Atasi Banjir di Kota Jambi, Fasha Minta Warga di Daerah Rawan Banjir Buat Biopori

Walikota Jambi, Syarif Fasha mengatakan bahwa pihaknya sudah membuat biopori sebanyak 300 ribu sejak 2013 lalu.

Atasi Banjir di Kota Jambi, Fasha Minta Warga di Daerah Rawan Banjir Buat Biopori
Tribunjambi/Rohmayana
Wali Kota Jambi Sy Fasha mengimbau warga Kota Jambi terutama di daerah rawan banjir untuk membuat biopori. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Dalam rangka penanggulangan banjir yang terjadi di Kota Jambi, Walikota Jambi, Syarif Fasha mengatakan bahwa pihaknya sudah membuat biopori sebanyak 300 ribu sejak 2013 lalu.

Bahkan dirinya mencanangkan ke depan perlu adanya biopori dan sumur resapan di setiap kelurahan yang ada di Kota Jambi, terutama yang wilayahnya, rawan terkena banjir.

"Saya minta lurah dan ketua RT bisa mengajarkan masyarakat untuk membuat biopori di halaman rumahnya, hal ini efektif untuk mencegah banjir," katanya.

Menurut Fasha pembuatan biopori terutama di daerah yang rawan banjir dinilai efektif, selain melakukan normalisasi. Berdasarkan data ada 19 titik banjir yang ada di Kota Jambi, sehingga hal itu harus diselesaikan dengan cepat.

Baca: Ungkap Perilaku Alex Pelaku Pembunuhan Istrinya, JPU Kejari Muarojambi Akan Hadirkan Psikologi

Baca: VIDEO: Dugaan Pelecehan Seksual di UIN STS Jambi, Pihak Rektorat Ngaku Sudah Lapor Kementerian

Baca: Baru Empat Bulan Keluar Penjara, Apek Residivis Jambret Kembali Ditangkap Polisi Jambi

Baca: Diperiksa KPK, Politisi PKS Mengaku Tak Terima Dana Suap Pengesahan RAPBD Provinsi Jambi

Baca: 53 Desa di Sarolangun Ikuti Pilkades Serentak Pada 2020, Pemerintah Masih Terkendala Alat e-Voting

"Dengan banyaknya pembuatan biopori, air hujan tidak langsung masuk ke saluran pembuangan air, tetapi meresap ke dalam tanah melalui lubang tersebut," ucap Fasha.

Secara tekhnis, pembuatan biopori ini, lanjut Fasha bisa dibuat di halaman depan, belakang, taman, samping. Lubang biopori ini, pada umumnya bisa dibuat dengan lebar sekitar 50 sentimeter.

"Banyak manfaat dari Biopori ini, bisa mencegah banjir, bisa sebagai tempat penampungan pembuangan sampah organik, yang bisa menyuburkan tanaman, serta meningkatkan kualitas air tanah," katanya.

Sebelumnya, Kabid SDA Dinas PUPR Kota Jambi, Yunius mengatakan bahwa tahun ini pemerintah Kota Jambi mengajarkan Rp11 miliar untuk penanganan banjir. Menurutnya anggaran tersebut diprioritaskan untuk daerah-daerah yang rawan tergenang banjir.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved