ILC Tadi Malam - Selain Andi Faisal Bakti Menang Pemilihan Rektor, Mudjia Rahardjo Juga Tak Dilantik

Sosok guru besar UIN Jakarta, Andi Faisal Bakti menjadi perbincangan di ILC (Indonesia Lawyers Club) pada Selasa (19/3).

ILC Tadi Malam - Selain Andi Faisal Bakti Menang Pemilihan Rektor, Mudjia Rahardjo Juga Tak Dilantik
Capture Youtube
Di ILC Mahfud MD beberkan kecurangan di Kementrian Agama 

ILC Tadi Malam - Selain Andi Faisal yang Dua Kali Menang Pemilihan Rektor Tapi Tak Dilantik, Mudjia Rahardjo Sudah Bawa Keluarga Batal Dilantik Juga

TRIBUNJAMBI.COM - Sosok guru besar UIN Jakarta, Andi Faisal Bakti menjadi perbincangan di ILC (Indonesia Lawyers Club) pada Selasa (19/3).

Andi Faisal Bakti disebut Mahfud MD, dalam paparan di akhir acara ILC yang dipandu Karni Ilyas.

Mahfud MD menyebut Andi Faisal Bakti gagal dilantik menjadi rektor dua kali.

Baca: Siapakah Andi Faisal Bakti? Mahfud MD Beberkan Gagal Dilantik Dua Kali Jadi Rektor UIN Jakarta

Baca: Datangi Rumah Atalarik Syach, Tsania Marwa Malah Dikeroyok? gue keroyok mati lu

Baca: Besar Putih, 4 Lelaki Pengungsi Afganistan Ketahuan Selingkuhi Istri Warga Pekanbaru, Dilabrak

Bahkan setelah gugatannya menang di pengadilan tetap gagal dilantik menjadi rektor.

Pernyataan Mahfud MD ini berawal saat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi MK) Mahfud MD mengungkapkan bahwa dirinya tahu dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dijejaknya nama Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy.

Mahfud mengaku pada 18 Agustus 2015, dirinya mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo.

Prof Andi Faisal Bakti menggelar jumpa pers usai rapat senat di gedung rektorat UIN Alauddin, Gowa, Kamis (7/8). Calon rektor nomor urut satu itu memenangkan pemilihan rektor UIN Alauddin Makassar dengan meraih 25 suara sedangkan 1 suara batal
Prof Andi Faisal Bakti menggelar jumpa pers usai rapat senat di gedung rektorat UIN Alauddin, Gowa, Kamis (7/8). Calon rektor nomor urut satu itu memenangkan pemilihan rektor UIN Alauddin Makassar dengan meraih 25 suara sedangkan 1 suara batal (Tribun Timur)

Isinya, mengadukan sejumlah kasus korupsi dan amburadulnya hukum di Indonesia.

"Surat saya kepada presiden itu oleh Istana didisposisi ke KPK. Di situlah saya diundang ke KPK," kata Mahfud.

Ternyata, sambungnya, banyak sekali orang yang menerima uang suap.

Halaman
1234
Penulis: suci
Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved