6 Presiden dan 9 Gubernur Bangun MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta, Jokowi Yang Meresmikan

Setelah melalui 6 Presiden dan 9 Gubernur, akhirnya Indonesia memiliki MRT (Moda Raya Terpadu) di Jakarta.

6 Presiden dan 9 Gubernur Bangun MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta, Jokowi Yang Meresmikan
tribunnews/irwan rismawan
Warga mengantri untuk menaiki kereta MRT di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3/2019). Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 1 dengan rute Bundaran HI - Lebak Bulus resmi beroperasi sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi Minggu (24/3/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Setelah melalui 6 Presiden dan 9 Gubernur, akhirnya Indonesia memiliki MRT (Moda Raya Terpadu) di Jakarta.

Penantian masyarakat selama 34 tahun akhirnya terobati dengan peluncuran MRT oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 24 Maret 2019.

Pembangunan transportasi angakutan darat MRT, awalnya tercetus pada tahun 1985 lalu. Usulan pembangunan MRT pada waktu tiu dilontarkan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), BJ Habibie.

Menurut catatan kompas.com, ada empat studi yang dilakukan Habibie untuk merencanakan pembangunan MRT. Mulai Jakarta Urban Transport Program (1986-1987), Integrated Transport System Improvement by Railway and Feeder Service (1988-1989), Transport Network Planning and Regulation (1989-1992), hingga Jakarta Mass Transit System Study (1989-1992).

Baca: Ini Sosok Vincentia Tiffani, Wanita yang Ingin Jadi Istri Kedua Sandiaga Uno, Ternyata Mahasiswi

Baca: Empat Orang Penumpang Avanza Dilaporkan Terbakar Pada Tabrakan Maut di Merangin Jambi

Baca: VIDEO: Segini Mesranya Saat Liburan di Swiss, Ternyata Syahrini & Reino Barack Belum Bulan Madu!

Selang lima tahun, studi yang dilakukan pria yang menjadi presiden RI ke-3 itu ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu Sutiyoso.

Selama 10 tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Ibu Kota itu, Bang Yos, sapaan akrab Sutiyoso membuat dua studi dan penelitian yang dijadikan landasan pembangunan MRT.

Setelah melewati beberapa tahapan, baru pada era kepemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rencana pembangunan MRT dijadikan proyek nasional. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mulai bahu membahu mewujudkannya dan berbagi tanggung jawab.

Selanjutnya pada 28 November 2006 penandatanganan persetujuan pembiayaan Proyek MRT Jakarta dilakukan oleh Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Kyosuke Shinozawa dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang Yusuf Anwar.

Baca: Sinopsis dan Trailer Film Dora and the Lost City of Gold, Bagaimana Keseruan Film Dora?

Baca: Catat! Kisi-kisi Soal UNBK & UNKP SMK/Madrasah Aliyah Mata Pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris

Baca: Mahfud MD Sebut Jokowi Sederhana, Prabowo Keras, Nada Suara Berubah

JBIC pun lalu mendesain dan memberikan rekomendasi studi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam kesepakatan JBIC - Pemerintah Indonesia, ditunjuk satu badan untuk jadi satu pintu pengorganisasian penyelesaian proyek MRT. Selanjutnya JBIC merger dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Pada tahun 2008, saat Fauzi Bowo (Foke) menjadi Gubernur, Pemprov DKI akhirnya membentuk badan usaha yang bernama PT Mass Rapid Transit Jakarta.

Halaman
123
Editor: Dodi Sarjana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved