Pengejaran KKB Papua, Trauma Kekejaman KKSB, Ribuan Warga Nduga Ngungsi, Siswa Terancam Tak Ikut UN

Kurang lebih 200-an dari 600 lebih pelajar SD hingga SMA/SMK dari berbagai kampung dan distrik di Kabupaten Nduga, Papua terancam tidak bisa UN

Pengejaran KKB Papua, Trauma Kekejaman KKSB, Ribuan Warga Nduga Ngungsi, Siswa Terancam Tak Ikut UN
Kompas.com dan Istimewa
Helikopter milik TNI diserang separatis saat melakukan evakuasi jenazah Serda Handoko yang gugur di Pos TNI PAM Rawan/755 Yalet yang berada Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (5/12/2018) siang. 

UPDATE Pengejaran KKB Papua, Trauma Kekejaman KKSB, Ribuan Warga Mengungsi, Anak-anak Terancam Tak Ikut UN

TRIBUNJAMBI.COM - Kurang lebih 200-an dari 600 lebih pelajar SD hingga SMA/SMK dari berbagai kampung dan distrik di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua terancam tidak bisa mengikuti ujian nasional ( UN).

Demikian hal ini disampaikan oleh Raga Kogeya, anggota tim relawan kemanusiaan untuk Nduga kepada wartawan di Kota Jayapura, Papua, Kamis.

"Ada sekitar 200-an anak asal Nduga yang bisa saja tidak ikuti UN tahun ajaran 2019," katanya.

Menurut dia, ratusan anak atau pelajar asal Nduga itu kini berada di tenda-tenda darurat di halaman Gereja Kingmi, Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya.

"Mereka ini merupakan bagian dari 2.000 lebih pengungsi dari Nduga, imbas dari kekerasan awal Desember 2018," ujar Raga.

Raga mengemukakan, anak-anak tersebut enggan pulang kembali ke daerah asalnya, karena masih trauma tragedi penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya terhadap para pekerja Jalan Trans Papua dari PT Istaka Karya.

"Mereka berada di Papua karena mengikuti orangtuanya yang mengungsi. Selain itu ada juga 80-an guru yang juga dari Nduga bersama mereka," katanya.

Baca: Perlawanan Heroik 25 Anggota TNI di Nduga, Dihujani Peluru 70 KKB Tapi Sanggup Tembak Mati 10 KKSB

Baca: Ini Dia! KKB Papua Paling Ditakuti Pimpinan Lekagak Telenggen, Presiden Jokowi Kirimkan 7 Ribu TNI

Baca: TNI Terus Buru KKB di Papua, Pangkostrad pun Sampai Datang ke Sana & Terbongkar Kebohongan Ini

Lebih lanjut, dia mengatakan, pelajar asal Nduga tersebut menginginkan mengikuti UN di Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Wamena dan tidak ingin ujian di Kenyam, Kabupaten Nduga.

KKB Papua atau OPM keluarkan 7 ultimatum untuk pemerintah Indonesia
KKB Papua atau OPM keluarkan 7 ultimatum untuk pemerintah Indonesia (TRIBUN VIDEO)

"Mereka bahkan masih takut jika melihat aparat keamanan, karena trauma. Mereka tinggal di sanak keluarga di Wamena dan tiap subuh berjalan kaki untuk ke sekolah yang kami dirikan secara darurat. Mereka mau ujian di Wamena saja," ujar Raga.

Halaman
1234
Editor: bandot
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved