Akses Jalan Lima Desa Putus, Dewan Minta Perbaikan Jembatan Desa Sangir Tengah, Kerinci Dipercepat

Jalan dan jembatan yang terputus di Desa Sangir Tengah, Kecamatan Kayu Aro, Kerinci, mulai diperbaiki.

Akses Jalan Lima Desa Putus, Dewan Minta Perbaikan Jembatan Desa Sangir Tengah, Kerinci Dipercepat
Tribunjambi/Heru
Anggota DPRD Kerinci meninjau pembangunan jalan dan jembatan di Desa Sangir Tengah. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI -Jalan dan jembatan yang terputus di Desa Sangir Tengah, Kecamatan Kayu Aro, Kerinci, mulai diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kerinci.

Namun, masyarakat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kerinci dari dapil Kayo Aro, minta proses pengerjaan perbaikan jembatan dipercepat.

Anggota DPRD Kerinci, Edminuddin dikonfirmasi usai meninjau ke lokasi jalan yang terputus tersebut, Rabu (20/3) mengatakan, bahwa jalan yang terputus Desa Sangir Tengah, harus cepat diperbaiki.

Sebab katanya, jalan tersebut merupakan salah satu jalan akses utama masyarakat di lima desa.

"Tadi pagi kita langsung cek jalan yang terputus itu, kita lihat nampak sudah mulai dikerjakan jembatan dari anggaran Tanggap Darurat oleh pihak Dinas PUPR Kabupaten Kerinci," ujar Edminuddin yang juga Ketua DPC Gerindra Kerinci.

Baca: Atasi Banjir di Kota Jambi, Fasha Minta Warga di Daerah Rawan Banjir Buat Biopori

Baca: Ungkap Perilaku Alex Pelaku Pembunuhan Istrinya, JPU Kejari Muarojambi Akan Hadirkan Psikologi

Baca: Apek Resividis Jambret Dihadiahi Timah Panas, Ini Tiga Wilayah Operasinya di Kota Jambi

Baca: Diperiksa KPK, Politisi PKS Mengaku Tak Terima Dana Suap Pengesahan RAPBD Provinsi Jambi

Baca: 53 Desa di Sarolangun Ikuti Pilkades Serentak Pada 2020, Pemerintah Masih Terkendala Alat e-Voting

Dia menyebutkan, bahwa sejumlah material untuk pengerjaan jalan yang terputus sudah sampai semuanya. Pembangunan yang dikerjakan adalah pembangunan jembatannya.

"Untuk saat ini warga buat jembatan kayu disampingnya, cuma motor lah yang bisa lewat, kalau mobil tidak bisa lewat. Kita harapkan melalui PUPR Kerinci pengerjaannya bisa dipercepat, karena jalan itu merupakan jalan utama perekonomian masyarakat," harapnya.

Kepala Dinas PUPR kabupaten Kerinci, Harmin mengatakan jalan 5 desa yang terputus tersebut dibuat Box Colver. Dengan dana tanggap darurat besaran dananya hanya diperbolehkan paling maksimal Rp 200 juta.

"Dananya Rp 200 juta, itu kita ambil dari DAU tanggap darurat," bebernya.

Bukan hanya itu saja jelasnya, tetapi juga termasuk bencana banjir bandang yang terjadi di air tenang, Pelompek belum lama ini. Itu juga sambung Harmin, nantinya akan dilakukan normalisasi sungai, yang anggarannya juga dari DAU tanggap darurat sejumlah Rp 200 juta.

"Untuk menyelamatkan rumah warga, maka dilakukan normalisasi sungai, itu juga dananya 200 juta dari tanggap darurat," pungkasnya.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved