Polisi Tidur di Jembatan Kerinduan Makan Korban, Warga Sungai Penuh Jambi Mengeluh Minta Dibongkar

Warga Sungai Penuh mengeluhkan adanya polisi tidur (Speed Trap) yang diduga dibuat oleh Dishub Kota Sungai Penuh.

Polisi Tidur di Jembatan Kerinduan Makan Korban, Warga Sungai Penuh Jambi Mengeluh Minta Dibongkar
Tribunnews
ilustrasi polisi tidur. 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Pengguna jalan di Jembatan Kerinduan yang merupakan jalan penghubung Kecamatan Tanah Kampung dengan Kota Sungai Penuh, beberapa hari ini mengeluhkan dengan adanya polisi tidur (Speed Trap) yang diduga dibuat oleh Dishub Kota Sungai Penuh.

Pasalnya, polisi tidur yang dibuat di pangkal dan ujung jembatan layang tersebut terlalu besar dan tinggi sehingga membahayakan bagi pengendara. Bahkan, sudah beberapa pengendara yang menjadi korban.

Ali salah seorang pengendara mengatakan, bahwa beberapa pengendara hampir jatuh di lokasi polisi tidur di jembatan layang yang baru dibuat oleh Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh.

"Ya, banyak warga yang mengeluhkan pembangunan polisi tidur tersebut, karena mereka tidak tahu, adanya pembangunan polisi tidur di sana, lagian pembangunan cukup tinggi," kata Ali.

Baca: Terkendala Sarana dan Lokasi Terpencil, 14 Sekolah di Tanjab Barat Jambi Tak Bisa Lakukan UNBK

Baca: BKPSDMD Tanjab Timur Sebut Penerimaan PPPK Dipaksakan, Tanjab Timur Tak Buka Penerimaan PPPK

Baca: Gara-gara Ongkos Kurang, Pemuda Asal Garut Ditikam Supir Travel di Bungo, Mobil Tabrak Tiang Listrik

Baca: Harga Sawit Naik Tapi Masih di Bawah Harapan Petani Jambi

Dikatakannya lagi, seharusnya di jalan lintas jalur cepat tidak dibenarkan memasang polisi tidur, karena rawan kecelakaan.

"Aneh juga daerah Kota Sungai Penuh ini, jalan lintas jalur cepat kok pake polisi tidur, rawan kecelakaan," sebutnya.

Akibat pembuatan polisi tidur tersebut ada beberapa penguna jalan yang mengalami kecelakaan. Seperti yang dialami oleh salah seorang warga Kerinci yakni Fradilan Sandi, beberapa hari yang lalu dirinya bersama istri dan anak terjatuh, hingga mengalami luka cukup serius.

"Kejadiannyo malam tadi, sayo dan istri yang luko, anak dak apo-apo. Itu disebabkan, tingginya polisi tidur yang dibuat oleh Dishub. Parahnyo lagi, duo baris, yang dibuat separo jalan. Mau tidak mau, kito ngambil jalan sebelah, kalau ado mobil dan motor rawan tumburan," ungkapnya.

Dirinya meminta kepada pengguna jalan untuk hati-hati melewati jembatan layang. "Mulai malam tadi saja, sudah 3 orang korban termasuk saya dan anak istri saya," bebernya.

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Fikar Azami, menanggapi langsung keluhan warga. Dimana, ia menegaskan akan langsung dibongkar.

"Memang itu cukup membahayakan, kita sudah perintahkan langsung Dishub untuk membongkar," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh, Syamsul Bahrun dikonfirmasi membenarkan beberapa hari yang lalu pihaknya memasang polisi tidur di jembatan layang.

"Ya memang polisi tidur itu Dishub yang memasangnya di sana tapi itu dari bidang," katanya.

Baca: Debat Cawapres 2019, Gaya Sandiaga Uno Mengeluarkan Dompet, BPN Optimis Meningkatkan Elektabilitas

Baca: Ini Daftar Pemain Timnas U-23 yang Dicoret & Diboyong Indra Sjafri ke Vietnam Untuk Piala Asia U-23

Baca: Download Lagu Dangdut MP3 Terbaru Via Vallen Pamer Bojo Ciptaan Didi Kempot, di HP Maupun Komputer

Baca: Cuitan Mahfud MD Soal Apel Merah Putih Habiskan 18 Milyar Rupiah Mendapat Protes Dari Said Didu

Menurut Bahrun pembangunan polisi tidur tersebut, karena beberapa bulan terakhir ini palang di jembatan layang sering roboh dihantam mobil yang lewat di sana, makanya dipasang polisi tidur agar mobil bisa mengurangi kecepatan di sana. Namun mendapat keluhan masyarakat, karena banyak pengendara yang jatuh di sana.

"Sudah saya perintahkan anggota untuk membongkarnya, mungkin semuanya sudah dibongkar," pungkasnya.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved