Pilpres 2019

Sandiaga Uno Janji Bakal Liburkan Sekolah Saat Ramadhan Seperti yang Pernah Dilakukan Gus Dur

Cawapres 02, Sandiaga Uno, berjanji meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah selama satu bulan saat Ramadhan.

Sandiaga Uno Janji Bakal Liburkan Sekolah Saat Ramadhan Seperti yang Pernah Dilakukan Gus Dur
kmp
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berbicara dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) 

TRIBUNJAMBI.COM - Cawapres 02, Sandiaga Uno, berjanji meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah selama satu bulan saat Ramadhan.

Kebijakan meliburkan KBM selama Ramadhan, sebelumnya pernah diterapkan di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

 "Kami sudah menggodok rencana tersebut. Libur 1 bulan selama Ramadhan bukan hal yang baru, di zaman Gus Dur juga dilakukan," kata Sandiaga Uno ketika berada di Malang, Senin (18/3/2019).

Ia menjelaskan libur sekolah selama 1 bulan saat Ramadhan akan diisi dengan kegiatan kerohanian yang dapat memperkokoh iman dan mengasah budi pekerti.

Baca: Jangan Nyinyir Video Salmafina Sunan Dugem dan Kelihatan Pakaian Dalamnya, Atau Dilaporkan ke Polisi

Baca: VIDEO: Panjangnya 2 Meter, Ikan Raksasa Berkumis di Sungai Batanghari Muncul di Depan Edison

Baca: Sebelum Maghrib, Banjir Bandang Hantam Desa Rantau Kermas, Merangin Jambi

Selain itu, disisipkan pula materi tentang keberagaman dengan harapan benih toleransi tumbuh sejak dini.

"Nantinya bisa menggunakan pesantren kilat untuk memastikan Kebinekaan kita, toleransi kita terus dijaga dalam bingkai Pancasila dan UUD 1945," katanya

Bagi pemeluk agama selain Islam kata Sandiaga Uno, libur sekolah juga akan diisi kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinan yang dianut, "Sementara yang beragama lain juga memiliki program yang sama sesuai agama masing-masing," ucapnya.

Abdurrahman Wahid
Abdurrahman Wahid (Kompas/Totok Wijayanto)

Selain libur sekolah selama 1 bulan saat Ramadhan, kebijakan lain yang akan diambil oleh Capres-cawapres 02 adalah menghapusUjian Nasional (UN).

Sandi beralasan UN tidak dapat dijadikan tolok ukur kelulusan siswa sebab kualitas pendidikan di Indonesia belum merata.

"Yang terpenting sebetulnya kita ingin mengahdirkan keadilan karena kualitas pendidikan Indonesia dari berbagai wilayah belum memiliki standar dna kualitas yang sama," ucapnya.

Baca: Perilaku Nikita Mirzani Buat Tujuh Orang Sekaligus Laporkan Dia ke Polisi,Ini Kata Pakar Kejiwaan

Baca: Isi Laptop Romahurmuziy yang Disita di Rumah Kawasan Condet, Tindakan Pasca OTT KPK

Baca: Baru 2 Bulan, PPA Terima 20 Laporan Kekerasan Perempuan&Anak;, Dominan Kekerasan Sesksual pada Anak

Sebagai pengganti UN, pasangan Capres-cawapres 02 nantinya akan menerapkan kebijakan pelurusan bakat dan minat. Terkait kebijakan ini, Sandi belum bisa merincinya.

"Intinya kami menyajikan satu kebijakan yang akan membawa Indonesia yang adil dan sisi pendidikan yang tuntas berkualitas. Itu menjadi fokus kami," pungkas Sandi.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved