Warkop DKI Reborn 3 & 4 Dibuat, Begini Penampilan Dono Kasino Indro Dulu dan Sekarang, Mirip?

Tak ada kata selain bahagia setelah Indrodjojo Kusumonegoro (60) alias Indro 'Warkop' mengetahui rumah produksi Falcon Pictures kembali menggarap.

Warkop DKI Reborn 3 & 4 Dibuat, Begini Penampilan Dono Kasino Indro Dulu dan Sekarang, Mirip?
YouTube/Falcon Pictures
Perankan Dono, Akting Aliando Syarief Bikin Publik Kagum, Lihat Trailer Film Warkop DKI Reborn 3 & 4 

Indro adalah anggota termuda, saat anggota Warkop yang lain sudah menduduki bangku kuliah, Indro masih pelajar SMA.

Warkop pertama kali muncul di pesta perpisahan (sekarang prom nite) SMA IX Jakarta yang diadakan di Hotel Indonesia. Semua personel gemetar, alias demam panggung, dan hasilnya hanya bisa dibilang lumayan saja, tidak terlalu sukses.

Namun peristiwa pada tahun 1976 itulah pertama kali Warkop menerima honor yang berupa uang transport sebesar Rp20.000. Uang itu dirasakan para personel Warkop besar sekali, namun akhirnya habis untuk mentraktir makan teman-teman mereka. Berikutnya mereka manggung di Tropicana.

Sebelum naik panggung, kembali seluruh personel komat-kamit dan panas dingin, tetapi ternyata hasilnya kembali lumayan.

Baru pada acara Terminal Musikal (asuhan Mus Mualim), grup Warkop Prambors baru benar-benar lahir sebagai bintang baru dalam dunia lawak Indonesia.

Baca: Pernah Alami Teman Makan Teman, Ini Bentuk Dukungan Maia Estianty Buat Luna Maya

Baca: Mbappe Bayar Rp 2,9 Miliar ke PSG karena Masalah Indisipliner, Peluang Buat Real Madrid?

Baca: Kepala BNPB Pusat Hadiri Rakor Penanggulangan Bencana Provinsi Jambi, Karhutla jadi Topik Utama

Acara Terminal Musikal sendiri tak hanya melahirkan Warkop tetapi juga membantu memperkenalkan grup PSP, yang bertetangga dengan Warkop.

Sejak itulah honor mereka mulai meroket, sekitar Rp 1.000.000 per pertunjukan atau dibagi empat orang, setiap personel mendapat Rp 250.000.

Mereka juga jadi dikenal lewat nama Dono-Kasino-Indro atau DKI (yang merupakan plesetan dari singkatan Daerah Khusus Ibukota).

Ini karena nama mereka sebelumnya Warkop Prambors memiliki konsekuensi tersendiri.

Selama mereka memakai nama Warkop Prambors, maka mereka harus mengirim royalti kepada Radio Prambors sebagai pemilik nama Prambors.

Maka itu kemudian mereka mengganti nama menjadi Warkop DKI, untuk menghentikan praktik upeti itu.

Baca: Wakapolda Jambi Sambut Kedatangan Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Munardo, di Bandara

Baca: Hari Ini Teroris Brenton Taggart Diseret ke Pengadilan, Nabi: Ini di Luar Akal Sehat

Baca: Rian Sibarani Pembunuh Bayaran, Diupah Napi Narkoba di Bintan Habisi Nyawa Jaksa Dicky Saputra

Penulis: Leonardus Yoga Wijanarko
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved