Bursa Cawagub

Mulai Gencar, Bursa Calon Wakil Gubernur Mendampingi Fachrori, Siapa Yang Paling Berpeluang ?

Hingga saat ini Fachrori Umar belum menentukan siapa yang akan menjadi calon wakil gubernur untuk mendampingnya hingga masa periode 2021 mendatang.

Mulai Gencar, Bursa Calon Wakil Gubernur Mendampingi Fachrori, Siapa Yang Paling Berpeluang ?
google istimewa
ilustrasi 

Mulai Gencar, Bursa Calon Wakil Gubernur Mendampingi Fachrori, Siapa Yang Paling Berpeluang ?

TRIBUNJAMBI.COM- Hingga saat ini Fachrori Umar belum menentukan siapa yang akan menjadi calon wakil gubernur untuk mendampingnya hingga masa periode 2021 mendatang.

Sementara sudah banyak nama muncul untuk bakal calon wakil gubernur yang akan menjadi wakilnya.

Berdasarkan aturannya penentuan bakal calon wakil gubernur diajukan oleh partai pengusung.

Baca: KPU Tanjab Timur Mulai Sortir dan Lipat 134 Ribu Surat Suara

Baca: LAKI-LAKI Ini Dijuluki Kanibal Gila, Menjual Daging Manusia untuk Bisnis Barbeque di Restorannya

Baca: Selain IPK Tinggi, Lulusan Perguruan Tinggi Harus Punya Skill

Diketahui partai pengusung saat pemilu gubernur 2016 pasangan calon gubernur Zumi Zola-Fachrori lalu yakni PAN, PKB, Nasdem dan Hanura.

Muncul nama dari berbagai partai pengusung tersebut.

Dari Partai Amanat Nasional muncul beberapa nama yakni diantaranya Ratu Munawaroh yang merupakan istri almarhum mantan gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, Ratu juga pernah menjadi anggota legislatif DPRRI dari PAN periode 2009-2014.

Nama lainnya yakni Bakri yang kini menjadi Ketua DPW PAN Jambi, pernah menjadi anggota legislatif DPRRI dua periode.

Nama lainnya yakni Bambang Bayu Suseno yang pernah menjabat anggota DPRD Provinsi Jambi dua periode dan kini menjabat sebagai Wakil Bupati Muarojambi.

Ratu Munawwaroh
Ratu Munawwaroh (kurnia prastowo adi/tribun jambi)

Sementara dari PKB muncul nama Sofian Ali yang merupakan ketua DPW PKB Jambi dan kini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi.

Anggota DPR RI, Bakri.
Anggota DPR RI, Bakri. (Tribun Jambi/Zulkifli)

Lalu Nasdem ada nama Agus S Roni yang kini menjadi ketua DPW Nasdem Jambi.

Menurut Ketua DPW PAN Provinsi Jambi, Bakri mengatakan, munculnya nama Ratu Munawaroh adalah hal yang wajar karena Ratu Munawaroh, juga merupakan kader PAN.

"Wajar itu, tapi semua ada prosesnya," sebut Bakri.

Baca: Hadir di Jambi, Capres Prabowo Subianto Menggunakan Sarung Tangan Saat Bersalaman,Takut Dicakar

Baca: Ogah Ribet dan Pusing, Prajurit TNI Lebih Nyaman Pakai Bahasa Jawa Ketika Bahas Teknis Senjata AK-47

Baca: Ketularan Ngomong Manjah, Syahrini Akui Kebiasaan Ini Jika Reino Barack Bangun Pagi

Dia mengatakan, banyak kader PAN yang sudah muncul sebagai calon wakil gubernur. Namun, itu masih muncul di kalangan masyarakat, sementara PAN belum menentukan siapa yang akan dimajukan menjadi calon wakil gubernur.

"Semua punya proses dan jalur masing-masing dari PAN," jelas Bakri.

Sementara menurut Agus Roni, Ketua DPW Nasdem Provinsi Jambi bantah menyetujui calon wakil gubernur Jambi dari Partai PAN. Agus Roni tegaskan dukungan terhadap wakil gubernur berpengaruh terhadap Pilpres dan Pileg.

Jalan Partai PAN mendapat dukungan memajukan kadernya sebagai wakil Gubernur Jambi mendapatkan hadangan dari DPW NasDem Jambi. Agus Roni akui bertemu H. Bakri tetapi tidak menyetujui wakil dari Kader PAN.

"PAN itu mestinya berpikir mereka siapa. Beda kamar dengan kami, NasDem, PKB dan Hanura," ucap Agus Roni, Ketua DPW NasDem Provinsi Jambi, Jumat (18/1).

Perbedaan kamar dimaksudkan Agus Roni terkait koalisi Pilpres. Dimana PAN berada pada koalisi yang berbeda dengan mereka. Dan hal ini sangat berpengaruh dengan konstalasi pemilihan di Jambi. Untuk itu mereka meminta agar PAN berpikir dalam lebih jauh.

"Kalau kami menyetujui kader PAN sebagai wakil gubernur. Apa mungkin pengurus DPP menyetujui. Karena keputusan DPP lah yang menentukan. Kami di DPW ini hanya jembatan saja," ucap Agus Roni.

Lantas Agus Roni mengatakan bahwa mereka sama-sama memiliki tanggungjawab dan beban untuk memenangkan pasangan capres masing-masing di daerah. Tentu dengan cepat diusulkannya wakil gubernur akan berpengaruh dengan peluang koalisi mereka di Jambi. Maka dari itu, dirinya yakin pihak DPP akan melakukan kajian dan pertimbangan terhadap kemungkinan itu.

"PAN harus berpikir. Kita beda kamar koalisi secara nasional. Tentu pimpinan pusat tidak ingin terpengaruh," tegas Roni.

22102017_agus s roni_nasdem
22102017_agus s roni_nasdem (TRIBUN JAMBI/ANDIKA ARNOLDY)

Alasan lain, Roni mengungkapkan bahwa calon wakil gubernur itu harus disetujui Fachrori dan bersedia membantunya. Bila tidak, maka hal ini akan menjadi insiden buruk dan bisa mengganggu program pembangunan. Akibatnya partai pengusung menjadi jelek dan masyarakat terdampak tidak adanya pembangunan.

"Kini itu sistem suratnya melalui DPRD Provinsi Jambi baru disetujui ke Kemendagri. Kalau DPRDnya saja seperti saat ini apa mungkin," ucap Agus Roni.

Maka dari itu Agus Roni mengaku bila PAN dalam rapat internal mengakui hal demikian hal wajar. Tetapi dalam aturannya pengusulan harus melalui partai koalisi. Dan keputusan itu ditangan DPP Partai masing-masing. Pengurus daerah di provinsi Jambi hanya jembatan

Sementara itu Gubernur Jambi Fachrori Umar menjabawab diplomatis saat ditanya sejumlah awak media terkait siapa yang akan mendampinginya menjadi wakil gubernur di sisa akhir jabatanya.

Fachrori mengatakan ia masih membutuhkan wakil gubernur dan bahkan sangat perlu. "Insyallah masih, sangat perlu," cetusnya.

Saat ditanya kriteria calon wakil gubernur yang cocok, Fachrori sebut orang tersebut harus memiliki sifat seperti Nabi Muhammad SAW dan bisa membantunya mewujudkan visi misi Jambi Tuntas.

"Tentu saya lihat orangnya yang memilki sifat Nabi itu tadi. Sidik, Tabligh, Amanah dan Fatonah. Nanti saya tanya nanti. Kalau bisa seperti itu saya ambil," ujar Fachrori.

Saat ditanya sejumlah nama, diantaranya Ibunda Zumi Zola Ratu Munawwarah, Fachrori menjawab ia tidak mau. "Ibu ratu ada yang menyebut, tapi ia dak mau, saya ngomong apo adonyo ni," imbuh Gubernur.

Pengamat Politik Mahyudi mengatakan jika melihat dari statement Fachrori Umar (FU)--Gubernur Jambi--terkait dengan beredarnya nama istri Mantan Gubernur dua periode Bang Zul--Ratu Munawarah (RM)--dalam bursa calon Wagub Jambi mendampingi FU.

Dalam berita tersebut FU mengungkapkan dari salah satu sumber bahwa RM tidak mau atau tidak berminat turun gelanggang guna mengisi kursi Wagub Jambi yang masih kosong.

Dari statement ini, diduga FU menolak RM sebagai calon pendampingnya. Yang harus di pahami, bumi sepucuk jambi sembilan lurah ini secara sosio kultural adalah negeri yang santun berbudi dan berbahasa.

"Cara menunjukkan rasa tidak suka ataupun menolak sesuatu selalu menggunakan ungkapan yang halus. Tetap menjaga adab dan perasaan," ujar Mahyudi

Mengemaskan dalam bingkai ketimuran.

Dan biasanya orang yang menjadi objek pembahasan maupun publik akan mahfum apa pesan yang tengah di sampaikan.

"Bisa jadi statement FU tersebut sebagai salah satu caranya menolak RM," katanya

Penulis: andika arnoldy
Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved