Pilpres 2019

Rocky Gerung Batal Hadir Mengisi Acara di Tuban, Ternyata Ini Alasannya dari Pihak Kepolisian

Kehadiran Rocky Gerung di pondok pesantren Yanbu'ul Ulum Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Selasa (19/3/2019) mulai pukul 08.00 WIB dipastikan batal.

Rocky Gerung Batal Hadir Mengisi Acara di Tuban, Ternyata Ini Alasannya dari Pihak Kepolisian
Warta Kota/henry lopulalan
Pengamat politik Rocky Gerung usai memenuhi panggilan kepolisian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM - Kehadiran Rocky Gerung di pondok pesantren Yanbu'ul Ulum Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Selasa (19/3/2019) mulai pukul 08.00 WIB dipastikan batal.

Kedatangan pria yang dikenal kerap mengkritik pedas pemerintah itu ditentang sembilan ormas di Tuban, hingga menjadi perhatian dari pihak penyelenggara kegiatan maupun pondok pesantren dengan mempertimbangkan segala sesuatunya.

Buntutnya, dua pucuk surat baik dari panitia penyelenggara dalam hal ini LSM Nusantara Coruption Watch (NCW) maupun pihak pondok menyatakan kegiatan Rocky Gerung batal.

"Dengan ini kegiatan dibatalkan karena pertimbangan Kamtibmas dan adanya resistensi dari Ormas serta mediasi dengan pihak kepolisian," demikian alasan pembatalan dari LSM NCW cap ditandatangani Ketua, Hadi Rusli.

Baca: Fakta Kontroversial Salmafina Sunan yang Menarik Perhatian, dari Nikah 3 Bulan Hingga Video Dugem

Baca: Pakai Kerudung Bobol ATM Hingga 50 Kali, Terungkap Pelaku Ternyata Ada Hubungan dengan Prabowo

Baca: Jadwal Perempat Final Liga Champions, Jelang Manchester United vs Barcelona Lionel Messi Remehkan MU

Sementara itu, surat dari pihak pondok yang ditandatangani An Ketua Yayasan Ponpes, Moch Luthfi Hakim itu menyebut alasan pembatalan diskusi yang akan dihadiri pria asal Manado tersebut, yaitu karena tidak diberikan izin dari pihak Kepolisian.

"Dengan ini dibatalkan karena tidak diberikan izin dari pihak Kepolisian," tulis alasan pembatalan dari surat Yayasan Ponpes tersebut.

Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono menyatakan, izin kegiatan tersebut tidak keluar dengan mempertimbangkan beberapa aspek.

Di antaranya aspek penolakan sembilan ormas yang dikhawatirkan terjadi resistensi tinggi, selain itu juga izin acara yang mendadak.

"Izin mengundang pembicara nasional tersebut harus dari Polda Jatim. Sedangkan izinnya diajukan mendadak, terlebih penolakannya juga keras, jadi izin tidak keluar," ujar AKBP Nanang Haryono.

Perwira menengah asal Bojonegoro itu lebih lanjut menjelaskan, Polri harus selalu menjaga situasi keamanan yang kondusif menjelang Pileg dan Pilpres 2019 April mendatang.

Baca: Sandiaga Uno Janji Bakal Liburkan Sekolah Saat Ramadhan Seperti yang Pernah Dilakukan Gus Dur

Baca: Jangan Nyinyir Video Salmafina Sunan Dugem dan Kelihatan Pakaian Dalamnya, Atau Dilaporkan ke Polisi

Baca: VIDEO: Panjangnya 2 Meter, Ikan Raksasa Berkumis di Sungai Batanghari Muncul di Depan Edison

Penolakan yang keras dari ormas ini juga menjadi pertimbangan keluar izinnya acara atau tidak.

"Kita ingin Tuban Bumi Wali selalu aman, damai dan sejuk, mari kita jaga Tuban bersama-sama. Acara batal karena tidak keluar izin, pihak terkait juga sudah membuat pernyataan acara batal," kata AKBP Nanang Haryonos.

Sekadar diketahui sembilan ormas yang menolak acara Rocky Gerung, dengan diskusi bertemakan membangun bangsa dari sudut pandang generasi muda yang berakal sehat yaitu KNPI, Karang Taruna, Ansor, Sapma, PMII, Sarbumusi (organisasi buruh), keluarga besar putra putri polri (KPPP), perwakilan masyarakat, dan perwakilan pendidikan. (*)

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved