19 TKA dari Thailand dan Malaysia Bekerja di Empat Perusahaan di Bungo, Ini Daftar Perusahaannya

Sebanyak 19 tenaga kerja asing tercatat bekerja di beberapa perusahaan di Kabupaten Bungo.

19 TKA dari Thailand dan Malaysia Bekerja di Empat Perusahaan di Bungo, Ini Daftar Perusahaannya
Tribun Jambi/Wahyu Herliyanto
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sarolangun menemukan dua tenaga kerja asing (TKA). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Maret ini, sebanyak 19 tenaga kerja asing tercatat bekerja di beberapa perusahaan di Kabupaten Bungo. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bungo, Annalukita menyampaikan, jumlah itu menurun dibanding Januari lalu.

"Dari daftar yang kita miliki, jumlahnya menurun dari sebelumnya," katanya kepada Tribunjambi.com, Kamis (21/3/2019).

Berdasarkan data bulan Maret, dari ke-19 TKA tersebut, semua berjenis kelamin laki-laki dan berasal dari dua negara berbeda. Dari data tersebut, terdapat 15 TKA berasal dari negara Thailand dan 4 TKA berasal dari Malaysia.

Para TKA tersebut menduduki posisi yang berbeda sesuai dengan keahliannya. Mereka bekerja di empat perusahaan. Dengan rincian, 15 orang di PT Star Rubber, 2 orang di PT Megasawindo Perkasa, 1 orang di PT Jamika Raya, dan 1 orang di PT Karya Cemerlang Persada.

Baca: 80 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Lima Perusahaan di Tanjab Barat, di Perusahaan Ini Mereka Bekerja

Baca: Disnakertrans Catat Jumlah TKA di Sarolangun Meningkat, Paling Banyak dari Tiongkok dan India

Baca: Mun Tak Sangka, Kulkas yang Dibeli dari Raju Ternyata Barang Curian, Kini Terancam Hukuman Penjara

Baca: Polda Jambi Laksanakan Apel Gelar Pasukan, Siapkan Pengamanan Pemilu 2019

Baca: Hari Keempat Pentas Seni Nusantara di Jambi, Tampilkan Nyayian dan Tarian Minang, Bugis Hingga Bali

Lebih banyak, pada bulan Januari 2019 lalu, jumlah TKA yang diterima Disnakertrans Bungo sebanyak 26 orang. Sebanyak 22 TKA dari Thailand dan 4 TKA dari Malaysia. Ada pun rinciannya, 22 orang di PT Star Rubber, 2 orang di PT Megawasindo Perkasa, 1 orang di, PT Karya Cemerlang Persada, dan 1 orang di PT Jamika Jaya.
Annalukita menerangkan, sebelum bekerja, para TKA itu mesti melengkapi dokumen.

"Yang harus dilengkapi itu, ada Keputusan Kementrian Tenaga Kerja tentang pemberian izin mempekerjakan tenaga asing. Dari Kemenkumham, ada surat izin tinggal terbatas elektronik bekerja. Dan yang terakhir itu, paspor," jelasnya.

Dari pantauan Disnakertrans Bungo, hingga saat ini belum ditemukan pelanggaran dalam mempekerjakan orang asing. Annalukita berharap, pihak perusahaan rutin menyampaikan laporan terkait jumlah tenaga asing yang dipekerjakan di perusahaan. Apa lagi mengingat perputaran pekerja antar perusahaan cukup tinggi.

"Karena kadang mereka itu bekerja ada batas waktunya. Untuk itu, perlu pelaporan," tandasnya.
(Mareza Sutan A J/ Tribun Jambi)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved