Ketemu Tokoh Agama dan Masyarakat Jelang Pemilu, Kapolres Muarojambi Minta Warga Berani Lawan Hoaks

Kapolres Muarojambi, AKBP Mardiono, terus melakukan silahturahmi dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Ketemu Tokoh Agama dan Masyarakat Jelang Pemilu, Kapolres Muarojambi Minta Warga Berani Lawan Hoaks
Tribunjambi/Samsul Bahri
Kapolres Muarojambi melakukan pertemuan berama tokoh agama dan tokoh masyarakat jelang Pemilu 2019. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Kapolres Muarojambi, AKBP Mardiono, terus melakukan silahturahmi dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan Pemilu 2019 aman, damai dan sejuk di Kabupaten Muarojambi.

Silahturahmi kali ini, kapolres sambangi Pengasuh Pesantren Al Mutaqin, KH Tabroni. Kemudian, Ketua PC NU Muarojambi, KH Syarif dan tokoh masyarakat Sengeti, Herkin.

Dalam sambutannya Kapolres Muarojambi meminta agar seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Muarojambi agar netral dan jangan ikut kepentingan politik.

"Saya minta kita netral, jangan ikut kepentingan politik, kita bisa mengingatkan kepada temen-temen semua, tempat ibadah itu jangan dijadikan tempat politik karena bila ada yang dijadikan tempat berpolitik, takutnya nanti ada gesekan," ujar AKBP Mardiono.

Baca: Rokok Tanpa Pita Cukai Beredar Bebas di Sungai Penuh dan Kerinci

Baca: 31 Tenaga Kesehatan Diangkat Jadi CPNS Muarojambi, Penetapan Tunggu SK Bupati Masnah

Baca: Kasus Pipanisasi Tanjab Barat, Divonis 2,5 Tahun Penjara Wendy Leo Masih Pikir-pikir untuk Banding

Baca: Ditinggal Sebentar Layani Pembeli, Rumah Makan di Jangkat Habis Terbakar, Polisi Ungkap Penyebabnya

Baca: Jadi Pemateri Peradaban Melayu Jambi, Salma Mahir Berpesan Agar Budaya Melayu Tak Ditinggalkan

Ditambahkan AKBP Mardiono, bahwa ada dua poin utama yang harus dipegang oleh masyarakat yakni menolak dan melawan. Dalam hal ini dimaksudkan untuk menolak dan melawan segala bentuk fitnah, ujaran kebencian, berita hoaks dan isu sara yang dapat menimbulkan perpecahan dalam masyarakat.

"Serta menolak segala bentuk aktivitas politik di tempat ibadah demi terciptanya pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk. Harapan kami dari kepolisian, hanya untuk mempererat hubungan, dari tokoh ulama, tokoh agama, dan pemuda kita jangan sampai terpecah," ujarnya.

Selain itu, disoal pemetaan titik-titik yang berpotensi rawan di Kabupaten Muarojambi, Kapolres menyebut pihaknya telah melakukan pemetaan. Indikator pemetaan, dikatakan AKBP Mardiono berbasis pada jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada.

"Untuk titik rawan di Muarojambi kita masih melihat dari jumlah DPT yang ada. Yang terbanyak di Sungai Gelam, Sungai Bahar dan Kecamatan Jaluko. Dari hasil pantuan kita, kondisi masih kondusif serta aman terkendali," papar perwira melati dua ini.

Sementara, untuk menjaga keamanan pelaksanaan pemilu serentak nanti, pihaknya akan menerjunkan kekuatan penuh yang akan tersebar di seluruh TPS di wilayah Kabupaten Muarojambi.

"Untuk pengamanan nantinya kita akan menurunkan sekitar 309 personel dari Polres Muarojambi dan ditambah perkuatan dari Polda Jambi sebanyak 97 personel untuk pengamanan di TPS," pungkasnya.

Baca: Cuitan Fahri Hamzah Sindir Rocky Gerung Bandingkan Histeria Terhadap Kubu Petahana, Jokowi-Maruf

Baca: Mahfud MD Bongkar Tiga Kasus Jual Beli Jabatan di Kemenag Di ILC TV One, Siapa Terlibat ?

Baca: Konser Tiket Westlife di Jakarta Dijual Mulai 28 Maret Ini

Baca: VIDEO: Momen Bersejarah Saat Alquran Dibacakan di Parlemen Selandia Baru, Suasana Berubah

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved