Masa Sosialisasi akan Berakhir, 20 Maret Kendaraan Besar yang Melintas di Jalan Ness, Akan Ditindak

Masa Sosialisasi akan Berakhir, 20 Maret Kendaraan Besar yang Melintas di Jalan Ness, Akan Ditindak

Masa Sosialisasi akan Berakhir, 20 Maret Kendaraan Besar yang Melintas di Jalan Ness, Akan Ditindak
Tribun Jambi
Ilustrasi. Masa Sosialisasi akan Berakhir, 20 Maret Kendaraan Besar yang Melintas di Jalan Ness, Akan Ditindak. Tampak Laka lantas d jalan Ness beberapa waktu lalu, antara minibus dan sepeda motor. Diduga, sopir minibus kehilangan kendali saat melewati tikungan ruas jalan tersebut. 

20 Maret Kendaraan Besar yang Melintas di Jalan Ness, Akan di Tindak

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Sejak 13 Februari lalu, Dinas Perhubungan bersama Dit Lantas Polda Jambi, telah melakukan sosialisasi pelarangan mobil truk dan bus besar yang melintas di Jalan Ness. Sosialisasi pelarangan itu akan berakhir pada tanggal 20 Maret mendatang.

Jika setelah tanggal 20 Maret tersebut masih ada truk dan bus besar yang kedapatan melintas di Jalan Ness dari Simpang Sungai Duren menuju Simpang Sungai Buluh maupun sebaliknya maka akan disanksi.

Baca: Kendaraan Tonase Besar yang Melintas di Jalan Ness akan Ditindak, Dishub Pasang Rambu Lalu Lintas

Baca: Andi Arief Ungkap Kekecewan Setelah Melihat Foto Mahfud MD dan Mbah Moen di Acara Apel Kebangsaan

Baca: Masih Ada 5 Hari Lagi! Daftar Polri 2019 di http://penerimaan.polri.go.id - Berat Badan Masuk Syarat

Kabid Perhubungan Darat dan Perkeretaapian Dishub Provinsi Jambi Wing Gunariyadi, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, menyampaikan sejak awal sosialisasi pada 13 Februari memang mendapati tak lebih dari 30 truk dan bus yang masih melanggar dan diberikan sosilasisi.

“Baru pada 20 Maret nanti kita penegakkan hukum (Gakkum), dengan penilangan oleh Kepolisian bersama dengan Dishub setempat,” ujarnya Minggu (17/3/2019).

Kabid Perhubungan Darat dan Perkeretaapian Dishub Provinsi Jambi, Wing Gunariyadi
Kabid Perhubungan Darat dan Perkeretaapian Dishub Provinsi Jambi, Wing Gunariyadi (tribunjambi/zulkifli)

Namun untuk sanksi itu nantinya kata dia bisa saja berubah. Sesuai dengan evaluasi Dishub soal efek jera yang diarasakan pelanggar.

“Nanti akhir maret Dishub Provinsi akan memfasilitasi lagi untuk evaluasi terhadap pelaksanaan hasil keputusan rapat tersebut,” ujarnya.

Diakatakan Wing memang ada kendaraan besar yang dilarang melintas di jalan tersebut. Seperti angkutan barang, batubara, kelapa sawit, truk dan bus besar.

Baca: SESAAT LAGI,Debat Calon Wakil Presiden Maruf Amin vs Sandiaga Uno di Mulai,Saksikan Live Streaming

Baca: Pemprov Jambi Kembali Anggarkan Rp 10,5 Miliar untuk Gedung VVIP RSUD Raden Mattaher

Baca: Pemkab Tanjab Barat Dukung Polres Ciptakan Pemilu Damai, Safrial: Datanglah ke TPS dan Mencobloslah

“Kalau untuk bus besar kita tegur karena dalam kartu pengawasan trayeknya tidak melewati Ness, melainkan jalan besar (arah Pemayung, red), artinya kalau lewat sana penyimpangan trayek,” sampainya.

Sedangkan untuk truk batubara sendiri Wing menyebut yang didapati karena “bandel” tetap melanggar jam operasionalnya, yakni pukul 18-00 WIB hingga 06.00 WIB, serta juga melanggar trayek yang telah diberikan yakni di jalan besar.

Halaman
12
Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved