Mau Jadi Anggota Polisi? Hanya Sampai 22 Maret Batas Pendaftaran Anggota Polri, Ini Syarat Lengkap

Tanggal pembukaan pendaftaran untuk lowongan Taruna Polri, Bintara Polri, dan Tamtama sama saja, yakni dimulai pada 5 Maret 2019 hingga 22 Maret 2019.

Mau Jadi Anggota Polisi? Hanya Sampai 22 Maret Batas Pendaftaran Anggota Polri, Ini Syarat Lengkap
istimewa
pendaftaran-dan-persyaratan-anggota-polri 

TRIBUNJAMBI.COM - Penerimaan anggota Polri 2019 sedang berlangsung untuk lowongan Taruna Akpol, Bintara Polri, dan Tamtama Polri.

Keseluruhan pendaftaran anggota Polri dapat dilakukan secara online melalui https://penerimaan.polri.go.id/.

Tanggal pembukaan pendaftaran untuk lowongan Taruna Polri, Bintara Polri, dan Tamtama sama saja, yakni dimulai pada 5 Maret 2019 hingga 22 Maret 2019.

Baca: VIRAL! Wajah Pedagang Sayur Ini Mirip Syahrini Badannya Aduhai Seperti Saudara Kembar

Baca: Suaminya Diisukan Dekat Dengan Syahrini, Nursam Jhonlin Istri Pak Haji Bungkam, Tak Kalah cantik!

Baca: Kabar Syahrini Pernah Menikah Dengan Pak Haji Banjarmasin Beredar, Lia Tiga Srigala Beberkan Ini

 
Melansir dari https://penerimaan.polri.go.id/, berikut persyaratan untuk tiap lowongan.

1. Persyaratan Taruna Akpol

Persyaratan umum:

- warga Negara Indonesia (pria atau wanita);
- beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
- setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
- sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan);
- berumur paling rendah 18 (delapan belas) tahun pada saat diangkat menjadi anggota Polri;
- tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (SKCK);
- berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela;
- lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan anggota Kepolisian.

Persyaratan khusus:

- pria/wanita, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI;
- berijazah serendah-rendahnya SMA/MA jurusan IPA/IPS (bukan lulusan dan atau berijazah Paket A, B dan C) dengan ketentuan:
- nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Nasional/UN (bukan nilai gabungan):
tahun 2014 dengan nilai rata-rata minimal 6,5;
tahun 2015 s.d. 2018 dengan nilai rata-rata minimal 60,00;
tahun 2019 akan ditentukan kemudian.
- nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Nasional/UN (bukan nilai gabungan) khusus Papua dan Papua Barat:
tahun 2014 dengan nilai rata-rata minimal 6,0;
tahun 2015 s.d. 2017 dengan nilai rata-rata minimal 60,00;
tahun 2018 dengan nilai rata-rata minimal 55,00;
tahun 2019 akan ditentukan kemudian
- bagi lulusan tahun 2019 (yang masih kelas XII) nilai rapor rata-rata kelas XII semester I minimal 70,00 dan setelah lulus menyerahkan nilai Ujian Nasional dengan nilai rata-rata yang akan ditentukan kemudian;
- bagi yang berusia 16 sampai dengan kurang dari 17 tahun dengan ketentuan nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 75,00 dan memiliki kemampuan Bahasa Inggris dengan nilai Ujian Nasional minimal 75,00.
- bagi pendaftar dari pendidikan diniyah formal (PDF) dan satuan pendidikan muadalah (PDM) pada pondok pesantren, memiliki nilai kelulusan tara-rata hasil imtihan wathoni (Ujian Standar Nasional) atau ujian akhir muadalah, dengan nilai akhir kelulusan rata-rata 70,00
- berusia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan;
- tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku):
Pria : 165 (seratus enam puluh lima) cm; 
Wanita : 163 (seratus enam puluh tiga) cm
- belum pernah menikah secara hukum positif/agama/adat, belum pernah hamil/melahirkan, belum pernah memiliki anak biologis (anak kandung) dan sanggup untuk tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan;
- tidak bertato/memiliki bekas tato dan tidak ditindik/memiliki bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat;
- bagi peserta calon Taruna/i yang telah gagal/TMS karena tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) tidak dapat mendaftar kembali;
- mantan Siswa/i yang diberhentikan tidak dengan hormat dari proses pendidikan oleh lembaga pendidikan yang dibiayai oleh anggaran negara tidak dapat mendaftar;
- dinyatakan bebas narkoba dengan menyerahkan surat keterangan bebas narkoba dari instansi kesehatan pemerintah (RS Pemerintah atau Klinik BNN/BNP/BNK);
- membuat surat pernyataan bermaterai bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian yang ditandatangani oleh calon peserta dan diketahui oleh orang tua/wali;
- bagi yang memperoleh ijazah dari sekolah di luar negeri, harus mendapat pengesahan dari Dikdasmen Kemdikbud;
- berdomisili minimal 1 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga, apabila terbukti melakukan - duplikasi/pemalsuan/rekayasa keterangan akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku;
- bagi peserta calon Taruna/i yang berasal dari SMA Taruna Nusantara dan SMA Krida Nusantara yang masih kelas XII dapat mendaftar di Polda asal sesuai alamat KTP/KK atau dapat mendaftar untuk SMA Taruna Nusantara di Polda Jateng dan DIY sedangkan untuk SMA Krida Nusantara di Polda Jabar, dengan ketentuan mengikuti kuota kelulusan/perankingan pada Polda asal sesuai domisili KTP/KK;
- bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun terhitung saat diangkat menjadi Perwira Polri;

- memperoleh persetujuan dari orang tua/wali;
- tidak terikat perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu instansi lain;
- bagi calon Taruna/i yang dinyatakan lulus terpilih agar melampirkan kartu BPJS Kesehatan;

Halaman
1234
Editor: Tommy Kurniawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved