Dianggap Bukan Komoditi Unggulan, 17 Ribu Hektare Kebun Pinang di Tanjab Timur Kurang Perhatian

Kabupaten Tanjab Timur saat ini tercatat memiliki 17.000 hektare perkebunan pinang, yang tersebar di beberapa wilayah dan daerah.

Dianggap Bukan Komoditi Unggulan, 17 Ribu Hektare Kebun Pinang di Tanjab Timur Kurang Perhatian
Tribunjambi/Abdul Usman
Petani pinang di Tanjab Timur sedang menjemur hasil kebunnya. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Selain komoditi kelapa dalam, kelapa sawit, kopi dan karet, di Kabupaten Tanjab Timur juga memiliki komoditi unggulan tambahan yakni pinang. Namun sayang masih minim perhatian dari pemerintah daerah.

Dikatakan Kabid Perkebunan Tanjung Jabung Timur, Gunarto saat disambangi Tribunjambi.com di ruangannya mengatakan, di Kabupaten Tanjab Timur saat ini tercatat memiliki 17.000 hektare perkebunan pinang, yang tersebar di beberapa wilayah dan daerah.

“Namun jumlah tersebut berdasarkan hitungan campuran, kebanyakan tanaman pinang tersebut untuk tanaman sampingan selingan. Tanaman pendampingan tanaman Kelapa. Bukan tanaman unggulan,” ujarnya.

Baca: Keliru Sedikit, Harga Pinang di Tanjab Timur Bisa Anjlok

Baca: Pemprov Jambi Berikan Rp 22,7 Miliar dari Pajak Rokok untuk BPJS Kesehatan

Baca: 217 Peserta CPNS Pemprov Jambi Akan Terima SK Selasa Besok

Baca: Dua Titik Panas Terpantau di Tanjab Barat, Bupati Safrial Keluarkan SK Siaga Bencana 2019

Baca: VIDEO: Ini Identitas Korban Mobil Avanza yang Terbakar Setelah Bertabrakan dengan Truk di Merangin

Untuk penyebarannya sendiri merata didominasi di kawasan Sabak Timur hingga Nipah Panjang dan wilayah wilayah sekitarnya. Memang untuk buah pinang sendiri meskipun bernilai jual namun belum menjadi prioritas utama.

“Karena kita masih utamakan komoditi sawit dan kelapa, dan tahun ini kita akan kembangkan komoditi kopi liberika,” jelasnya.

Begitu pula untuk bantuan bibit tidak setiap tahun ada, untuk bantuan peralatan pengupas pinang sendiri terakhir tahun 2016. Dimana bantuan tersebut diambil dari dana APBD II namun tiap tahunnya tidak pasti ada dan tidak sama seperti tahun sebelumnya.

“Untuk tahun 2018 sendiri bantuan bibit ada sekitar 10 ribu bibit pinang betara, untuk tahun ini bantuan bibit tidak ada karena minim anggaran, karena di dinas kita ada 127 komoditi yang harus ditangani,” jelasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved