Penembakan di Masjid New Zealand

Terungkap Alasan Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan Jamaah Masjid di New Zealand Lewat Manifesto Ini

Terungkap Alasan Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan Jamaah Masjid di New Zealand Lewat Manifesto Ini

Terungkap Alasan Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan Jamaah Masjid di New Zealand Lewat Manifesto Ini
reuters via tribunnews
Aparat keamanan Selandia Baru menghalau warga yang mendekati Masjid Al Noor di kota Christchurch 

TRIBUNJAMBI.COM - Pelaku penembakan di Masjid yang berada di Selandia Baru atau (New Zealand) merupakan pria bernama Brenton Tarrant.

Sosok lelaki berusia 28 tahun tersebut membuat geger dunia setelah aksinya menembak secara brutal jamaah dari dua masjid di Selandia Baru.

Sebanyak 40 orang dinyatakan tewas.

Dari aksi biadab pelaku, terungkap alasan Brenton Tarrant melakukan pembunuhan massal itu menggunakan senjata api.

Merilis dokumen manifesto yang ditinggalkan pelaku. menjelaskan motif di balik keputusannya untuk melancarkan teror.

Baca Juga:

Pansus Pendidikan DPRD Provinsi DKI Jakarta, Study Banding Ke DPRD Provinsi Jambi, Bicara Perda

2 WNI Jadi Korban Penembakan Jamaah di Masjid New Zealand, Mereka Seniman Asal Minang dan Anaknya

Fauzi Yusuf, Resmi Gugat KPUD Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi

Dalam dokumen 73 halaman berjudul "The Great Replacement" itu, pria yang diketahui bernama Brenton Tarrant tersebut mengaku ingin menyerang umat Muslim.

Tarrant juga mengidentifikasi dirinya sebagai seorang warga Australia berusia 28 tahun dan berasal dari keluarga kelas menengah ke bawah dalam manifesto tersebut.

Dikutip Tribunjambi.com dari The Guardian, Tarrant juga menegaskan motivasinya dalam melakukan penembakan massal, yakni ingin menciptakan ketakutan dan menghasut kekerasan terhadap umat Muslim.

Dalam manifesto itu, Tarrant juga menyinggung nama Darren Osbourne, pelaku teror di kompleks Masjid Finsbury Park, London, Inggris, pada Juni 2017 lalu.

Dikuti pula oleh Tribunjambi dari AFP yang melaporkan bahwa selain manifesto, Tarrant juga sempat mengunggah sejumlah foto beberapa senapan hitamnya yang dihiasi tulisan-tulisan berwarna putih di pada 13 Maret lalu, sebelum akun Twitter-nya dihapus.

Halaman
1234
Penulis: ekoprasetyo
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved