dunia, Begini Teknik Sunat yang Direkomendasikan WHO

Akibat disunat orang tua di rumah, seorang bayi laki-laki berusia lima bulan meninggal dunia.

Disunat Orang Tua,  Bayi 5 Bulan Meninggal Dunia, Begini Teknik Sunat yang Direkomendasikan WHO
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Akibat disunat orang tua di rumah, seorang bayi laki-laki berusia lima bulan meninggal dunia.

Aparat Provinsi Reggio Emilia di Italia bagian utara melaporkan bahwa sang bayi sempat dibawa ke rumah sakit di Bologna pada Jumat (22/3) dalam kondisi jantung berhenti. Tak lama kemudian dia meninggal dunia.

Penyelidikan pidana kini tengah digelar terhadap orang tua sang bayi yang disebut berasal dari Ghana.

Kasus serupa pernah terjadi pada Desember lalu. Saat itu, seorang bocah meninggal dunia setelah menjalani sunat di pusat migran di Kota Roma.

Baca: Kabar Cut Tari Setelah 5 Tahun Menjanda, Benarkah Pindah ke Australia?

Baca: LIDA 2019 Top 21 Grup 4, Diyan Kalimantan Barat Tereliminasi, Bagaimana Aksi Ebi, Wakil Jambi?

Baca: Ahmad Dhani Diinfus di Rutan Madaeng, Al Ghazali Ralat Ayahnya Diabetes, Dul Jaelani Baru Tahu

 

 

Sekira 5.000 praktik sunat dilakukan di Italua setiap tahun, namun lebih dari sepertiganya dijalankan secara ilegal, menurut lembaga amal kesehatan Amsi.

Praktik khitan tidak dilakukan di rumah sakit atau klinik umum di Italia.

Bagaimana perbandingannya dengan negara lain di Eropa?

Khitan merupakan praktik yang legal di seantero Eropa, namun praktiknya menjadi lebih kontroversial.

Sebuah pengadilan di Jerman menetapkan larangan khitan di kawasan setempat pada 2012 setelah praktik sunat terhadap seorang bocah Muslim berusia empat tahun berujung pada komplikasi.

Baca: Myamnar vs Indonesia Malam Ini Senin 25 Maret 2019, Ajang Pembuktian Simon McMenemy

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini - Aries Perlu Berhati-hati, Capricorn Jangan Pernah Ragu untuk Bertindak!

Baca: Mulai Dari Nol Sampai Tajir Melintir,Reaksi Inul Daratista Saat Kehilangan Cincin Ratusan Juta

 

 

Hakim pengadilan berdalih larangan itu diberlakukan karena sunat "mengubah secara permanen dan tidak bisa diperbaiki".

Halaman
123
Editor: heri prihartono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved