Aneh! Patok Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik Ditemukan Bergeser Sejauh 1 KM ke Arah Indonesia

Aneh! Patok Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik Ditemukan Bergeser Sejauh 1 KM ke Arah Indonesia

Aneh! Patok Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik Ditemukan Bergeser Sejauh 1 KM ke Arah Indonesia
Istimewa
Intel TNI Kaget Dapati Patok Batas Negara Indonesia-Malaysia Bergeser Sejauh 1 Km Ke Arah NKRI di Pulau Sebatik 

Setelah 6 (enam) kali berunding dengan Malaysia, lanjut Eddy, pihaknya sudah mulai membuat garis-garis batas dengan Malaysia. Ia menyebutkan, ada beberapa segmen yang mulai dipahami kedua negara.

“Saya konsentrasi sekarang di (batas wilayah) Pulau Sebatik dan Tawau (Malaysia). Kami sedang merancang suatu ilustrasi klaim laut kita, bagaimana kita bisa mengamankan poin-poin terdekat kita dengan Malaysia,” kata Eddy dalam pertemuan dengan Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid, di Pos Angkatan Laut, Sei Pancang, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Selasa (13/6/2017) seperti dikutip GridHot.ID, dari Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Baca Juga:

VIDEO: Lucinta Luna Angkat Bicara Soal Menikah, Mengaku Tegang dan Menangis, Siapkan Trailer Nikahan

Hotman Paris Bongkar Biaya yang Dikeluarkan Syahrini Sewa Jet Pribadi, Disebut Malah Lebih Murah

Harga Cabai Merah di Pasar Angso Duo, Turun Rp 2 Ribu, Sembako Lain Normal

BREAKING NEWS Dua Wakil Bupati di Jambi Diperiksa KPK Hari Ini, Saksi Kasus Suap Ketok Palu

 Perkara Ambalat hanya satu dari sekian banyak hal yang harus dipusingkan Malaysia. Negeri jiran itu

Lutfi Fauziah
Perkara Ambalat hanya satu dari sekian banyak hal yang harus dipusingkan Malaysia. Negeri jiran itu

Sebelumnya, Indonesia dan Malaysia pernah berkonflik perihal blok Ambalat.

Ambalat adalah blok laut luas mencakup 15.235 kilometer persegi yang terletak di Laut Sulawesi atau Selat Makassar dan berada di dekat perpanjangan perbatasan darat antara Sabah, Malaysia, dan Kalimantan Timur, Indonesia.

Pada tanggal 27 Oktober 1969 dilakukan penandatanganan perjanjian antara Indonesia dan Malaysia, yang disebut sebagai Perjanjian Tapal Batas Kontinental Indonesia - Malaysia.

Kedua negara masing-masing melakukan ratifikasi pada 7 November 1969.

Tak lama berselang masih pada tahun 1969 Malaysia membuat peta baru yang memasukan pulau Sipadan, Ligitan dan Batu Puteh (Pedra blanca) dalam wilayah negaranya.

Hal ini membingungkan Indonesia dan Singapura yang pada akhirnya Indonesia maupun Singapura tidak mengakui peta baru Malaysia tersebut.

Kemudian pada tanggal 17 Maret 1970 kembali ditanda tangani Persetujuan Tapal batas Laut Indonesia dan Malaysia.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved