108 Ton Sapu Lidi dari Jambi Diekspor, Hasil Pertanian Provinsi Jambi Dilepas Ekspor Hari Ini

Pemerintah Provinsi Jambi bersama Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi, melepas ribuan ton lima komoditas pertanian untuk diekspor ke luar negeri

108 Ton Sapu Lidi dari Jambi Diekspor, Hasil Pertanian Provinsi Jambi Dilepas Ekspor Hari Ini
tribunjambi/zulkifli
Sekda Provinsi Jambi, M Dianto, saat melihat sapu lidi, salah satu produk dari Jambi, yang diekspor 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi bersama Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi, melepas ribuan ton lima komoditas pertanian untuk diekspor ke luar negeri, melalui Pelabuhan Talang Duku,  pada Kamis (14/3). 

Kelima komoditas pertanian yang diekspor tersebut diantaranya, Cangkang Sawit sebanyak 8.500 Ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp 6,6 Miliar. Biji pinang sebanyak 81 ton dengan nilai Rp 1,4 Miliar.

Sapu lidi sebanyak 108 Ton dengan nilai ekonomi sebanyak Rp 863 Juta. Kayu olahan sebanyak 117 Ton senilai Rp 453 juta. Serta kelapa bulat sebanyak 27 Ton senila Rp 89 juta. 

Baca: Dinikahi saat Berusia 12 Tahun, Begini Kabar Terbaru Istri Syekh Puji Setelah 11 Tahun Berlalu

Baca: Berceceran Sejauh 70 Meter Potongan Tubuh Istri Teroris Abu Hamzah, Ini Fakta-fakta dari Bom Sibolga

Baca: Ini 3 Varitas Kopi yang Dikembangakan di Provinsi Jambi, Satu Diantaranya Diekspor Ke Eropa

Kegiatan pelepasan ekspor komoditi pertanian secara simbolis dilakukan oleh Sekda Provinsi Jambi M Dianto, didampingi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi Abidin, Kepala Pusat Karantina Hewan Hayati Hewani, Badan Karantina Pusat, dAgus Sunanto, serta General Manager Pelindo II Jambi Kartiko Yuwono. 

Ketika diwawancarai, Sekda Provinsi Jambi M Dianto, menyebutkan, walaupun kegiatan ekspor beberapa komoditi pertanian di atas telah dilakukan sejak bertahun-tahun lalu, namun saran dari kementrian kegiatan ekspor ini harus dilakukan secara terbuka disampaikan kepada daerah. Sehingga daerah-daerah bisa meihat peluang-peluang ekspor yang bisa dikawal dan digiring oleh kementrian pertanian. 

Kegiatan pelepasan ekspor komoditi pertanian secara simbolis dilakukan oleh Sekda Provinsi Jambi M Dianto, didampingi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi Abidin, Kepala Pusat Karantina Hewan Hayati Hewani, Badan Karantina Pusat, dAgus Sunanto, serta General Manager Pelindo II Jambi Kartiko Yuwono.
Kegiatan pelepasan ekspor komoditi pertanian secara simbolis dilakukan oleh Sekda Provinsi Jambi M Dianto, didampingi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi Abidin, Kepala Pusat Karantina Hewan Hayati Hewani, Badan Karantina Pusat, dAgus Sunanto, serta General Manager Pelindo II Jambi Kartiko Yuwono. (tribunjambi/zulkifli)

"Sudah saya sampaikan bahwa, peluang untuk kita memenuhi pasar ekspor itu masih terbuka luas. Tinggal kita mengupayakan dengan beberapa OPD terkait dan kelompok petani dan kelompok masyarakat, agar kita di daerah tahu spek yang dibutuhkan negara-negara tujuan eksport," ujar M Dianto. 

Diakui Dianto, pemerintah Provinsi Jambi sebenarnya telah berupaya mencari peluang pasar eksport untuk beberapa komoditi pertanian provinsi Jambi. Namun sejauh ini masih terkendala dengan transportasi cukup jauh.

"Yang menjadi kekhawatiran kita, beberapa komoditi kita, sampai ke negara tujuan kondisinya tidak segar lagi karena durasi jam nya yang lebih 24 Jam," sebut Dianto.

Baca: Ramal Kiamat dan Ramadhan Ini Terjadi Huru-hara, Katimun Gegerkan Ponorogo, Bupati Ungkap Faktanya

Baca: VIDEO: Inilah Bandara Ekstrim yang Dibelah Jalan Raya, Lihat Pesawat Mendarat dan Terbang dari Dekat

Baca: Ceramah Katimun Tentang Kiamat, Puluhan Warga Jual Rumah dan Ngungsi, Ini 8 Faktanya

Ditambahkan Dianto, ia juga berharap agar terbukanya penerbangan langsung dari Provinsi Jambi menuju negara tujuan Ekspor seperti Malaysia dan Singapura, sehingga dapat membawa komoditi hasil pertanian ke dua negara tujuan eksport itu.

"Karena kita sudah over produksi hasil pertanian, terutama cabe dan kentang sehingga harganya turun. Kalau kita bisa menjual hasil pertanian tersebut ke Luar mudah-mudahan bisa membantu meningkatkan harga di tingkat petani," pungkas Sekda. 

Sementara Itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi Abidin, menyebutkan total nilai komoditi pertanian yang dieksport hari ini mencapai Rp 9,4 Miliar Lebih, dengan negara tujuan Thailand, korea selatan, Pakistan, Jepang, dan Malaysia. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved